Khadijah binti Khuwailid, sang Cinta Abadi Rasulullah

Senin, 03 Agustus 2020 - 14:46 WIB
loading...
A A A
Namun, Allah menakdirkan kepedihan kepada Khadijah. Suaminya meninggal di usia bunda yang baru menginjak 20 tahun. Ia berwasiat agar anaknya jangan diasuh oleh orang lain. Dari wasiat tersebut Khadijah bertekad akan memperhatikan anak-anaknya dan juga perkerjaannya ( perdagangan ) dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Tekad inilah yang mengantarkan Khadijah menjadi Ibunda Makkah nantinya.

Akhirnya Khadijah kembali menikah dengan Atik bin Aziz. Dari pernikahan kedua ini lahir seorang putri bernama Hindun. Atik adalah pria yang keras dan tidak pernah puas, kekerasannya membuat Khadijah memutuskan pergi dari rumah bersama dua putra dan bayi perempuannya.

Membesarkan anak-anak dan mengurus perdagangan sendirian tidaklah mudah. Meskipun tekad kuatnya selalu membara, dalam hatinya ia merasa kesepian. Ia membutuhkan seorang pendamping setelah sekian tahun hidup menjanda. Hingga akhirnya ia bermimpi yang sama berulang kali. Dari mimpi tersebut, ada makna tersirat yang sang Khadijah dapat. Sebuah kisah cinta.

Kali ini, Khadijah ingin menyerahkan urusan perdagangan kepada orang lain. Pembantunya mengusulkan Abu Thalib dan keponakannya yang terkenal jujur dalam mengelola perdagangan. Namun, karena alasan sudah tua, akhirnya Abu Thalib menyuruh sang keponakan yang mengambil alih. Dengan perintah tersebut, pemuda yang akhirnya diketahui Khadijah sebagai Muhammad, pergi ke kediaman Khadijah. Kontrak kerja pun terjadi. Muhammad akan menjadi pemimpin kafilah dagangnya menuju Syam.

Ketika rombongan kafilah melewati rumahnya, Khadijah mencari-cari pemuda tersebut. Ia melihat pemuda itu yang paling bersinar di antara banyaknya kerumunan orang. Seketika, hati Khadijah berdebar-debar. Cahaya yang terpancar dari pemuda itu membawa ketenangan dan keteduhan bagi hatinya. Khadijah akhirnya menyadari bahwa ia telah jatuh hati pada pemuda tersebut. Pemuda yang masih menjadi kerabatnya.

Khadijah begitu memendam perasaannya. Ia tak ingin membiarkan orang lain tahu bahwa ia merindukan pemuda berawalan huruf mim itu. Ia begitu senang mendengarkan para pembantunya menceritakan kebaikan Muhammad. Baginya, semua benda yang berawalan “mim” membuat hatinya berdesir. Baginya, setiap pandangan yang ia lihat tertulis “mim” di sana. Baginya, awan di langit melukiskan huruf “mim” setiap saat. Baginya, angin yang menerpa dirinya akan membisikkan kata “mim“. Seolah-olah alam semesta begitu mengerti kerinduan Khadijah.

Tidak lama setelah kepulangan kafilah dagang yang dipimpin Muhammad, terjadilah pernikahan agung itu. Pernikahan antara “kha” dan “mim“. Bahkan seluruh jagad raya seperti ikut merayakan hari bahagia tersebut. (Baca juga : Sering Terbesit Pikiran yang Aneh-aneh? Waspadai Bisikan Setan )

Muhammad begitu dicintai Khadijah, ketiga anaknya, dan seluruh keluarganya. Darinya, lahirlah Qasim, putra pertama, yang sayangnya meninggal di usia belia. Ketika itu Zainab, putri pertama mereka, masih bayi. Kesedihan menyelimuti rumah dan seluruh keluarga Khadijah. Hari-hari sulit itu pun membuat Khadijah dan Muhammad semakin dekat. Sang Al Amin selalu menemani dan menghiburnya. Hingga peristiwa pengangkatan anak terjadi, anak istimewa itu adalah seorang budak bernama Zaid bin Haritsah. Setelah itu, lahirlah dua anak perempuan, Rukayah dan Ummu Kultsum. Lalu Fatimah lahir di masa menjelang kenabian.

Di akhir usia 30-an, Muhammad sering bertafakur ke gua Hira. Sendiri maupun bersama istrinya, Khadijah. Ia menjauhkan diri dari masyarakat dan kesibukan dunia. Muhammad mulai merasakan keanehan. Ia sering melihat dan mendengar hal yang membuatnya tak nyaman. Di saat seperti itu, Khadijah selalu menenangkan dengan mengucapkan kata-kata lembut.

Dan peristiwa turunnya wahyu pertama pun terjadi. Peristiwa yang membuat hati setiap orang beriman bergetar. Peristiwa abadi yang tak pernah bosan kita dengarkan.

“Selimuti aku, selimuti aku…,“ pinta Rasulullah ketika sampai di rumah.

Dengan penuh kasih sayang, Khadijah berusaha menenangkan suaminya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sosok 9 Muslimah yang...
Sosok 9 Muslimah yang Dijamin Jadi Penghuni Surga, Siapa Saja Mereka?
4 Wanita yang Dijamin...
4 Wanita yang Dijamin Masuk Surga, Siapa Mereka?
Bibi Nabi SAW Arwa Binti...
Bibi Nabi SAW Arwa Binti Abdul Muthalib, sang Pendakwah Cerdas yang Penuh Kelembutan
Siti Masyitoh, Muslimah...
Siti Masyitoh, Muslimah Saleha yang Wangi Makamnya Dipuji Rasulullah SAW
Mengenal 4 Wanita Mulia...
Mengenal 4 Wanita Mulia Pemimpin Bidadari Surga, Siapa Saja?
Makam Muslimah Ini Sangat...
Makam Muslimah Ini Sangat Harum Sampai Rasulullah Dibuat Kagum, Siapa Dia? Dan Apa Amalan yang Dilakukannya?
Rekomendasi
Laut Stabil, Hasil Riset...
Laut Stabil, Hasil Riset Minta Penduduk Bumi Harus Waspada
Diselimuti Jutaan Telur...
Diselimuti Jutaan Telur Raksasa, Gunung Berapi Bawah Laut Purba Ditemukan
Wanita Ini Temukan Harta...
Wanita Ini Temukan Harta Karun Besar Berusia 900 Tahun saat Jalan-jalan
Artikel Terkini
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved