Penaklukan Persia (13)

Kesalahan Fatal Kaisar Persia Memberi Hadiah Tanah Kepada Delegasi Muslim

loading...
Kesalahan Fatal Kaisar Persia Memberi Hadiah Tanah Kepada Delegasi Muslim
Ilustrasi/Ist
DELEGASI muslim tidak merasa takut karena kemarahan Kaisar Persia Yazdigird atau akan merasa gentar menghadapi ancamannya. Malah Asim bin Amr berdiri dan mengangkat sendiri tanah itu ke bahunya seraya berkata: "Sayalah pemimpin mereka!"

Lalu ia pergi membawa tanah itu keluar dari Iwan (balairung) Kisra. Setelah itu ia menaiki kudanya dan pergi bersama kawan-kawannya menuju Kadisiah. Begitu sampai ia menemui Sa’ad bin Abi Waqqash di benteng Fudaik dan menceritakan semua kejadian itu dan bagaimana sampai ia membawa tanah Persia itu seraya berkata: "Ini berita bagus. Allah telah memberikan kunci kerajaan mereka kepada kita." (Baca juga: Kisah Delegasi Muslim yang Kurus dan Kumal Itu Bertemu Kaisar Persia)

Selanjutnya Yazdigird memanggil pembesar-pembesarnya dan memanggil juga panglima perang tertinggi Persia, Rustum dari Sabat dengan menceritakan kepada mereka pertemuannya dengan delegasi Muslimin itu, dan katanya ia menganggap pemimpin mereka orang pandir, bodoh, karena telah membawa tanah di atas kepalanya. Kalau mau, dapat saja ia menyuruh orang lain.

Lalu kata Rustum bin Farrakhzad kepadanya: Dia tidak pandir, juga bukan pemimpin mereka. Tetapi dia bermaksud mempertaruhkan diri demi masyarakatnya. Dari apa yang didengarnya itu Rustum kemudian meramal. Dia keluar dari tempat Raja dengan perasaan marah bercampur sedih. Soalnya, karena dia seorang peramal bintang-bintang sudah menunjukkan, bahwa orang-orang yang keluar dari Mada'in membawa tanahnya berarti mereka keluar akan membawa bumi Persia. (Baca juga: Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia)

Untuk menjaga akibat ramalan ini, setelah mereka pergi ia memanggil seseorang dan katanya: "Kalau tanah itu dapat disusul dan dikembalikan kepada kita, kita akan dapat mengatasi masalah. Kalau sampai mereka berhasil membawanya kepada pemimpin mereka, berarti mereka akan menguasai bumi kita."



Ternyata orang itu tak dapat mereka susul. Rustum bertambah pesimistis dan menganggap pendapat dan perbuatan Raja itu sangat keji. (Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam)

Tetapi, sungguhpun begitu ia dapat menentang Raja tatkala ia diperintahkan pergi mengadakan serangan kepada pasukan Muslimin. Ketika itu Yazdigird berkata kepadanya: "Berangkatlah; kalau tidak saya sendiri yang akan berangkat."

Rustum berangkat dari Sabat, dengan memerintahkan Jalinus di barisan depan memimpin 40.000 prajurit, dan dia sendiri memimpin 60.000, dengan menempatkan Hormuzan di sayap kanan, dan di sayap kiri Mehran Bahram Razi.



Kemudian ia menulis surat kepada saudaranya, Bendawan: "Maka perkuatlah benteng-benteng kalian dan persiapkanlah kekuatan kalian, sehingga seolah-olah pasukan Arab itu sudah memerangi negeri dan keluarga kalian. Saya berpendapat mereka harus dicegah dan dilawan sehingga keberuntungan mereka akan berbalik menjadi kekalahan." (Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ  لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌ‌ؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖ‌ؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ‌‌ۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ‌ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

(QS. Al-Baqarah:255)
cover bottom ayah
preload video