Jadikan Anak 'Periwayat' yang Baik Amalan Orang Tuanya
Senin, 21 September 2020 - 14:30 WIB
loading...
Segala aktifitas perbuatan dan perkataan anak bisa dirunut dari mana riwayatnya. Orang tua harus menjadi sumber keselamatan atau isi kebaikan bagi anak. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Anak adalah anugerah dari Allah Subhanahu wa ta'ala bagi para orang tua. Anak juga amanah dan perhiasan bagi mereka, sekaligus kebanggaan di kemudian hari. Namun di samping itu, anak juga bisa menjadi fitnah atau ujian, bahkan menjadi musuh bagi para orang tuanya. Semua itu, sangat bergantung pada proses pendidikan yang diterimanya.
Dalam perspektif Islam, pendidikan anak adalah proses mendidik, mengasuh, dan melatih jasmani dan rohani mereka yang dilakukan orang tua sebagai tanggung jawabnya terhadap anak dengan berlandaskan nilai baik dan terpuji bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Sistem pendidikan keluarga ini dipandang sebagai penentu masa depan anak. Sampai-sampai diibaratkan bahwa surga dan neraka anak tergantung terhadap orang tuanya Maksudnya adalah untuk melahirkan anak yang menjadi generasi insan yang rabbani yang beriman, bertaqwa dan beramal saleh adalah tanggungjawab orang tua.
(Baca juga : Siti Masyitoh : Pemilik Makam yang Harumnya Semerbak )
Sebagai amanah dari Allah Ta'ala yang harus dipertanggung-jawabkan oleh setiap orang tua dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Karena itu, pendidikan perlu dilihat sebagai suatu proses yang berkesambungan dan berkembang. Dan serentak dengan perkembangan individu seorang anak, ia memperlajari apa saja yang ada di lingkungannya.
Dengan kemahiran yang diperoleh anak akan mengaplikasikannya dalam konteks yang bermacam-macam dalam hidup kesehariannya disaat itu ataupun sebagai persiapan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.
Jika anak yang dididik mengikuti ajaran Islam maka orang tua akan memperoleh ganjaran pahala yang besar dari hasil ketaatan mereka. Dan perlu diingat, semua anak di usia perkembangannya adalah seorang 'prawi' atau periwayat yang hebat, dari apa yang meriwayatkan kepadanya.
(Baca juga : Nikmat Sakit dan Adab Menjalaninya )
Kenapa demikian? Semua anak terlahir dengan kesucian, namun orang-orang terdekatnyalah yang akan paling banyak memengaruhi 'ilmu' yang didapatkannya dalam kehidupan. Mulai dari lingkungan keluarga, bapak-ibunya, saudara, kakek-nenek, lingkungan sekolah dan tetangga di rumah. Merekalah sumber informasi ilmu anak.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Dalam perspektif Islam, pendidikan anak adalah proses mendidik, mengasuh, dan melatih jasmani dan rohani mereka yang dilakukan orang tua sebagai tanggung jawabnya terhadap anak dengan berlandaskan nilai baik dan terpuji bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Sistem pendidikan keluarga ini dipandang sebagai penentu masa depan anak. Sampai-sampai diibaratkan bahwa surga dan neraka anak tergantung terhadap orang tuanya Maksudnya adalah untuk melahirkan anak yang menjadi generasi insan yang rabbani yang beriman, bertaqwa dan beramal saleh adalah tanggungjawab orang tua.
(Baca juga : Siti Masyitoh : Pemilik Makam yang Harumnya Semerbak )
Sebagai amanah dari Allah Ta'ala yang harus dipertanggung-jawabkan oleh setiap orang tua dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Karena itu, pendidikan perlu dilihat sebagai suatu proses yang berkesambungan dan berkembang. Dan serentak dengan perkembangan individu seorang anak, ia memperlajari apa saja yang ada di lingkungannya.
Dengan kemahiran yang diperoleh anak akan mengaplikasikannya dalam konteks yang bermacam-macam dalam hidup kesehariannya disaat itu ataupun sebagai persiapan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.
Jika anak yang dididik mengikuti ajaran Islam maka orang tua akan memperoleh ganjaran pahala yang besar dari hasil ketaatan mereka. Dan perlu diingat, semua anak di usia perkembangannya adalah seorang 'prawi' atau periwayat yang hebat, dari apa yang meriwayatkan kepadanya.
(Baca juga : Nikmat Sakit dan Adab Menjalaninya )
Kenapa demikian? Semua anak terlahir dengan kesucian, namun orang-orang terdekatnyalah yang akan paling banyak memengaruhi 'ilmu' yang didapatkannya dalam kehidupan. Mulai dari lingkungan keluarga, bapak-ibunya, saudara, kakek-nenek, lingkungan sekolah dan tetangga di rumah. Merekalah sumber informasi ilmu anak.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Lihat Juga :