Mewaspadai Cita Rasa Dunia : Indah tapi Beracun

loading...
Mewaspadai Cita Rasa Dunia : Indah tapi Beracun
Sesukses apapun kita di dunia, atau sekaya apapun manusia, ia akan kembali akhirat. Jadikanlah dunia sebagai orientasi menuju akhirat. Foto ilustrasi/ist
Setiap manusia tentunya ingin meraih kesuksesan . Dan Islam adalah agama yang menuntun umatnya untuk menjadi orang-orang yang sukses. Tidak hanya sukses di dunia namun juga sukses di akhirat. Untuk meraih kesuksesan dunia akhirat itu, Allah Subhanahu wa ta'ala juga telah memberikan petunjuk yang fenomenal yaitu Al-Qur’an.

Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ditemukan ayat-ayat yang berbicara tentang kesuksesan dan orang-orang sukses. Ternyata sukses menurut manusia berbeda total dengan sukses menurut Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jika manusia mendapatkan harta dunia yang berlimpah, tentu itu bukan hanya itu ukuran sukses menurut Islam.

(Baca juga: Kesalehaan Perempuan akan Menjaga Anak Cucu Sampai 7 Turunan )

Artinya, sungguh rugi orang yang mengira dirinya telah sukses dan dianggap manusia sebagai orang sukses dalam kehidupan di dunia, tapi ternyata ia termasuk orang yang gagal total. Sukses yang sebenarnya, sejati, hakiki dan abadi adalah sukses menurut Allah SWT dalam kitab-Nya, Al-Qur’an.

Ibnul Jauzi dalam kitab 'Shaidul Khatir' menegaskan, barangsiapa yang merenungi akibat dari kehidupan dunia, niscaya ia akan hati-hati mengarunginya. Dan siapa yang meyakini panjangnya perjalanan (akhirat) maka ia akan mempersiapkan bekal perjalanan tersebut.



(Baca juga : Nasehat Bagi Perempuan yang Senang Jalan-jalan ke Pasar )

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman :

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Thaha : 131).

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا و زينتها

“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.” (HR. Bukhari, Muslim).

(Baca juga : Tiga Obat Jiwa Ibnu Mas'ud )

Ada tiga "pesona dunia" yang membuat manusia tak berdaya dan membuatnya tersungkur dalam kehinaan baik di dunia, di mata manusia, dan di akhirat, di sisi Allah. Ketiga hal itu adalah "harta, tahta dan wanita".

Rasulullah saw senantiasa mengingatkan dan berwasiat kepada umatnya agar senantiasa mawas diri terhadap godaan menggiurkan tiga pesona dunia itu yang bisa melumpuhkan iman.

Dalam sebuah sabdanya mengenai keharusan kita waspada terhadap pesona dunia dan goda rayu wanita, Rasulullah bersabda : "Hati-hatilah kalian dari pesona dunia dan hati-hatilah dari goda rayu wanita." (HR. Ad-Dailami).

(Baca juga : Bio Farma Akui Sulit Petakan Distribusi Vaksin Covid-19 )

Dalam sabdanya yang lain :

"Janganlah seorang lelaki berdua-duaan dengan wanita (bukan mahram) karena sesungguhnya syetan akan menjadi orang ketiga."
(HR. Thabrani).
halaman ke-1
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
preload video