Ramadan Warga Suriah: Tinggal di Rumah yang Hancur Akibat Bom

Kamis, 21 Maret 2024 - 15:52 WIB
loading...
Ramadan Warga Suriah:...
Selama Ramadan, kami senang memasak dan menikmati suasana Ramadan yang indah, namun perang telah melelahkan kami. Foto/Ilustrasi: Arab News
A A A
Warga Suriah barat laut merayakan Ramadan di rumah mereka yang hancur akibat bom dengan latar belakang krisis ekonomi yang mengerikan; harga sewa yang melonjak, dan perang saudara yang telah berlangsung selama 13 tahun.

Selama bulan suci, umat Islam tantangan yang dihadapi muslim Suriah semakin meningkat. “Tahun ini jauh lebih sulit karena listrik dan air tidak tersedia di gedung-gedung ini, dan kami tidak dapat menyediakan peralatan memasak,” kata Ibrahim Qaq, 48 tahun, kepada Arab News.

“Kami khawatir rumah ini akan roboh dalam sekejap karena seluruh dindingnya retak akibat serangan udara sebelumnya. Jika terjadi gempa bumi atau pemboman dahsyat, rumah ini bisa runtuh.”

Baca juga: Misi Politik Kemanusiaan Ramadan

Qaq mengungsi dari kota Maarat Al-Numan lima tahun lalu dan berpindah ke kamp pengungsi di barat laut Suriah sebelum menetap di kota Jericho, di selatan Idlib.

Delapan bulan yang lalu, harga sewanya naik dari $25 menjadi $40, memaksanya untuk memindahkan keluarganya ke sebuah rumah kosong dekat garis depan perang saudara yang telah rusak akibat serangan udara.

Ancaman bom dan rudal setiap hari membayangi Qaq dan keluarganya. Namun, ia mengatakan alternatifnya, kembali ke kamp pengungsi , akan lebih buruk lagi, karena tenda yang dihuni para penghuninya terkena cuaca buruk selama musim dingin dan musim panas.

Istrinya, Fatima Umm Zakaria, mengatakan: “Kami menjadi takut akan datangnya bulan Ramadan karena membutuhkan banyak biaya yang tidak mampu kami tanggung karena kami tidak memiliki sumber pendapatan tetap dan kami kehilangan semua uang yang kami miliki.

“Selama Ramadan, kami senang memasak dan menikmati suasana Ramadan yang indah, namun perang telah melelahkan kami.”

Krisis ekonomi dan kemanusiaan yang semakin memburuk, ditambah dengan dampak perang saudara yang sedang berlangsung, juga telah memaksa generasi muda di barat laut Suriah, termasuk anak-anak Qaq, untuk mengesampingkan impian mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Puasa Itu, Rahasia antara...
Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!
Sidang Isbat Jadi Penentu...
Sidang Isbat Jadi Penentu Awal Puasa 1447 H, Begini Penjelasan Kemenag
Hasil Falakiyah Ponpes...
Hasil Falakiyah Ponpes di Jatim Tetapkan Awal Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
Hari Ini Kemenag Gelar...
Hari Ini Kemenag Gelar Pemantauan Hilal dan Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2026
10 Dalil Tentang Puasa...
10 Dalil Tentang Puasa yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Rekomendasi
Banjir Terbesar dalam...
Banjir Terbesar dalam Sejarah Dunia Diklaim Ciptakan Laut Mediterania
60 Spesies Baru Ditemukan...
60 Spesies Baru Ditemukan di Bawah Laut Pulau Paskah
Fenomena Matahari di...
Fenomena Matahari di Swedia Bisa Dilihat hampr 24 Jam
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved