Penaklukan Persia (8)

Sang Pembebas Irak Itu Bernama Musanna Bin Harisah

loading...
Sang Pembebas Irak Itu Bernama Musanna Bin Harisah
Ilustrasi/Ist
DALAM perang dengan Persia, Musanna bin Harisah telah memikul beban Muslimin yang begitu berat, yang belum ada orang lain melakukan hal seperti dia. Dialah Muslim pertama yang pergi ke Delta Furat dan Tigris dan mengajak Khalifah Abu Bakar untuk memikirkan pembebasan Irak.

Menurut Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul “Umar bin Khattab” kalau tidak karena kepergian Musanna ke sana dan sekaligus ia menyabung nyawanya di sana, niscaya tak terpikir oleh Khalifah untuk menghadapi Persia. (Baca juga: Perang Irak di Era Khalifah Umar bin Khatab Bukan Perang Agama)

Bersama dengan Khalid bin Walid tidak sedikit daerah pinggiran Irak yang sudah dibebaskannya. Haekal mengatakan kalau tidak karena keberanian Musanna dan pandangannya yang bijaksana di samping kepiawaiannya memimpin pasukan, tentu Khalid belum akan dapat pergi ke Syam dan membuktikan kemampuannya menghadapi Persia. (Baca juga: Kisah Budak Taglabi yang Berhasil Membunuh Panglima Perang Persia)

Sesudah itu Khalifah Abu Bakar dulu berpesan kepada Umar bin Khattab untuk memobilisasi orang bersama Musanna. Wajar sekali bilamana Musanna yang akan memimpin angkatan bersenjata ke Irak untuk memberi pertolongan kepadanya. Dialah yang mengetahui seluk beluknya dan memasuki daerah-daerah itu. Dalam hal ini yang mempunyai keberanian yang tak dipunyai oleh yang lain. (Baca juga: 100.000 Pasukan Persia Tewas, Bertahun-Tahun Mayatnya Tak Dikubur)

Menurut Haekal, sekiranya Abu Bakar masih hidup, niscaya ia tak akan menyerahkan pimpinan itu kepada yang lain. Hanya Umar yang kemudian menyerahkannya kepada Abu Ubaid karena ia orang yang pertama mencalonkan diri dan karena dari Banu Saqif di Hijalz, sedang Musanna dari Banu Bakr bin Wa'il.



Marahkah Musanna karenanya atau terluka perasaannya karena Umar telah meninggalkan pesan Abu Bakar mengenai dirinya? “Tidak!” ujar Haekal. “Pikirannya lebih tinggi daripada sekadar memikirkan hal-hal serupa itu.” (Baca juga: Perang Irak: Kabilah Nasrani Perkuat Pasukan Muslimin)

Bersama Musanna, Abu Ubaid mendapat kemenangan di Namariq, dan sesudah dia dan anak buahnya terbunuh dalam pertempuran di jembatan, dia pula yang mengambil alih memegang bendera dan menarik pasukannya ke Ullais, sambil menunggu datangnya bala bantuan. Pada Perang Buwaib dia memimpin pertempuran begitu piawai, yang mengingatkan orang pada peranan Khalid bin Walid dalam menghadapi pertempuran-pertempuran besarnya.

Umar mengangkat Abu Ubaid menjadi atasan Musanna merupakan salah satu langkah pertamanya yang sudah diputuskan oleh Amirulmukminin dalam menyusun sistem kepangkatan di kalangan Muslimin. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan dan Sikap Umar bin Khattab yang Lembut)



Menurut Haekal, kiranya Umar dapat dimaafkan dengan langkahnya itu mengingat Abu Ubaid adalah orang pertama yang maju mencalonkan diri sementara yang lain masih menolak. Tetapi kenyataannya langkah itu memang sesuai dengan pemikiran Umar. Bukti untuk itu terjadi pada Jarir bin Abdullah al-Bajili yang berangkat setelah Pertempuran Jembatan sebagai bala bantuan kepada Musanna. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan: Langgar Pesan Umar Bin Khattab, Pasukan Muslim Berguguran)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَاَنَّهٗ هُوَ اَغۡنٰى وَ اَقۡنٰىۙ
Sesungguhnya, Allah-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.

(QS. An-Najm:48)
cover bottom ayah
preload video