Mengenal dan Meneladani Sosok Ummul Mukminin (5)

Zainab binti Khuzaimah, Ibundanya Kaum Fakir Miskin

loading...
Zainab binti Khuzaimah, Ibundanya Kaum Fakir Miskin
Zainab binti Khuzaimah terkenal dengan sifat kemurah-hatiannya, kedermawanannya, dan sifat santunnya terhadap orang-orang miskin yang dia utamakan daripada kepada dirinya sendiri. Foto ilustrasi/ist
Berdasarkan asal-usul keturunannya, Zainab binti Khuzaimah bin Haris termasuk keluarga yang dihormati dan disegani. Tahun kelahirannya tidak diketahui dengan pasti, namun ada riwayat yang menyebutkan bahwa ia lahir tiga belas tahun sebelum kenabian.

(Baca juga :Hafshah binti Umar, Penjaga Al-Qur'an yang Ahli Puasa dan Salat Malam)

Sebelum memeluk Islam Zainab sudah dikenal dengan gelar Ummul Masakin (ibu orang-orang miskin) sebagaimana dijelaskan dalam kitab 'Thabaqat ibnu Saad'. Gelar tersebut disandangnya sejak masa jahiliyah. Zainab binti Khuzaimah terkenal dengan sifat kemurah-hatiannya, kedermawanannya, dan sifat santunnya terhadap orang-orang miskin yang dia utamakan daripada kepada dirinya sendiri. Sifat tersebut sudah tertanam dalam dirinya jauh sebelum memeluk Islam walaupun ketika itu dia belum mengetahui bahwa orang-orang yang baik, penyantun, dan penderma akan memperoleh pahala di sisi Allah.

(Baca juga :Bersifat Lemah Lembut Ciri Pengikut Rasulullah)



Setelah cahaya Islam hadir di tanah Arab, Zainab binti Khuzaimah termasuk kelompok orang yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan perempuan. Yang mendorongnya masuk Islam adalah akal dan pikirannya yang baik, menolak syirik dan penyembahan berhala dan selalu menjauhkan diri dari perbuatan jahiliyah.

Pendapat yang paling kuat mengatakan bahwa suami pertamanya adalah Thufail bin Harits bin Abdil-Muththalib. Karena Zainab tidak dapat melahirkan (mandul), Thufail menceraikannya ketika mereka hijrah ke Madinah. Untuk memuliakan Zainab, Ubaidah bin Harits (saudara laki-laki Thufail) menikahi Zainab.

(Baca juga :Inilah Sunnah Rasulullah dalam Menyambut Kelahiran Anak)



Sebagaimana kita ketahui, Ubaidah bin Harits adalah salah seorang prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul-Muththalib dan Ali bin Abi Thalib. Mereka bertiga ikut melawan orang-orang Quraisy dalam Perang Badar, dan akhirnya Ubaidah mati syahid dalam perang tersebut.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَمَنۡ يَّقۡتُلۡ مُؤۡمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيۡهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيۡمًا
Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.

(QS. An-Nisa:93)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video