Kisah Tabiin Thawus bin Kaisan

Si Burung Merak Dzakhwan bin Kaisan, Tak Pikun di Usia Lebih 100 Tahun

loading...
Si Burung Merak Dzakhwan bin Kaisan, Tak Pikun di Usia Lebih 100 Tahun
Ilustrasi/Ist
TABIIN Dzakhwan bin Kaisan mendapat julukan Thawus (burung merak) karena dia laksana thawus bagi para fuqaha dan pemuka pada masanya. Tabiin ini mencapai usia lebih dari 100 tahun dan dia tidak pikun. Sepanjang hidupnya Thawus memberi nasehat dan mengajarkan Al-Quran. (Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini)

Ada kalanya Thawus bin Kaisan mendatangi para penguasa untuk memberikan petunjuk dan nasihat. Adakalanya dia mengecam dan membuat mereka menangis.

Putranya, Abdullah, bercerita, suatu ketika mereka berangkat dari Yaman untuk melaksanakan haji, kemudian singgah di suatu kota yang di sana ada seorang pejabat bernama Ibnu Najih. Dia adalah pejabat yang paling bejat, paling anti pati terhadap kebenaran dan paling banyak bergumul dalam lembah kebathilan. (Baca juga: Kisah Dzakhwan bin Kaisan Lepas dari Jebakan Rezim)

Setibanya di sana, mereka singgah di masjid kota itu untuk menunaikan salat fardhu. Ternyata Ibnu Najih sudah mendengar tentang kedatangan Thawus bin Kaisan sehingga dia datang ke masjid.

Dia duduk di samping Thawus dan memberi salam. “Namun ayahku tidak menjawab salamnya, bahkan memutar punggung membelakanginya. Kemudian dia menghampiri dari sisi kanan dan mengajak bicara, tetapi ayahku mengacuhkannya. Demikian pula ketika dia mencoba dari arah kiri,” tutur Abdullah, putranya itu. (Baca juga: Dzakhwan bin Kaisan: Si Burung Merak yang Tak Terbeli)

Sang putra pun mendatangi Ibnu Najih, memberi salam lalu berkata, “Mungkin ayah tidak mengenal Anda.”

“Ayahmu mengenalku, karena itulah dia bersikap demikian terhadapku,” jawabnya. Lalu dia pergi tanpa berkata apa-apa lagi…



Sesampainya di rumah, Thawus berkata, “Sungguh dungu kalian! Bila jauh kamu selalu mengecamnya dengan keras, tapi bila sudah berada di hadapannya, kalian tertunduk kepadanya. Bukankah itu yang dikatakan kemunafikan?” (Baca juga: Tabiin yang Sahid di Tangan Penguasa Kufah Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi)

Nasehat
Nasihat Thawus bin Kaisan tidak hanya khusus ditujukan untuk khalifah atau pejabat dan gubernur saja, melainkan juga kepada siapa saja yang dirasa perlu atau bagi mereka yang menginginkan nasihat-nasihatnya.

Atha bin Abi Rabah meriwayatkan, pernah suatu ketika Thawus bin Kaisan melihatnya dalam keadaan yang tak disukainya, lalu berkata, “Wahai Atha’, mengapa engkau mengutarakan kebutuhanmu kepada orang yang menutup pintunya di depanmu dan menempatkan penjaga-penjaga di rumahnya?” (Baca juga: Kisah Tabiin Cerdas Iyas Bin Mu’awiyah Al-Muzanni)

“Mintalah kepada yang sudi membuka pintu-Nya dan mengundangmu untuk datang, serta yang berjanji akan menepati janjinya.”



Thawus bin Kaisan pernah menasihati putranya, “Wahai putraku, bergaullah dengan orang-orang yang berakal karena engkau akan dimasukkan dalam golongan mereka. Jangan berteman dengan orang-orang bodoh, sebab bila engkau berteman dengan mereka, niscaya engkau akan dimasukkan dalam golongan mereka, walaupun engkau tidak seperti mereka. Ketahuilah, bagi segala sesuatu pasti ada puncaknya. Dan puncak derajat seseorang terletak pada kesempurnaan agama dan akhlaknya.” (Baca juga: Nasehat Mahal dan Menyentuh dari Tabiin Syaikh Ar-Rabi bin Khutsaim)
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

(QS. Al-Hujurat:6)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video