Berkata Kotor dan Keji, Dosa yang Sering Diremehkan

Sabtu, 26 September 2020 - 06:01 WIB
Banyak perempuan yang tidak bisa menjaga diri dari sifat-sifat yang jelek dan ucapan-ucapan yang kotor tersebut. Lisannya hanya bisa mencela, mencerca dan menjelek-jelekkan, merendahkan dan menghina orang lain. Foto ilustrasi/ist
Sebagian orang sangat mudah melontarkan kata-kata kotor, kata-kata yang buruk, dan bisa jadi menyakitkan orang lain yang mendengarnya. Ucapan kotor itu seolah-olah sudah menjadi tabiat dan karakternya , sehingga mudah terucap dan sulit dihilangkan.

Dan yang mengkhawatirkan, ternyata perbuatan haram ini sering terjadi pada sebagian kaum perempuan. Sampai-sampai Abdul Lathif Hajis Al-Ghomidi dalam kitabnya "Mukhalafat Nisaiyyah, 100 Mukhalafah Taqa’u Fiihal Katsir Minan Nisa’ Bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah' menyebut, bahwa berkata kotor dan keji, merupakan dosa yang sering diremehkan kaum perempuan ini.

(Baca juga : Menjadi Istri Penyayang Adalah Perintah Rasulullah )

Banyak perempuan yang tidak bisa menjaga diri dari sifat-sifat yang jelek dan ucapan-ucapan yang kotor tersebut. Lisannya hanya bisa mencela, mencerca dan menjelek-jelekkan, merendahkan dan menghina orang lain. Sehingga membangkitkan kedengkian, meledak-ledakkan emosi, mengobarkan permusuhan, dan menggelitik syahwat. Karena lisannya itu pula, terjadilah berbagai kejahatan yang hanya Allah saja yang maha mengetahui sedikit-banyaknya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



مَا كَانَ الْفُحْشُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ ، وَلاَ كَانَ الْحَيَاءُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ.

Tiada perbuatan keji hinggap pada sesuatu kecuali akan menodainya, dan tiada rasa malu hinggap pada sesuatu kecuali akan menghiasinya. (Shahih Sunan at-Tirmidzi)

(Baca juga : Kisah di Medan Perang yang Bikin Baper )

Dari Abu Hurairahradhiyallahu'anhudiriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

الْحَيَاءُ مِنَ الْإِيمَانِ ، وَالْإِيمَانُ فِي الْجَنَّةِ ، وَالْبَذَاءُ مِنَ الْجَفَاءِ ، وَالْجَفَاءُ فِي النَّارِ

"Rasa malu adalah bagian dari iman, dan iman itu akan mengantarkan ke Surga. Berkata kotor itu adalah termasuk akhlak yang jelek dan akhlak yang jelek itu akan mengantarkan ke Neraka (Shahih Sunan at-Tirmidzi)

(Baca juga : Mentan SYL Pastikan Stok Beras Aman Sampai Akhir Tahun )

Dari Abdullah bin Mas’ud diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيْءِ

"Seorang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencaci dan melaknat, berkata keji dan kotor (HR at-Tirmidzi)

Oleh karena itu, muslimah harus menjaga lisan sangat penting agar tidak mengantarkan kita kepada kebinasaan. Karena kebanyakan dosa adalah berawal darinya.

(Baca juga : Dispenad Miliki 20 Personel Remote Pilot Drone Bersertifikasi )

Dari Abu Wail diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu'anhu pernah naik ke bukit shafa, lalu memegang lisannya seraya berkata, “Wahai lisan ! Katakanlah yang baik, niscaya engkau akan beruntung, dan diamlah dari berkata buruk, niscaya engkau akan selamat sebelum engkau menyesal.” Kemudian ia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثَرُ خَطَايَا ابنِ آدَمَ فِي لِسَانِهِ
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
cover top ayah
وَمَا مَنَعَهُمۡ اَنۡ تُقۡبَلَ مِنۡهُمۡ نَفَقٰتُهُمۡ اِلَّاۤ اَنَّهُمۡ كَفَرُوۡا بِاللّٰهِ وَبِرَسُوۡلِهٖ وَلَا يَاۡتُوۡنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمۡ كُسَالٰى وَلَا يُنۡفِقُوۡنَ اِلَّا وَهُمۡ كٰرِهُوۡنَ
Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).

(QS. At-Taubah Ayat 54)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More