Hindarkan Anak dari Celaan dan Cacian

loading...
Hindarkan Anak dari Celaan dan Cacian
Sebagai orang tua, kita harus meniru Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang tidak pernah mencela ataupun memaki anak kecil atas tindakannya. Walaupun itu kadang-kadang membuat kita marah Foto ilustrasi/ist
Jangan mencaci dan mencela anak, karena hal ini, tidak mendatangkan kebaikan sedikitpun. Biasanya dilakukan oleh para orang tua ketika mereka marah dan kesal sama anaknya. Kadang-kadang perilaku anak membuat orang tua kesal. Tapi, kita harus memakluminya karena mereka perlu bimbingan , mereka makhluk yang banyak kekurangan dan masih perlu banyak dipoles.

(Baca juga: Berlemah Lemah Lembut Kepada Perempuan adalah Akhlak yang Mulia )

Ustadz Abu Ihsan Al Atsary menjelaskan, sering mencela dan mencaci anak itu akan menimbulkan penyesalan . Apalagi secara umum seorang mukmin bukanlah orang yang tukang mencela dan melaknat.

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِيءِ

“Seorang Mukmin bukanlah seorang yang suka mencela, suka melaknat, berkata keji dan berkata kotor.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan yang lainnya.)

Hadis ini ditujukan kepada semua manusia, apalagi kepada anak yang mana mereka adalah objek pendidikan kita. Apalagi berlebihan dalam mencela dan menjelek-jelekkan yang membuat anak itu bertindak tidak baik dan mungkin bertambah buruk. Karena manusia jika diperlakukan dengan kasar bukan bertambah baik, tapi bertambah buruk. Mungkin dia tidak akan berhenti dari keburukannya itu, bahkan mungkin akan menjadi-jadi.

(Baca juga: Sering Terlewatkan, Yuk Amalkan 8 Sunnah Sehari-hari Ini! )

Maka Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membenci perilaku seperti itu. Nabi tidak pernah mencela ataupun memaki anak kecil atas tindakannya. Walaupun itu kadang-kadang membuat kita marah.

Ustadz yang rajin mengisi kajian di kanal dakwah online ini mengatakan, Nabi pernah ketika sedang salat dan beliau sujud, tiba-tiba Al-Hasan datang dan naik ke atas punggung beliau. Nabi tidak beranjak dari posisi sujud beliau hingga Al-Hasan pergi dari punggung beliau. Ini menunjukkan sayangnya Nabi kepada anak. Beliau tidak memarahi karena memang perlu dimaklumi, namanya juga anak kecil.

Celaan juga bisa menjadi doa yang buruk terhadap anak. Kita khawatir doa itu dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keburukan itu benar-benar menimpa anak kita. Maka hati-hati mengucapkan kata-kata yang buruk kepada anak. Walaupun dalam kondisi marah, tahan diri, tahan lisan.
halaman ke-1
cover top ayah
مَنۡ كَانَ يُرِيۡدُ حَرۡثَ الۡاٰخِرَةِ نَزِدۡ لَهٗ فِىۡ حَرۡثِهٖ‌ۚ وَمَنۡ كَانَ يُرِيۡدُ حَرۡثَ الدُّنۡيَا نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا وَمَا لَهٗ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنۡ نَّصِيۡبٍ
Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.

(QS. Asy-Syura:20)
cover bottom ayah
preload video