Bicara yang Baik Atau Diam!

Kamis, 02 Desember 2021 - 08:09 WIB
Pemimpin itu katanya didengar. Baik dalam makna positif (diikuti) atau dalam makna negatif (ditolak). Tapi Intinya kata-kata Pemimpin itu didengar oleh publik dan karenanya kerap menimbulkan perdebatan dan kekisruhan.

Contoh terdekat barangkali adalah Donald Trump. Sebelum menjadi Presiden Amerika Donald Trump sering memberikan statemen atau pernyataan-pernyataan yang kontroversial. Tapi ketika itu tidak terlalu menimbulkan "pubic damage" (kerusakan umum) yang terasa. Bahkan saya pernah berkesempatan menemuinya ketika memberikan statemen yang sangat tidak bersahabat dengan Islam. Tapi semua itu terasa biasa saja. Berlalu tanpa ada dampak yang terlalu berarti.

Berbeda ketika Trump telah terpilih jadi presiden. Kata-katanya walaupun itu nampak kecil ternyata memiliki dampak besar di benar banyak rakyat Amerika. Pernyataan Trump misalnya bahwa "Islam hates us" atau Islam membenci kita memiliki dampak yang berbeda antara sebelum dan sesudah menjadi seorang Pemimpin.

Saya masih dapat merasakan dampak negatif pernyataan Trump di saat telah menjadi Presiden. Begitu banyak warga Amerika yang mengambilnya secara hitam putih sehingga terbangun ketakutan, kecurigaan, bahkan ketakutan kepada agama ini secara berlebihan.

Di sinilah saya ingin mengingatkan kepada semua jajaran kepemimpinan di tanah air, baik di tingkat nasional maupun daerah, dan pada skala apapun untuk menjaga kata-kata (pernyataan). Karena begitu kata atau pernyataan itu keluar ke publik pastinya akan menjadi konsumsi publik pula. Dan itulah yang kemudian menimbulkan ragam kegelisahan, keresahan, kekisruhan bahkan perdebatan yang membawa kepada permusuhan dan perpecahan.

Ada baiknya para pejabat negara untuk sadar bahwa dampak dari kata atau pernyataan itu menjadi pertanggung jawaban dunia akhirat. Di dunia akan direspon oleh publik. Dan di akhirat akan dipertanggung di hadapan yang Maha Pemilik Hari Pengadilan (MalikI Yaumiddin).

Para pemimpin sebaiknya menghayati peringatan Rasulullah: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat maka hendaknya berkata yang baik atau diam".

Baiknya diingatkan kembali: kerja, kerja, kerja! Jangan terlalu banyak ngomong. Apalagi tentang hal yang tidak didasari keilmuan yang cukup. Lelah bangsa ini dijadikan ribut oleh sebagian pejabatnya sendiri.

NYC Subway, 1 Desember 2021

Baca Juga: Inilah 10 Adab Berbicara Agar Lisan Terjaga
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!