Mengapa Nashruddin Menunggang Keledai Secara Terbalik?

Kamis, 27 Agustus 2020 - 08:41 WIB
loading...
A A A
Dengan konstruksi yang sama, sufisme tidak bisa diajarkan. Ia tidak bisa bersandar pada peniadaan sistem-sistem lainnya dan menawarkan suatu pengganti, atau suatu sistem yang lebih masuk akal. Sebab ajaran Sufi hanya secara parsial dinyatakan dalam kata-kata, ia tidak pernah mencoba menyerang sistem-sistem filsafat dengan istilahnya sendiri.

Usaha melakukan hal itu agar sufisme sesuai dengan artifisialitas-artifisialitas -- adalah suatu kemustahilan. Melalui kandungannya sendiri, metafisika tidak bisa didekati dengan cara ini, maka sufisme bersandar pada dampak gabungan -- penyebaran "yang berserakan". Baca juga: Mullah Nashruddin Masuk Jebakan Kepala Biara

Calon Sufi mungkin dipersiapkan atau secara parsial dicerahkan oleh Nashruddin. Tetapi untuk "mematangkan" diri, ia harus terlibat dalam kerja praktis dan mengambil manfaat dari kehadiran nyata seorang guru dan di antara sufi lainnya. Sesuatu lainnya adalah mengacu pada istilah kesalehan, "Mencoba mengirim ciuman melalui utusan pribadi". Ini memang sebuah ciuman, tetapi ia bukan yang dimaksudkan.

Jika sufisme diterima sebagai metodologi yang dengannya petunjuk-petunjuk dari guru keagamaan bisa diberikan pengungkapan sejatinya, maka bagaimana seorang calon sufi bisa menemukan sumber pengajaran bagi seorang pengajar yang harus ia miliki?

Guru sejati tidak bisa mencegah pertumbuhan dan perkembangan dari sekolah-sekolah [aliran-aliran] yang dianggap sebagai sekolah mistis yang menerima para murid dan menyebarkan versi palsu dari ajaran pencerahan. Lebih sulit, jika kita melihat fakta-fakta tersebut secara obyektif, adalah sedikitnya kemampuan untuk membedakan antara suatu sekolah sejati dan yang palsu. "Koin palsu hanya ada karena terdapat sesuatu yang asli seperti halnya emas asli", menjadi berlaku dalam ajaran Sufi -- tetapi bagaimana yang sejati bisa dibedakan dari yang palsu oleh seseorang yang tidak memiliki pelatihan untuk hal itu?

Baca juga: Mullah Nashruddin Membawa Sapi Tua ke Sebuah Lomba Pacuan Kuda

Sang pemula (murid) terselamatkan dari ketidakpekaan menyeluruh, sebab di dalam dirinya terdapat suatu kemampuan dasar untuk bereaksi terhadap "emas sejati". Dan sang guru, dengan mengenali kapasitas batin tersebut, akan mampu menggunakannya sebagai piranti penerimaan tanda-tandanya.

Adalah benar, dalam tahapan-tahapan awal, tanda-tanda tersebut disampaikan oleh guru yang harus diatur dengan cara sedemikian rupa, lantas dipersepsikan secara tidak memadai dan secara mekanis mungkin menyesatkan penerima. Tetapi kombinasi dari dua unsur tersebut akan memberikan suatu dasar bagi suatu pengaturan kerja.

Pada tahapan ini guru sampai pada tingkatan yang harus menandai waktu. Beberapa cerita Nashruddin, sebagai tambahan bagi nilai hiburannya, menekankan adanya ketidakharmonisan yang terjadi pada awal tahapan antara guru dan murid yang memenuhi periode persiapan: (Baca juga: Mullah Nashruddin Belajar dari Seorang Pendeta tentang Meditasi )

Cara Kompromi
Sejumlah calon murid pada satu hari mendatangi Nashruddin dan memintanya untuk memberikan pelajaran kepada mereka, "Baiklah," ucap Nashruddin, "Ikuti aku ke ruang pertemuan!"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Begini Kondisi Bumi...
Begini Kondisi Bumi saat Es Antartika Seluruhnya Mencair
Jejak Kaum Ad yang Berhasil...
Jejak Kaum Ad yang Berhasil Ditemukan Ilmuwan seperti Dijelaskan dalam Al Quran
Goliath Manusia Raksasa...
Goliath Manusia Raksasa yang Identik dengan Umat Nabi Daud
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Ilmuwan - Ilmuwan Muslimah...
Ilmuwan - Ilmuwan Muslimah Yang Karyanya Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved