alexametrics

Penghormatan Imam Malik kepada Rasulullah SAW

loading...
Penghormatan Imam Malik kepada Rasulullah SAW
Ustaz Miftah el-banjary (kanan) ketika mengunjungi ulama asal Mesir Syeikh Ahmad Al-Misri di Srengseng, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
Ustaz Miftah El-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an

Imam Malik bin Anas dikenal sebagai seorang ulama besar dan pakar hadis di Kota Madinah pada masa Tabi'in. Beliau masih sempat berjumpa dan berguru kepada para sahabat, di antaranya Imam Nafi'i.

Imam Malik bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbahi. Beliau lahir di Madinah pada tahun 712 M dan wafat tahun 796 M. Berasal dari keluarga Arab terhormat dan berstatus sosial tinggi. Leluhurnya berasal dari Yaman dan hijrah ke Madinah. Kakeknya, Abu Amir, adalah salah satu anggota keluarga pertama yang memeluk Islam pada tahun 2 Hijriyah.



Imam Malik sangat mengagungkan dan memuliakan hadis-hadis Rasulullah, sampai-sampai beliau tidak pernah meriwayatkan satu hadis pun, melainkan sebelumnya beliau telah berwudhu, merapikan pakaian dan jenggotnya serta memakai wewangian.

Rasa takzim dan hormat Imam Malik beliau tunjukkan saat meriwayatkan hadis dengan selalu duduk tasyahud sebagai dan tidak merubah posisinya hingga akhir mengajar. Sampai suatu ketika, beliau berkata pada muridnya, "Lihatlah ada apa di punggungku?"

Setelah dilihat, ternyata ada seekor kalajengking di punggung Imam Malik bin Anas. Namun, hal itu tidak mengubah posisi beliau, hal itu disebabkan sedemikian takzimnya beliau kepada hadis-hadis Rasulullah SAW yang ada di hadapannya. Masya Allah!

Imam Malik pernah berkata, "Sepanjang hidupku aku tidak pernah menunggangi kuda atau unta di atas Kota Madinah. Sebab aku malu aku berada di atas kendaraan, sedangkan di bawahnya ada terdapat jasad agung baginda Rasulullah SAW."

Hal ini menunjukkan adab dan akhlak yang tinggi dari seorang yang paling alim di Kota Madinah. Patutlah Allah angkat serta muliakan derajat beliau sebagai salah seorang imam mazhab. Sampai hari ini mazhabnya tersebar luas di Kota Haramain, Afrika dan sebagian wilayah di Jazirah Arabia. (Baca Juga: Ketinggian Adab Imam Syafi'i Terhadap Ahlul Bait Rasulullah)
(rhs)
cover top ayah
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوۡبَنَا بَعۡدَ اِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةً ‌ ۚ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡوَهَّابُ
(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

(QS. Ali 'Imran:8)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak