alexametrics

Terapi Hati Kala Dilanda Kegelisahan

loading...
Terapi Hati Kala Dilanda Kegelisahan
Sebagai seorang manusia, sudah sewajarnya jika kita pernah merasakan hati dan pikiran yang gelisah. Foto ilustrasi/ist
Ujian hidup merupakan sunnatullah yang seringkali membuat hati gundah atau gelisah dan pikirannya tak konsentrasi. Sebagai seorang manusia, sudah sewajarnya jika kita pernah merasakan hati dan pikiran yang gelisah tersebut.

Namun hati dan pikiran yang gelisah tidak boleh terlalu lama dibiarkan karena dapat mengikis keimanan. Karena, hawa nafsu tak kalah sengit menggoda hati untuk condong pada kenikmatan sementara yang justru bisa membinasakannya.

Di sinilah peran doa sangat dibutuhkan untuk menguatkan iman dan membuat hati kokoh meski seribu satu masalah datang silih berganti. (Baca juga : Pentingnya Menanam Akidah Anak Sejak Usia Dini)

Ummu Salamah pernah ditanya, ”Wahai Ummu Salamah, doa apa yang sering dibaca oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam selama beliau berada di sisimu?”. Dia menjawab, ”Doa yang sering dibaca adalah : “Wahai Allah yang mampu membolak – balikkan hati, teguhkan hatiku berada di dalam agama-Mu“.



Dia berkata : “Saya bertanya kepada beliau, ”Wahai Rasulullah, betapa sering kau membaca doa itu”. Beliau menjawab :

يَا أُمُّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ أَ دَ مِيٌّ إِلاَّ وَقّلْبُهُ بَيْنَ أُُُصْبٍُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ فَمَنْ شَاءَ أَقاَ مَ وَمَنْ شاَءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أزَاغَ



“Wahai Ummu Salamah sesungguhnya tidaklah anak keturunan Adam ( manusia ) itu kecuali hatinya berada diantara dua jemari Allah. Kalau Dia mau akan Dia teguhkan dan kalau Dia mau akan Dia gelincirkan”. (HR Tirmidzi dan dia nilai hasan hadis ini)

Selain banyak berdoa, ada pula terapi lain dari hati yang gelisah ini. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut cara menenangkan hati menurut ajaran Islam.

1. Sabar
Tidak ada cara terbaik dalam menyelesaikan sebuah masalah selain dengan kesabaran.
Allah berfirman,
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَمَنۡ اَحۡسَنُ قَوۡلًا مِّمَّنۡ دَعَاۤ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِىۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ
Orang yang lebih baik perkataannya adalah orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan serta berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

(QS. Fussilat:33)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak