Punya Keinginan Tertentu? Baca Al-Fatihah 40 Kali Sehabis Salat Maghrib

loading...
Punya Keinginan Tertentu? Baca Al-Fatihah 40 Kali Sehabis Salat Maghrib
Ilustrasi/Ist/Miftah
AL-FATIHAH adalah nama surah pertama dalam Al-Quran, sekaligus induk atau ibunya Al-Quran (Ummul Qur’an). Al-Fatihah disebutkan oleh Allah SWT dari ayat-ayat Al-Quran yang lain, sebagai Assab’ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang). (Baca juga: Bolehkah Mengirim Al-Fatihah untuk Rasulullah SAW?)

Maksud dari kata Assab’ul Matsani adalah bahwa surah al-Fatihah yang jumlah ayatnya tujuh tersebut diucapkan berulang-ulang oleh kaum muslimin, dalam sehari semalam minimal sebanyak 17 kali bacaan sesuai dengan jumlah rakaat salat wajib. (Baca juga: Jangan Tinggalkan Surah Ar-Rahman, Ini Keutamaannya)

Itu terjadi karena al-Fatihah menjadi syarat sah dan tidak sahnya salat seseorang. Surah al-Fatihah adalah rukun dari salat, jadi tidak ada salat seseorang tanpa adanya Al-Fatihah.

Dalam hadis yang lain, disebutkan:

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدَ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ مِثْلَ أُمِّ الْقُرْآنِ وَهِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَهِيَ مَقْسُومَةٌ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Telah menceritakan kepada kami Al-Husain bin Huraits, telah menceritakan kepada kami Al-Fadhl bin Muusaa, dari ‘Abdul Hamiid bin Ja’far, dari Al-‘Alaa’ bin ‘Abdurrahman, dari Ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Ubay bin Ka’b -radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:



“Allah tidaklah menurunkan pada Taurat dan tidak juga pada Injil semisal Ummul Qur’an (Surat Al-Fatihah), dia adalah As-Sab’ul Matsaaniy (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan dia terbagi diantara Aku dan hambaKu, dan untuk hambaKu apa yang diminta.” [Jaami’ At-Tirmidziy no. 3125; Sunan An-Nasaa’iy no. 914; Musnad Ahmad no. 20589] – Shahih. Dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy rahimahullah dalam Shahiihul Jaami’ no. 5560.

Baca juga: Baca Surah Al-Baqarah untuk Usir Setan, Bisakah Cukup Rekaman?

Dalam Hadis Riwayat Bukhari disebutkan bahwa, Rasulullah SAW bersabda: “Alhamdulillah rabbil ‘alamin, adalah tujuh surat terbesar yang berisi pujian dan terus diulang, intisari dari Al-Qur’an yang mulia yang diturunkan kepadaku”.

Dan dijelaskan pula dalam Hadis Riwayat An-Nasaai bahwa, Rasulullah SAW bersabda: “Maukah engkau aku beritahu tentang ayat Al-Qur’an yang paling mulia, maka beliau membaca surat Al-Fatihah”. (Baca juga: Baca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, Ini Fadhilahnya)

Selain dinamai al-Fatihah, surah ini juga mempunyai nama-nama lain seperti Ummul Kitab (induk kitab), Assab’ul al-Matsani (tujuh yang diulang), Al-Wafiyah (yang sempurna), Asy-Syafiyah (yang menyembuhkan), dan Asy-Syifa’ (obat).



Surah Al-Fatihah diturunkan di Makkah terdiri dari tujuh ayat, menurut Imam asy-Syafi'i. Imam Malik menyebutnya enam ayat. Mereka yang berpendapat bahwa ayat surah Al-Fatihah hanya enam, tidak memasukkan basmalah bagian dari surah tersebut. (Baca juga: Surah Al-Ikhlas: 4 Ayat yang Bisa Menjadi Penyebab Seseorang Masuk Surga)

Jumlah huruf yang ada dalam surah al-Fatihah adalah 139 huruf, yang terangkai dalam 25 kata. Adapun unsur-unsur pokok yang terdapat dalam al-Fatihah adalah cerminan dari isi Al-Quran, sebagaimana al-Fatihah yang menjadi inti dari Al-Quran. Beberapa unsur pokok tersebut yakni tentang keimanan, hukum dan kisah-kisah.
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
اِذۡ يَتَلَقَّى الۡمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الۡيَمِيۡنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيۡدٌ
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.

(QS. Qaf:17)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video