Pra-Islam: Orang-Orang Arab di Irak, Bekas Tawanan Raja Nebuchadnezzar II?

Kamis, 11 Januari 2024 - 15:18 WIB
loading...
Pra-Islam: Orang-Orang...
Orang-orang Arab yang mendirikan kota Anbar dan Hirah di Irak adalah para tawanan perang Raja Nebukhadnezzar II. Ilustrasi: Ist
A A A
Sebagian ahli sejarah berpendapat orang-orang Arab yang mendirikan kota Anbar dan Hirah di Irak adalah para tawanan perang Raja Nebukhadnezzar II.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Abu Bakr As-Siddiq" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (PT Pustaka Litera AntarNusa, 1987) mengatakan para tawanan itu ditempatkan di Pantai Furat yang kemudian membangun kota Anbar itu. "Setelah kemudian mereka dipindahkan dari Anbar ke selatan, mereka mendirikan kota Hirah," ujarnya.

Haekal juga menyebut versi lain. Menurut para sejarawan, kaisar Romawi , Philip, adalah orang Arab dari Banu Samaiza', orang Arab pertama yang pindah ke Syam yang pernah dikenal sejarah.

"Sebelum menaiki takhta kekaisaran dia adalah pemimpin bandit, meminjam istilah orang Barat, dan pemimpin kabilah yang suka berperang, menurut istilah orang Arab," katanya.

Baca juga: Arab Pra-Islam: Misionaris Nasrani dan Sepak Terjang Abrahah

Ini merupakan kedudukan orang Arab tertinggi yang tinggal di Syam, kendati tak sampai mereka meninggalkan nilai-nilai daerahnya di pedalaman dan melebur ke dalam peradaban Romawi.

Adapun orang-orang Arab yang tinggal di perbatasan Irak, mereka menetap di pedalaman dan tak mau mempertaruhkan diri masuk ke daerah Sungai Furat, supaya jangan berada di bawah kekuasaan Persia .

Mereka bertahan dengan keadaan mereka sampai pada waktu Persia menjadi ajang pemberontakan dan perang saudara, yang menyebabkan raja-raja Persia akhirnya berhubungan dengan pemimpin-pemimpin golongan di sana.

Mereka ini akhirnya memperoleh kemenangan dan mampu menguasai Persia. Mereka masing-masing mendapat bagian. Ini memberi kesempatan kepada pihak Arab memasuki daerah Furat. Di pantai sungai ini mereka mendirikan kota Anbar, kemudian mendirikan kota Hirah.

"Bukan tidak mungkin kabilah-kabilah Arab itu berasal dari tawanan-tawanan perang yang dibawa oleh Persia ketika pertama kali mereka menyerang bagian selatan Semenanjung Arab itu," tutur Haekal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Rekomendasi
5 Fakta Pulau Bergerak...
5 Fakta Pulau Bergerak di Danau Chippewa Amerika Serikat, Bisa Didorong dengan Perahu
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda...
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda Awal Kepunahan Ganda di Bumi
Mengenal Selat Gibraltar,...
Mengenal Selat Gibraltar, Laut Dua Warna yang Disebutkan dalam Al Quran
Artikel Terkini
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Infografis
Lima Orang Pemilik Kekayaan...
Lima Orang Pemilik Kekayaan Terbanyak di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved