Armada Laut Utsmani Kian Perkasa Setelah Taklukkan Konstantinopel
Rabu, 22 Juli 2020 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Al-Fatih Kirim Hadiah dan Surat kepada Penguasa Makkah, Begini Isinya
Masa pemerintahan Sultan Muhammad Al-Fatih memiliki keistimewaan tersendiri dalam jumlah kekuatan pasukan. Ini terlihat dengan dibentuknya beragam pasukan. Dia membangun tempat industri militer untuk memenuhi kebutuhan pakaian militer, kebutuhan pelana, tameng, dan lainnya.
Dia juga membangun tempat-tempat logistik dan gudang senjata, sebagaimana dia juga membangun benteng-benteng di titik strategis secara militer. (Baca juga: Sembahyang Terakhir di Hagia Sophia, Kisah Haru Jelang Takluknya Konstantinopel )
Di sana dilakukan pengelompokan pasukan secara teliti dan rapi yang terdiri dari pasukan berkuda, pejalan kaki, pasukan pengawal meriam, dan pasukan-pasukan cadangan yang memberikan bantuan kepada pasukan tempur dari unsur-unsur logistik, misalnya bahan bakar, makanan, pakan hewan, membuat lumbung-lumbung makanan, dll.
Ada pula satu kelompok pasukan yang disebut dengan “Alghamajiah”. Tugas mereka adalah menggali tempat ranjau, menggali parit di bawah tanah ketika terjadi pengepungan kota. Ada juga pasukan air yang bertugas mensuplai air kepada tentara. (Baca juga: Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih Ubah Daratan Menjadi Lautan )
Pada masa pemerintahan Sultan Al-Fatih ini berkembang pesat akademi-akademi militer yang berhasil meluluskan alumni-alumni seperti para insinyur, dokter, ahli hewan, ahli ilmu-ilmu alam, dan masalah ruang.
Baca juga: Pecat Syaikh Kurani sebagai Hakim, Sultan Muhammad Al-Fatih Menyesal
Pasukan Utsmani dalam setiap peperangan selalu dibantu para tenaga ahli dan pakar. Inilah yang membuat pasukan Utsmani begitu terkenal di berbagai belahan dunia.
Sultan sangat berambisi mengembangkan pasukan darat dan armada laut. Terlebih ketika saat dilakukan serangan ke Konstantinopel. Waktu itu armada laut Utsmani memegang peranan besar dalam mengepung kota dari jalur darat dan laut. (Baca juga: Begini Cara Sultan Muhammad Al-Fatih Memuliakan Ulama )
Masa pemerintahan Sultan Muhammad Al-Fatih memiliki keistimewaan tersendiri dalam jumlah kekuatan pasukan. Ini terlihat dengan dibentuknya beragam pasukan. Dia membangun tempat industri militer untuk memenuhi kebutuhan pakaian militer, kebutuhan pelana, tameng, dan lainnya.
Dia juga membangun tempat-tempat logistik dan gudang senjata, sebagaimana dia juga membangun benteng-benteng di titik strategis secara militer. (Baca juga: Sembahyang Terakhir di Hagia Sophia, Kisah Haru Jelang Takluknya Konstantinopel )
Di sana dilakukan pengelompokan pasukan secara teliti dan rapi yang terdiri dari pasukan berkuda, pejalan kaki, pasukan pengawal meriam, dan pasukan-pasukan cadangan yang memberikan bantuan kepada pasukan tempur dari unsur-unsur logistik, misalnya bahan bakar, makanan, pakan hewan, membuat lumbung-lumbung makanan, dll.
Ada pula satu kelompok pasukan yang disebut dengan “Alghamajiah”. Tugas mereka adalah menggali tempat ranjau, menggali parit di bawah tanah ketika terjadi pengepungan kota. Ada juga pasukan air yang bertugas mensuplai air kepada tentara. (Baca juga: Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih Ubah Daratan Menjadi Lautan )
Pada masa pemerintahan Sultan Al-Fatih ini berkembang pesat akademi-akademi militer yang berhasil meluluskan alumni-alumni seperti para insinyur, dokter, ahli hewan, ahli ilmu-ilmu alam, dan masalah ruang.
Baca juga: Pecat Syaikh Kurani sebagai Hakim, Sultan Muhammad Al-Fatih Menyesal
Pasukan Utsmani dalam setiap peperangan selalu dibantu para tenaga ahli dan pakar. Inilah yang membuat pasukan Utsmani begitu terkenal di berbagai belahan dunia.
Sultan sangat berambisi mengembangkan pasukan darat dan armada laut. Terlebih ketika saat dilakukan serangan ke Konstantinopel. Waktu itu armada laut Utsmani memegang peranan besar dalam mengepung kota dari jalur darat dan laut. (Baca juga: Begini Cara Sultan Muhammad Al-Fatih Memuliakan Ulama )
(mhy)
Lihat Juga :