Musthafa Kemal, Boneka Inggris yang Disejajarkan dengan Khalid bin Walid
Selasa, 04 Agustus 2020 - 09:36 WIB
Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan
Dia juga menyerupakan kemenangannya dengan kemenangan Rasulullah di perang Badar dengan mengatakan,
”Di hari Badar di mana kebenaran menari dengan gembira
Di atas dataran tinggi dan Allah seakan tampak di atas awan
Selamat wahai pahlawan penakluk dan kuucapkan selamat
Dengan ayat Al-Fath dan kini tinggallah ayat al-Hub. ”
Baca juga: Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II
Jika orang membandingkan kondisi dan perjuangan Mushtafa Kemal yang merengkuh kemenangan dengan penyerahan total khalifah Wahiduddin Khan Muhammad VI yang kini berada di Astana dan berada dalam kehinaan dan tidak mampu bergerak, maka tampak bagi mereka bagaimana besarnya apa yang dilakukan oleh yang pertama (Mushtafa Kemal) dan bagaimana hinanya apa yang dilakukan oleh yang kedua.
Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani
Kebencian rakyat kepada khalifah semakin memuncak dengan adanya berita-berita di media, di mana khalifah menyatakan halalnya darah Mushfata Kemal sebab dia dianggap sebagai pemberontak dan pembangkang.
Padahal kala itu citra Musthafa amat moncer. Dia dianggap sebagai pahlawan yang telah berjuang dengan sangat keras untuk mengembalikan kemuliaan khilafah. Rakyat membayangkan bahwa khalifah yang pada saat itu berkuasa berada di atas bumi yang diinjak-injak oleh pasukan penjajah.
Dia juga menyerupakan kemenangannya dengan kemenangan Rasulullah di perang Badar dengan mengatakan,
”Di hari Badar di mana kebenaran menari dengan gembira
Di atas dataran tinggi dan Allah seakan tampak di atas awan
Selamat wahai pahlawan penakluk dan kuucapkan selamat
Dengan ayat Al-Fath dan kini tinggallah ayat al-Hub. ”
Baca juga: Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II
Jika orang membandingkan kondisi dan perjuangan Mushtafa Kemal yang merengkuh kemenangan dengan penyerahan total khalifah Wahiduddin Khan Muhammad VI yang kini berada di Astana dan berada dalam kehinaan dan tidak mampu bergerak, maka tampak bagi mereka bagaimana besarnya apa yang dilakukan oleh yang pertama (Mushtafa Kemal) dan bagaimana hinanya apa yang dilakukan oleh yang kedua.
Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani
Kebencian rakyat kepada khalifah semakin memuncak dengan adanya berita-berita di media, di mana khalifah menyatakan halalnya darah Mushfata Kemal sebab dia dianggap sebagai pemberontak dan pembangkang.
Padahal kala itu citra Musthafa amat moncer. Dia dianggap sebagai pahlawan yang telah berjuang dengan sangat keras untuk mengembalikan kemuliaan khilafah. Rakyat membayangkan bahwa khalifah yang pada saat itu berkuasa berada di atas bumi yang diinjak-injak oleh pasukan penjajah.
Lihat Juga :