Penaklukan Persia (12)

Kisah Delegasi Muslim yang Kurus dan Kumal Itu Bertemu Kaisar Persia

loading...
Kisah Delegasi Muslim yang Kurus dan Kumal Itu Bertemu Kaisar Persia
Ilustrasi/Ist
ADA kesan pihak Persia begitu lamban tidak segera menghadapi pasukan muslim di bawah pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash. Pasukan muslim meninggalkan Madinah menuju Persia pada permulaan musim semi tahun itu. Kemudian tinggal selama beberapa bulan di Syaraf dan di Uzaib, dan lebih sebulan tinggal di Kadisiah sebelum ia mengetahui tentang perjalanan pasukan Persia untuk memeranginya. Jadi selama itu di mana pasukan Persia? Dan apa yang dilakukan Kaisar Yazdigird selama bulan-bulan itu? (Baca juga: Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang berjudul "Umar bin Khattab" menulis sebenarnya mereka tidak lengah. Kasar Yazdigird sudah mengirim surat kepada Rustum bin Farrakhzad mengatakan: "Anda seorang kesatria masa sekarang. Saya ingin mengirim Anda untuk memerangi orang-orang Arab itu."

Rustum membalas: "Biarlah hamba di Mada'in. Mudah-mudahan kerajaan mendukung hamba kalau tidak di medan perang, dan cukuplah dengan Tuhan. Muslihat kita sudah mengenai sasaran. Pandangan yang tepat dalam perang lebih berguna daripada kemenangan. Perlahan-lahan lebih baik daripada tergesa-gesa, memerangi pasukan demi pasukan akan terasa lebih berat buat musuh kita. Orang-orang Arab itu masih akan mengancam kita Persia sebelum dihancurkan lewat tangan hamba ini." (Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam)

Melihat balasan Rustum itu Yazdigird berunding dengan para pembesarnya. la kebingungan setelah mendengar segala tindakan orang-orang Arab itu dan apa yang mereka lakukan terhadap putri marzabdn serta serangan mereka ke Irak.

Diulanginya lagi kata-katanya kepada Rustum tadi. Tetapi Rustum juga mengulangi kata-katanya: "Terpaksa hamba mengenyampingkan pendapat itu dengan membanggakan diri hamba. Kalaupun harus begitu hamba tidak akan membicarakannya lagi. Saya berdoa untuk Baginda dan kerajaan Baginda. Biarlah hamba tinggal di markas hamba dan mengirim Jalinus. Kalau dia mampu, itulah yang kita harapkan, kalau tidak kita kirim yang lain. Kalau sudah tak ada jalan lain kita harus sabar menghadapi mereka. Kita sudah membuat mereka dalam posisi yang lemah dan kepayahan sedang kita masih kuat, masih utuh. Harapan hamba masih pada pasukan berkuda selama hamba belum terkalahkan." (Baca juga: Umar bin Khattab: "Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab")



Setelah serangan-serangan Arab makin gencar terhadap daerah Sawad di hilir sampai ke hulu, dan kaum marzaban dan pejabat-pejabat Persia melaporkan kepada Yazdigird, bahwa kalau mereka tidak ditolong terpaksa mereka akan tunduk di bawah perintah pasukan Muslimin. Hilanglah segala keraguan Yazdigird. Ia segera memerintahkan Rustum berangkat ke Sabat.

Tetapi perjalanan ini diketahui oleh Sa’ad. la pun menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab dengan balasan dimintanya ia mengirim utusan kepada penguasa Persia untuk mengajak mereka dan membahas masalah itu.

Adakah dengan suratnya itu Khalifah Umar bermaksud supaya Sa’ad mengirim utusan kepada Rustum atau kepada Yazdigird? Dan ke mana sebenarnya utusan-utusan itu pergi? (Baca juga: Umar bin Khattab: "Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab")



Menurut Haekal, beberapa sumber masih berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa para utusan itu berbicara dengan Rustum. Setelah misi itu gagal terjadilah peristiwa Kadisiah. Yang sebagian lagi berpendapat bahwa utusan-utusan itu pergi sebagai delegasi kepada Yazdigird di Mada'in lalu mengalami kegagalan, maka terjadi peristiwa Kadisiah.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ فِى الدَّرۡكِ الۡاَسۡفَلِ مِنَ النَّارِ‌ ۚ وَلَنۡ تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيۡرًا
Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.

(QS. An-Nisa:145)
cover bottom ayah
preload video