Mukjizat Turun Ketika Pasukan Muslim Perangi Kaum Murtad di Bahrain

Kamis, 13 Agustus 2020 - 13:03 WIB
loading...
Mukjizat Turun Ketika...
Ilustrasi/Ist
A A A
BAHRAIN merupakan sekeping tanah sempit menyusuri pantai Hajar di Teluk Persia yang memanjang dari Qatif ke Oman . Di sana sini padang pasir hampir bersambung dengan laut Teluk, sedang di bagian hulu bersambung dengan Yamamah, yang hanya dipisahkan oleh bukit barisan yang mudah dilewati bila menurun. (Baca juga: Ini Dia, Nabi Palsu yang Ditinggalkan Pengikutnya Saat Perang Berkecamuk )

Banu Bakar dan Banu Abdul Qais dari kabilah Rabi'ah tinggal di Bahrain ini dan di Hajar. Bersama mereka tinggal pula sekelompok pedagang dari India dan Persia dan mereka menempati bandar-bandar di muara Sungai Furat ke Aden.

Mereka sudah bersanak semenda dengan penduduk setempat dan sudah beranak pinak. (Baca juga: 11 Brigade Basmi Kaum Murtad, Khalid Bin Walid Pimpin Brigade Pertama )

Raja kawasan itu, al-Munzir bin Sawa al-Abdi, seorang Nasrani , sudah memeluk Islam ketika diajak oleh Ala' bin al-Hadrami yang pada tahun kesembilan Hijri diutus oleh Nabi ke Bahrain.

Sesudah masuk Islam pun al-Munzir ini tetap sebagai raja atas kaumnya itu. Dia mengajak orang menganut Islam seperti yang dilakukan oleh Jarud bin Mu'alla al-Abdi. Jarud ini pernah datang kepada Nabi di Madinah , ia masuk Islam dan mendalami ajaran agama . Kemudian ia kembali ke kabilahnya, mengajak mereka masuk ke dalam agama yang benar ini sambil mengajarkan seluk beluk agama kepada mereka.

Baca juga: Kontroversi Usamah, Panglima Perang yang Masih Belia ( 1 ), ( 2 ), dan ( 3 )

Al-Munzir bin Sawa wafat dalam bulan yang sama ketika Nabi wafat. Setelah itu penduduk Bahrain berbalik jadi murtad semua, tak berbeda dengan daerah-daerah lain di Semenanjung itu, yang juga murtad.

Pergolakan karena pemurtadan ini menyebabkan Ala' bin al-Hadrami lari dari Bahrain, begitu juga utusan-utusan Nabi yang lain lari dari daerah-daerah yang murtad itu. Tetapi Jarud al-Abdi tetap bertahan dalam keislamannya, bahkan ketika ia menanyakan kepada kabilahnya apa sebab mereka murtad, mereka menjawab: Kalau Muhammad seorang nabi ia tak akan mati.

“Kamu tahu,” kata Jarud, “Dulu nabi-nabi itu banyak, apa yang terjadi? Bahwa Muhammad Sallallahu 'alaihi wa sallam juga wafat seperti para nabi sebelumnya itu,” jelas Jarud pula. “Aku bersaksi, tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya.”

Mereka semua pun mengucapkan kalimat syahadat itu dan mereka kembali dan bertahan dengan Islam. Kembalinya Banu Abdul Qais tidak merintangi penduduk Bahrain dari pemurtadannya.

Dengan dipimpin oleh al-Hutam bin Dabi'ah, saudara Banu Qais bin Sa'labah bahkan mereka yang tetap kukuh itu berkumpul dan mengembalikan kerajaan kepada keluarga al-Munzir. Sebagai rajanya mereka menobatkan al-Munzir bin Nu'man al-Munzir al-Garur (yang menyesatkan).

Mereka berusaha agar Jarud dan pengikut-pengikutnya meninggalkan Islam. Tetapi segala usaha mereka tak berhasil. Melihat keadaan demikian, Hutam pergi ke Qatif dan ke Hajar. Ia berusaha membujuk warga keturunan Persia kedua tempat itu, dan merangkul mereka yang belum masuk Islam. Ia mengepung Jarud dan sahabat-sahabatnya yang lain di kawasan Juwasa, dengan mendapat bantuan dari Persia dan istananya.

Mereka mengepung Jarud dan sahabat-sahabatnya demikian rupa sehingga mereka hampir mati kelaparan. Sungguhpun begitu tak seorang pun dari mereka yang keluar dari Islam.

Sementara itu Khalifah Abu Bakar sudah mengutus Ala' bin Hadrami kembali ke Bahrain memimpin sebuah brigade dari kesebelas brigade untuk menghadapi golongan murtad tersebut. Keberangkatan Ala' ini setelah Khalid bin Walid dapat menumpas Musailimah dan pengikut-pengikutnya.

Muhammad Husain Haekal dalam As-Siddiq Abu Bakr menyebut saat melalui Yamamah mereka yang sudah kembali kepada Islam cepat-cepat bergabung kepada Ala'. Dari kalangan Muslimin kemudian menyusul Sumamah bin Asal dan kaumnya, Qais bin Asim al-Minqari dan sekian banyak lagi di Yaman dan kabilah-kabilah lain yang sudah merasa bahwa kekuatan dan kekuasaan Muslimin tak dapat tidak akan kembali seperti sediakala.

Tidak heran kalau begitu! Haekal mengatakan pada setiap bangsa dan zaman manusia cenderung pada yang kuat, sebab mereka menduga bahwa kebenaran dan kekuatan itu saling menopang. Segala yang dasarnya ketidakadilan dan kezaliman, menurut hemat mereka tak akan dapat berdiri. Sebelum dulu bergabung dengan Ala', Qais bin Asim dan kaumnya termasuk orang yang enggan mengeluarkan zakat dan sedekah. Tatkala Ala' singgah di Yamamah sesudah kemenangan Khalid, Qais kembali kepada Islam dan mau mengumpulkan zakat dan menyerahkannya kepada Ala', la sudah membatalkan niatnya semula dan bersama-sama dengan Ala' menghadapi Bahrain.

Bersama pasukannya, Ala' meluncur terus mengarungi gurun Dahna' ke tempat tujuannya. Setelah malam tiba ia memerintahkan pasukannya berhenti dan turun dari kendaraan agar tidak tersesat di padang pasir. Sesudah mereka berhenti, unta-unta itu terpencar di Sahara dan kabur bersama persediaan makanan dan minuman yang dibawanya. Tak ada lagi yang akan mereka makan atau minum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Karomah Khalid bin Walid,...
Karomah Khalid bin Walid, Si Pedang Allah yang Tak Mempan Diracun
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
9 Mukjizat Nabi Isa...
9 Mukjizat Nabi Isa AS dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Kisah Sahabat Nabi:...
Kisah Sahabat Nabi: Keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq dan Anjing yang Bisa Bicara
Rekomendasi
Deretan Ilmuwan Penemu...
Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam
Makhluk Misterius Ini...
Makhluk Misterius Ini Ditemukan di Jurang Bawah Laut
Megastruktur Berusia...
Megastruktur Berusia 11.000 Tahun Ditemukan di Bawah Laut Baltik
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Berteduh di Bawah Flyover...
Berteduh di Bawah Flyover Ketika Hujan, Pengendara Bakal Ditilang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved