Kisah di Medan Perang yang Bikin Baper
Jum'at, 25 September 2020 - 17:00 WIB
loading...
Shafiyyah menguasai ilmu sastra dengan baik, sehingga tutur bahasanya mencerminkan kaum terpelajar. Selain itu, Shafiyyah juga mahir menunggang kuda dan dikenal sebagai wanita pemberani. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Shafiyyah binti Abdul Muthathlib dikenal sebagai perempuan muslimah yang sabar, ahli syair atau sastra. Iia juga sebagai bibi seorang manusia mulia yakni Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Shafiyyah berperan penting dalam kehidupan Rasulullah, sehingga ia dijuluki Ibunda Hawari atau penolong Rasulullah. Dia pun menjadi salah satu dari sepuluh orang yang dijamin surga.
Dirangkum dari Kitab 'Nisaa' Haular Rasul' karya Mahmud Mahdi Al-Istambuli dan Musthafa Abu Nashr Asy-Syalabi, dijelaskan bahwa Shafiyyah adalah seorang putri dari keluarga terpandang , Abdul Muththalib seorang pembesar Quraisy yang terkenal. Ibu dari Shafiyyah adalah Halah binti Wahab, saudara kandung ibu Rasulullah, Aminah binti Wahab. Ibunda Shafiyyah juga dikenal sebagai putri dari keluarga terpandang.
(Baca juga : Pentingnya Mengajarkan Adab Makan Kepada Anak )
Karena dibesarkan di lingkungan yang baik, Shafiyyah tumbuh menjadi wanita mulia. Ia pernah mendapat tugas mulia, yaitu menjamu para jamaah haji yang datang ke Mekkah. Shafiyyah juga dikenal sebagai wanita cerdas. Ia menguasai ilmu sastra dengan baik, sehingga tutur bahasanya mencerminkan kaum terpelajar . Selain itu, Shafiyyah juga mahir menunggang kuda dan dikenal sebagai wanita pemberani.
Shafiyyah menikah dengan Al Harits bin Harb, suami pertamanya yang kemudian meninggal. Setelah itu, Shafiyyah menikah dengan Al ‘Awwam bin Khuwalid, saudara kandung dari Khadijah binti Khuwalid, Istri pertama Rasulullah. Dengan Al ‘Awwam, Shafiyyah dikaruniai seorang putra bernama Zubair bin Al ‘Awwam.
Di tahun-tahun awal kenabian , Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyeru kerabatnya dan berdakwah tentang tauhid. Seruan Allah ini tercantum dalam surat Asy Syu’aro ayat 214. Allah berfirman, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”.
(Baca juga : Mengharapkan Pahala dari Setiap Aktivitas )
Rasulullah kemudian menyeru para kerabatnya dari atas bukit Shafa. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah berseru, “Wahai Fathmah binti Muhammad! Wahai Shafiyyah binti Abdul Muthalib! Wahai Bani Abdul Muththalib! Aku tidak mampu menolong kalian dari azab Allah sedikit pun, (Jika kalian menghendaki sesuatu dariku maka) mintalah hartaku sesuka kalian”.
Di antara semua kerabat, Shafiyyah dan putranya, Zubair bin Awwam, menjadi golongan orang-orang yang pertama memeluk Islam. Mereka adalah orang-orang yang turut berjuang bersama Rasulullah untuk menegakkan tauhid. Bersama Rasulullah, Shafiyyah dan kerabat lainnya menghadapi pertentangan dari kaum kafir Quraisy.
Shafiyyah juga menjadi kerabat Rasulullah yang ikut hijrah ke Madinah. Bersama putranya, ia meninggalkan Makkah dan menuju kota yang memberi harapan lebih baik.
Dirangkum dari Kitab 'Nisaa' Haular Rasul' karya Mahmud Mahdi Al-Istambuli dan Musthafa Abu Nashr Asy-Syalabi, dijelaskan bahwa Shafiyyah adalah seorang putri dari keluarga terpandang , Abdul Muththalib seorang pembesar Quraisy yang terkenal. Ibu dari Shafiyyah adalah Halah binti Wahab, saudara kandung ibu Rasulullah, Aminah binti Wahab. Ibunda Shafiyyah juga dikenal sebagai putri dari keluarga terpandang.
(Baca juga : Pentingnya Mengajarkan Adab Makan Kepada Anak )
Karena dibesarkan di lingkungan yang baik, Shafiyyah tumbuh menjadi wanita mulia. Ia pernah mendapat tugas mulia, yaitu menjamu para jamaah haji yang datang ke Mekkah. Shafiyyah juga dikenal sebagai wanita cerdas. Ia menguasai ilmu sastra dengan baik, sehingga tutur bahasanya mencerminkan kaum terpelajar . Selain itu, Shafiyyah juga mahir menunggang kuda dan dikenal sebagai wanita pemberani.
Shafiyyah menikah dengan Al Harits bin Harb, suami pertamanya yang kemudian meninggal. Setelah itu, Shafiyyah menikah dengan Al ‘Awwam bin Khuwalid, saudara kandung dari Khadijah binti Khuwalid, Istri pertama Rasulullah. Dengan Al ‘Awwam, Shafiyyah dikaruniai seorang putra bernama Zubair bin Al ‘Awwam.
Di tahun-tahun awal kenabian , Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyeru kerabatnya dan berdakwah tentang tauhid. Seruan Allah ini tercantum dalam surat Asy Syu’aro ayat 214. Allah berfirman, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”.
(Baca juga : Mengharapkan Pahala dari Setiap Aktivitas )
Rasulullah kemudian menyeru para kerabatnya dari atas bukit Shafa. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah berseru, “Wahai Fathmah binti Muhammad! Wahai Shafiyyah binti Abdul Muthalib! Wahai Bani Abdul Muththalib! Aku tidak mampu menolong kalian dari azab Allah sedikit pun, (Jika kalian menghendaki sesuatu dariku maka) mintalah hartaku sesuka kalian”.
Di antara semua kerabat, Shafiyyah dan putranya, Zubair bin Awwam, menjadi golongan orang-orang yang pertama memeluk Islam. Mereka adalah orang-orang yang turut berjuang bersama Rasulullah untuk menegakkan tauhid. Bersama Rasulullah, Shafiyyah dan kerabat lainnya menghadapi pertentangan dari kaum kafir Quraisy.
Shafiyyah juga menjadi kerabat Rasulullah yang ikut hijrah ke Madinah. Bersama putranya, ia meninggalkan Makkah dan menuju kota yang memberi harapan lebih baik.
Lihat Juga :