Kisah Rasulullah SAW

Renovasi Ka'bah dan Cara Nabi Mempersatukan Tokoh-Tokoh Quraisy

loading...
Renovasi Kabah dan Cara Nabi Mempersatukan Tokoh-Tokoh Quraisy
Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan. Foto/Ilustrasi/Ist
NABI Muhammad menikahi Siti Khadijah dengan emas kawin 20 ekor unta muda. "Kalau diuangkan sekarang, satu ekor rata-rata harganya Rp55 juta. Belum lagi ditambah beberapa keping emas. Total lamaran Nabi Rp1,3 miliar," ujar Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah, Malang, Gus Ach Dhofir Zuhry. (Baca juga: Masya Allah, Mahar Nabi Kepada Khadijah Ternyata Rp1,3 Miliar)

Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad menuturkan setelah menikah, Nabi Muhammad pindah ke rumah Siti Khadijah dalam memulai hidup barunya itu. “Hidup suami-isteri dan ibu-bapak, saling mencintai cinta sebagai pemuda berumur duapuluh lima tahun,” ujarnya.

Menurut Haekal, Nabi Muhammad tidak mengenal nafsu muda yang tak terkendalikan, juga tidak mengenal cinta buta yang dimulai seolah nyala api yang melonjak-lonjak untuk kemudian padam kembali. (Baca juga: Saat Abu Thalib Melamar Pekerjaan untuk Keponakannya kepada Khadijah)

Dari perkawinannya dengan Siti Khadijah, Nabi Muhammad beroleh beberapa orang anak, laki-laki dan perempuan. Hanya saja, dua puteranya, al-Qasim dan Abdullah at-Tahir at-Tayyib, meninggal saat masih kecil. Anak-anak yang masih hidup semua perempuan.



“Bijaksana sekali ia terhadap anak-anaknya dan sangat lemah-lembut. Merekapun sangat setia dan hormat kepadanya,” lanjut Haekal.

Nabi Muhammad yang telah mendapat kurnia Tuhan dalam perkawinannya dengan Siti Khadijah itu berada dalam kedudukan yang tinggi dan harta yang cukup. Seluruh penduduk Makkah memandangnya dengan rasa gembira dan hormat. Mereka melihat karunia Tuhan yang diberikan kepadanya serta harapan akan membawa turunan yang baik dengan Siti Khadijah. Tetapi semua itu tidak mengurangi pergaulannya dengan mereka. (Baca juga: Kisah Khadijah Jatuh Cinta pada Rasulullah)

Dalam hidup sehari-hari dengan mereka partisipasinya tetap seperti sediakala. Bahkan beliau lebih dihormati lagi di tengah-tengah mereka itu. Sifatnya yang sangat rendah hati lebih kentara lagi. Bila ada yang mengajaknya bicara ia mendengarkan hati-hati sekali tanpa menoleh kepada orang lain. Tidak saja mendengarkan kepada yang mengajaknya bicara, bahkan ia memutarkan seluruh badannya. (Baca Juga: Masya Allah! Indahnya Bentuk Tubuh Rasulullah SAW)



“Bicaranya sedikit sekali, lebih banyak ia mendengarkan. Bila bicara selalu bersungguh-sungguh, tapi sungguhpun begitu iapun tidak melupakan ikut membuat humor dan bersenda-gurau, tapi yang dikatakannya itu selalu yang sebenarnya,” lanjut Haekal.
halaman ke-1 dari 6
cover top ayah
اَتَاۡمُرُوۡنَ النَّاسَ بِالۡبِرِّ وَتَنۡسَوۡنَ اَنۡفُسَكُمۡ وَاَنۡتُمۡ تَتۡلُوۡنَ الۡكِتٰبَ‌ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ‏
Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?

(QS. Al-Baqarah:44)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video