Subhanallah! Kisah Sehelai Rambut Jatuh dan Semangkuk Madu

loading...
Subhanallah! Kisah Sehelai Rambut Jatuh dan Semangkuk Madu
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sultan Fatah Semarang Ustaz Saeful Huda (tengah) sebelum memulai kajiannya di musalla Ponpes Sultan Fatah Semarang. Foto/Istimewa
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sultan Fatah Semarang Ustaz Saeful Huda menceritakan kisah sehelai rambut jatuh ketika Sayyidah Fathimah RA menjamu Rasulullah SAW dan para sahabat mulia. Kisah ini sangat menakjubkan karena terkandung hikmah dan pelajaran berharga.

Dikisahkan, suatu hari Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar RA dan Sayyidina Utsman RA datang bertamu ke rumah Sayyidina Ali RA. Di sana mereka dijamu oleh Sayyidah Fathimah putri Rasulullah SAW sekaligus istri Sayyidina Ali RA. Sayyidah Fathimah menghidangkan semangkuk madu kepada mereka. Ketika mangkuk itu diletakkan, sehelai rambut jatuh melayang di dekat mereka. (Baca Juga: Kisah Para Ulama Mendidik Muridnya dengan Cara yang Unik)

Melihat itu, Rasulullah SAW segera meminta para sahabatnya untuk membuat perumpamaan terhadap ketiga benda itu yaitu: "Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut".

Sayyidina Abu Bakar mendapat giliran pertama dan berkata: "Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW tersenyum. Lalu berikutnya Beliau menyuruh Sayyidina Umar. Sayyidina Umar pun berujar: "Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Rajanya lebih manis dari madu dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut". (Baca Juga: Inilah Hadis Nabi yang Membuat Abu Hurairah Pingsan)



Rasulullah SAW kembali tersenyum lalu beliau berpaling kepada Sayyidina Utsman RA seraya mempersilakannya untuk membuat perumpamaan tiga benda di hadapan mereka itu. Sayyidina Utsman berkata: "Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu. Dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW kembali tersenyum kagum mendengar perumpamaan para sahabatnya. Beliau pun segera mempersilakan Sayyidina Ali untuk mengungkapkan kata-katanya. Sayyidina Ali berkata: "Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu itu lebih manis dari madu. Membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

Kemudian Rasulullah SAW segera mempersilakan putrinya Sayyidah Fathimah untuk membuat perbandingan tiga benda di hadapan mereka. Sayyidah Fathimah berkata: "Seorang perempuan itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Perempuan yang mengenakan purdah itu lebih manis dari madu. Dan mendapatkan seorang perempuan yang tak pernah dilihat orang lain kecuali mahramnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Setelah mendengarkan perumpamaan dari para sahabat Rasulullah SAW bersabda: "Seorang yang mendapat taufik untuk beramal lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Beramal dengan perbuatan baik itu lebih manis dari madu dan berbuat amal dengan ikhlas lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

Malaikat Jibril yang hadir bersama mereka pun tidak mau kalah. "Ya Rasulullah, aku juga ingin memberi perumpamaan." (Baca Juga: Kisah Jibril Menyamar di Majelis Nabi Muhammad, Begini Percakapannya)



Rasulullah SAW: "Silakan ya Jibril".

"Menegakkan pilar-pilar agama agama itu itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Meenyerahkan diri, harta dan waktu untuk agama lebih manis dari madu dan mempertahankan agama sampai akhir hayat itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut," kata Jibril.

Rasulullah SAW pun tersenyum setelah mendengar perumpamaan dari Malaikat Jibril.

Allah Ta'ala pun membuat perumpamaan melalui firman-Nya dalam Hadits Qudsi: "SURGA-KU itu lebih cantik dari MANGKUK YANG CANTIK itu, NIKMAT surga-KU itu lebih manis dari MADU, dan JALAN MENUJU surga-KU lebih sulit dari MENITI SEHELAI RAMBUT". (Baca Juga: Dialog Sang Guru yang Bikin Murid Menangis)

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
cover top ayah
اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلۡفُقَرَآءِ وَالۡمَسٰكِيۡنِ وَالۡعٰمِلِيۡنَ عَلَيۡهَا وَالۡمُؤَلَّـفَةِ قُلُوۡبُهُمۡ وَفِى الرِّقَابِ وَالۡغٰرِمِيۡنَ وَفِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَابۡنِ السَّبِيۡلِ‌ؕ فَرِيۡضَةً مِّنَ اللّٰهِ‌ؕ وَاللّٰهُ عَلِيۡمٌ حَكِيۡمٌ
Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

(QS. At-Taubah:60)
cover bottom ayah
preload video