alexametrics

Memanjangkan dan Memelihara Kuku yang Indah, Bolehkah?

loading...
Memanjangkan dan Memelihara Kuku yang Indah, Bolehkah?
Memelihara kuku yang sesuai syariat adalah memotong dan selalu membersihkannya dalam kurun waktu paling lama 40 hari. Foto ilustrasi/istimewa
Memiliki kuku panjang yang bersih, sehat dan cantik, tengah menjadi tren saat ini. Tak hanya dilakukan oleh kaum wanita saja, beberapa kaum pria pun juga sudah banyak yang memanjangkan dan memelihara kuku ini dengan berbagai alasan.

Kuku, kini banyak digunakan untuk menunjang penampilan agar seseorang terlihat lebih keren. Selain dipandang lebih cantik dan mempesona, kuku panjang juga memiliki perawatan khusus yang terkadang bisa menelan biaya sebagai ongkos perawatannya.

Namun, bagaimana Islam memandang tentang memelihara kuku panjang ini? Dalam Islam, semua permasalahan telah diatur dengan sedemikian rupa baik itu yang berasal dari Al-Qur’an maupun Al-Hadist. Dien kita adalah dinul fitrah (agama fitra), bersih, suci dan sempurna. Hal tersebut berlaku untuk semua bagian tubuh termasuk dengan kuku yang kita miliki. (Baca juga : Berhias untuk Salat Sangat Dianjurkan)

Dari hadis Nabawi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam (SAW) bersabda:



“Ada 5 perkara fitrah manusia yaitu: melakukan khitan, memotong kumis, mencukup bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku” (HR. Imam Bukhari 5891 dan Muslim 258).

Sedangkan dari hadis Aisyah radhiallahu’anha, Rasulullah bersabda bahwa “Ada 10 perkara fitrah manusia yaitu: memelihara jenggot, memotong kumis, istinsyaq atau menghirup air ke dalam lubang hidung, bersiwak, membasuh persendian, mencukur bulu kemaluan menurut islam, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, istinja’ atau cebok dengan menggunakan air”. Hadis tersebut diperkuat dengan Zakaria yang berkata “Aku lupa bahwasanya yang ke 10 adalah berkumur”. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i).



Imam Malik berkata :" Disunnahkan bagi perempuan memotong kuku dan mencukur bulu kemaluan, sebagaimana keduanya disunnahkan bagi laki-laki".

Barangsiapa yang tidak memotong kukunya, maka ia telah menyalahi fitrah dirinya yang telah ditetapkan oleh sang pencipta. Jika kuku-kuku yang kita miliki tidak dipotong. Maka hal tersebut dapat menimbulkan kotoran yang bisa saja menempel di bagian dalam kuku.

Selain itu, kuku yang panjang juga dapat menghalangi masuknya air wudhu ke dalam sela kuku bagian dalam. Jika hal tersebut terjadi maka bisa dikatakan wudhu seseorang menjadi tidak sah. Baca juga mengenai cara berwudhu yang benar .
halaman ke-1 dari 3
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-A’raf:96)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak