Zainab binti Khuzaimah, Ibundanya Kaum Fakir Miskin

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 17:14 WIB
loading...
Zainab binti Khuzaimah,...
Zainab binti Khuzaimah terkenal dengan sifat kemurah-hatiannya, kedermawanannya, dan sifat santunnya terhadap orang-orang miskin yang dia utamakan daripada kepada dirinya sendiri. Foto ilustrasi/ist
A A A
Berdasarkan asal-usul keturunannya, Zainab binti Khuzaimah bin Haris termasuk keluarga yang dihormati dan disegani . Tahun kelahirannya tidak diketahui dengan pasti, namun ada riwayat yang menyebutkan bahwa ia lahir tiga belas tahun sebelum kenabian.

(Baca juga : Hafshah binti Umar, Penjaga Al-Qur'an yang Ahli Puasa dan Salat Malam )

Sebelum memeluk Islam Zainab sudah dikenal dengan gelar Ummul Masakin (ibu orang-orang miskin) sebagaimana dijelaskan dalam kitab 'Thabaqat ibnu Saad'. Gelar tersebut disandangnya sejak masa jahiliyah. Zainab binti Khuzaimah terkenal dengan sifat kemurah-hatiannya, kedermawanannya , dan sifat santunnya terhadap orang-orang miskin yang dia utamakan daripada kepada dirinya sendiri. Sifat tersebut sudah tertanam dalam dirinya jauh sebelum memeluk Islam walaupun ketika itu dia belum mengetahui bahwa orang-orang yang baik, penyantun, dan penderma akan memperoleh pahala di sisi Allah.

(Baca juga : Bersifat Lemah Lembut Ciri Pengikut Rasulullah )

Setelah cahaya Islam hadir di tanah Arab, Zainab binti Khuzaimah termasuk kelompok orang yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan perempuan. Yang mendorongnya masuk Islam adalah akal dan pikirannya yang baik, menolak syirik dan penyembahan berhala dan selalu menjauhkan diri dari perbuatan jahiliyah.

Pendapat yang paling kuat mengatakan bahwa suami pertamanya adalah Thufail bin Harits bin Abdil-Muththalib. Karena Zainab tidak dapat melahirkan (mandul), Thufail menceraikannya ketika mereka hijrah ke Madinah. Untuk memuliakan Zainab, Ubaidah bin Harits (saudara laki-laki Thufail) menikahi Zainab.

(Baca juga : Inilah Sunnah Rasulullah dalam Menyambut Kelahiran Anak )

Sebagaimana kita ketahui, Ubaidah bin Harits adalah salah seorang prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul-Muththalib dan Ali bin Abi Thalib. Mereka bertiga ikut melawan orang-orang Quraisy dalam Perang Badar, dan akhirnya Ubaidah mati syahid dalam perang tersebut.

Setelah Ubaidah wafat, tidak ada riwayat yang menjelaskan tentang kehidupannya hingga Rasulullah menikahinya. Rasulullah menikahi Zainab karena beliau ingin melindungi dan meringankan beban kehidupan yang dialaminya. Hati beliau menjadi luluh melihat Zainab hidup menjanda, sementara sejak kecil dia sudah dikenal lemah-lembut terhadap orang-orang miskin.

(Baca juga : Indonesia Negara Paling Dermawan, Potensi Wakaf Capai Ratusan Triliun )

Sebagai Rasul yang membawa rahmat bagi alam semesta, rela mendahulukan kepentingan kaum muslimin, termasuk kepentingan Zainab. Beliau senantiasa memohon kepada Allah agar hidup miskin dan mati dalam keadaan miskin dan dikumpulkan di Padang Mahsyar bersama orang-orang miskin.

Meskipun Nabi mengingkari beberapa nama atau julukan yang dikenal pada zaman jahiliyah, tetapi Rasulullah tidak mengingkari julukan “ummul-masakin” yang disandang oleh Zainab binti Khuzaimah.

(Baca juga : Termasuk Anies dan Gatot, Ini Tokoh Nonparpol yang Kerap Masuk Bursa Capres 2024 )

Menjadi Ummul-Mukminin

Tidak diketahui dengan pasti masuknya Zainab binti Khuzaimah ke dalam rumah tangga Rasulullah Shallalahu’alaihi wasallam, apakah sebelum Perang Uhud atau sesudahnya. Beliau Shallalahu’alaihi wa sallam menikahinya karena kasih sayang terhadap umat.

Dikisahkan wajah Zainab tidak begitu cantik dan tidak seorang pun dari kalangan sahabat yang menikahinya. Lamanya berada dalam kehidupan rumah tangga nubuwwah sangatlah singkat hanya 4 – 8 bulan saja.

(Baca juga: Prancis: Perang Melawan Ideologi Islam Berarti Lebih Banyak Serangan )

Kematian telah menjemputnya semasa Rasulullah masih hidup. Di dalam kitab sirah pun tidak dijelaskan penyebab kematiannya. Zainab meninggal pada usia relatif muda, kurang dari tiga puluh tahun, dan Rasulullah yang menyalatinya.

Wallahu A’lam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Belajar Cara Mengingat...
Belajar Cara Mengingat Kematian dari Sosok Hafshah binti Sirin
Kisah Hikmah : Kerudung...
Kisah Hikmah : Kerudung Tipis Hafsah binti Abdurrahman
Siti Sarah, Pemilik...
Siti Sarah, Pemilik Separuh Kecantikan dan Keindahan Dunia
2 Sosok Wanita yang...
2 Sosok Wanita yang Kokoh dalam Keimanan, Bisa Jadi Contoh di Masa Kini
Sosok Muslimah Insipratif...
Sosok Muslimah Insipratif : Zubaidah binti Abu Ja’far, Ibu Negara Sederhana yang Sangat Cerdas
Kisah Hikmah: Ketika...
Kisah Hikmah: Ketika Sayyidah Aisyah Merobek Kerudung Hafsah
Rekomendasi
Ajaib, Ini Objek Foto...
Ajaib, Ini Objek Foto Tertua di Dunia
NASA Sebut Oksigen di...
NASA Sebut Oksigen di Bumi Akan Habis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Ilmuwan Ungkap Penyebab...
Ilmuwan Ungkap Penyebab Utama Runtuhnya Kerajaan Romawi
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved