Kisah Umar Bin Abdul Aziz Ketika Menahan Marah

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 21:31 WIB
Ada lagi kisah seorang yang mempunyai kuda yang sangat dibanggakannya. Tiba-tiba suatu hari ia melihat kudanya patah satu kakinya sehingga tinggal tiga kaki, lalu ia bertanya kepada budaknya: "Siapa yang berbuat itu?" Jawab budaknya: "Saya".

Ketika ditanya "Mengapa?". Budaknya menjawab: "Supaya engkau risau." Berkata orang itu: "Saya akan membalas menjengkelkan siapa yang menyuruh engkau berbuat itu (yakni syaithon laknatullah)." Maka ia berkata kepada budaknya: "Pergilah engkau, saya merdekakan dan itu kuda untukmu".

Imam Abu Laits berkata begitulah seharusnya seorang mukmin bersifat sabar, tenang sebab itu termasuk sifat orang muttaqin yang dipuji oleh Allah Ta'ala. Allah berfirman: "Dan siapa yang sabar dan memaafkan maka itu termasuk seutama-utama sesuatu".

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Siapa yang tidak mempunyai tiga sifat, tidak dapat merasa manisnya iman yaitu: (1) kesabaran untuk menolak kebodohan orang yang bodoh (2) wara' yang dapat mencegah dari yang haram (3) akhlak untuk bergaul dengan manusia (dan akhlak untuk masyarakat).

RasulullahSAW bersabda:

ﻻ تغضب ولك الجنة


"Jangan marah, bagimu surga". (HR at-Thabrani)

Adapun Asbabul wurud hadis ini ketika Abu Darda' meminta wasiaat kepada Rasulullah SAW , tentang amalan yang dapat membuatnya masuk surga. Rasulullah SAW pun bersabda: "Janganlah engkau marah , dan (karena jika engkau mampu menahan amarahmu) maka bagimu surga".

(Baca Juga: Cara Mengendalikan Marah yang Diajarkan Rasulullah SAW )

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!