Mantiqu't-Thair: Burung-Burung Berkumpul

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 06:55 WIB
loading...
A A A
Salam, o Pikau! Ketika dalam jiwamu kau mendengar perjanjian cinta ilahiat, jasad nafsumu menjawab dengan gusar dan tak senang. Pergunakanlah jasad nafsumu seperti keledai Nabi Isa , dan kemudian, seperti Al-Masih, bakar dirimu dengan cinta pada Al-Khalik. Bakar keledai ini dan ambil burung cinta, agar Ruh Tuhan hendaknya datang padamu dengan gembira.

Baca juga: Imam Al-Ghazali (1): Karya-Karyanya Tak Hanya Mendahului Zamannya

Salam, o Bulbul dari Taman Cinta! Perdengarkan nyanyi ratapmu yang timbul karena luka dan kepedihan cinta. Merataplah dengan manis, seperti Daud . Bukalah tenggorokanmu yang merdu dan nyanyilah tentang keruhanian. Dengan nyanyianmu tunjukkan insan jalan yang benar. Jadikan besi hatimu selembut lilin, maka kau pun akan serupa Daud, mesra dalam mencintai Tuhan.

Salam, o Merak dari Taman Berpintu Delapan! Kau telah menderita lantaran ular berkepala tujuh itu; karena dialah kau terusir dari Surga. Jika kau membebaskan dirimu dari ular yang menjijikkan ini, Adam akan membawamu ke Surga.

Salam, o Kuau Utama! Kau melihat apa yang jauh sayup, dan kau pun melihat mata-air nurani yang tercelup di lautan cahaya, sementara kau tinggal di sumur kegelapan dan penjara ketakpastian. Keluarlah kau dari sumur itu dan angkat kepalamu menengadah ke arasy Ilahi.

Baca juga: Imam Al-Ghazali (2): Tarekat sampai Untung dan Rugi )

Selamat, o, Tekukur yang mengadah lembut! Kau pergi dengan senang dan kembali dengan hati pilu ke penjara yang sesempit penjara Yunus . O, kau yang mengedar ke sana-sini bagai ikan, dapatkah kau tinggal merindu dendam? Potong kepala ikan ini agar dapat bermegah diri di puncak bulan.

Salam, o Merpati! Dendangkanlah nyanyianmu agar aku dapat menaburkan di seputarmu tujuh pinggan mutiara. Karena lengkung leher baju keimanan melingkar di lehermu, tak layak bagimu jika tak beriman. Bila kau menempuh jalan keinsafan, Khizr pun akan membawakan kau air hayat.

Baca juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali

Selamat datang, o Rajawali! Kau telah terbang, dan setelah mendurhaka terhadap tuanmu, kau pun menundukkan kepala! Baik-baiklah kau membawa diri. Kau terikat pada tubuh dunia ini, dan karena itu, jauh dari yang lain. Bila kau terbebas dari semesta dunia, kini dan nanti, kau akan ada di tangan Iskandar .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Kisah Sufi:  Fatima...
Kisah Sufi:  Fatima si Pemintal Mencari Suami
Kisah Sufi: Cara Menangkap...
Kisah Sufi: Cara Menangkap Kera Penggemar Buah Ceri
Kisah Sufi: Raksasa...
Kisah Sufi: Raksasa Perampok dan Guru Sufi
Kisah Setiap Tempat...
Kisah Setiap Tempat yang Dipijak Nabi Khidir Berubah Hijau
Kisah Sufi:  Penyusunan...
Kisah Sufi:  Penyusunan Tradisi, Bermula ketika Darwis Mengupas Bawang
Rekomendasi
Bangunan 13 Lantai di...
Bangunan 13 Lantai di Chili Tiba-tiba Ditelan Bumi
Fenomena Alam Tandai...
Fenomena Alam Tandai 2 Peristiwa Penting di Kerajaan Majapahit
Ahli Ungkap Semua Gempa...
Ahli Ungkap Semua Gempa di Jawa Berpotensi Menghancurkan dalam Sekejap Mata
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved