Inilah Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Sabtu, 16 Mei 2020 - 08:15 WIB
loading...
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tempat yang paling dicintai (disukai) Allah Taala adalah masjid. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
Masjid adalah rumah ibadah bagi umat Islam. Masjid artinya tempat bersujud dan sebutan lain bagi masjid adalah mushalla, langgar atau surau. Masjid berasal dari kata sajada yang berarti sujud atau tunduk.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tempat yang paling dicintai (disukai) Allah Ta'ala adalah masjid , dan tempat paling dibenci Allah adalah pasar. Sahabat Abu Dzar radhiallahu 'anhu pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid yang pertama kali dibangun di muka bumi:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً
"Wahai Rasulullah, masjid apa yang dibangun pertama kali di muka bumi?" Beliau SAW menjawab: "Masjid Al-Haram." Aku (Abu Dzar) berkata: lalu apalagi?" Beliau menjawab: "Masjid Al-Aqsha." Aku bertanya lagi: "Berapa lama jarak keduanya?” Beliau menjawab: "Empat puluh tahun." (HR. Bukhari No. 3186, Muslim No. 520) (Baca Juga: Hari Peralihan Kiblat yang Dinanti-nanti Rasulullah)
Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan (dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia), Masjid Al-Haram sudah dikenal sejak zaman Jahiliyah. Maka, penyebutan namanya bukan hal asing, sebab Kakbah dan sekitarnya adalah rumah pertama yang ada di muka bumi.
Adapun yang dimaksud dibangun dalam hadis ini adalah fondasi dari kedua masjid itu. Sebab jika makna keduanya adalah masjid yang utuh, maka ada yang janggal menurut sebagian ulama. Berkata Imam Ibnul Jauzi rahimahullah – seperti dikutip Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah:
"Dalam hadits ini terdapat musykil (janggal), karena Nabi Ibrahim membangun Kakbah dan Nabi Sulaiman membangun Baitul Maqdis, padahal antara keduanya (Ibrahim dan Sulaiman) terpaut jarak lebih dari seribu tahun. (Fathul Bari, 6/408)
Ya, karena memang di beberapa riwayat sahih disebutkan bahwa Nabi Ibrahim 'alaihissalam membangun Ka'bah dan Nabi Sulaiman 'alaihissalam yang membangun Masjidil Aqsha. Maka, hadis di atas harus dipahami bahwa yang dibangun saat itu adalah fondasinya. (Baca Juga: Ka'bah Juga Pernah Mengalami Kebanjiran)
Kemusykilan ini dijawab oleh Imam Ibnu Al-Jauzi dengan jawaban yang memuaskan.
وجوابه أن الإشارة إلى أول البناء ووضع أساس المسجد وليس إبراهيم أول من بنى الكعبة ولا سليمان أول من بنى بيت المقدس، فقد روينا أن أول من بنى الكعبة آدم ثم انتشر ولده في الأرض، فجائز أن يكون بعضهم قد وضع بيت المقدس ثم بنى إبراهيم الكعبة بنص القرآن
"Jawabannya adalah bahwa isyaratnya menunjukkan yang dibangun adalah fondasinya masjid , Nabi Ibrahim bukanlah yang pertama membangun Kakbah , dan Nabi Sulaiman bukanlah yang pertama kali membangun Baitul Maqdis. Kami telah meriwayatkan bahwa yang pertama kali membangun Kakbah adalah Nabi Adam, kemudian anak-anaknya menyebar di muka bumi. Maka, boleh jadi sebagian mereka membangun Baitul Maqdis, kemudian Ibrahim yang membangun Ka’bah menurut Nash Al Quran." (Ibid)
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tempat yang paling dicintai (disukai) Allah Ta'ala adalah masjid , dan tempat paling dibenci Allah adalah pasar. Sahabat Abu Dzar radhiallahu 'anhu pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid yang pertama kali dibangun di muka bumi:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً
"Wahai Rasulullah, masjid apa yang dibangun pertama kali di muka bumi?" Beliau SAW menjawab: "Masjid Al-Haram." Aku (Abu Dzar) berkata: lalu apalagi?" Beliau menjawab: "Masjid Al-Aqsha." Aku bertanya lagi: "Berapa lama jarak keduanya?” Beliau menjawab: "Empat puluh tahun." (HR. Bukhari No. 3186, Muslim No. 520) (Baca Juga: Hari Peralihan Kiblat yang Dinanti-nanti Rasulullah)
Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan (dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia), Masjid Al-Haram sudah dikenal sejak zaman Jahiliyah. Maka, penyebutan namanya bukan hal asing, sebab Kakbah dan sekitarnya adalah rumah pertama yang ada di muka bumi.
Adapun yang dimaksud dibangun dalam hadis ini adalah fondasi dari kedua masjid itu. Sebab jika makna keduanya adalah masjid yang utuh, maka ada yang janggal menurut sebagian ulama. Berkata Imam Ibnul Jauzi rahimahullah – seperti dikutip Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah:
"Dalam hadits ini terdapat musykil (janggal), karena Nabi Ibrahim membangun Kakbah dan Nabi Sulaiman membangun Baitul Maqdis, padahal antara keduanya (Ibrahim dan Sulaiman) terpaut jarak lebih dari seribu tahun. (Fathul Bari, 6/408)
Ya, karena memang di beberapa riwayat sahih disebutkan bahwa Nabi Ibrahim 'alaihissalam membangun Ka'bah dan Nabi Sulaiman 'alaihissalam yang membangun Masjidil Aqsha. Maka, hadis di atas harus dipahami bahwa yang dibangun saat itu adalah fondasinya. (Baca Juga: Ka'bah Juga Pernah Mengalami Kebanjiran)
Kemusykilan ini dijawab oleh Imam Ibnu Al-Jauzi dengan jawaban yang memuaskan.
وجوابه أن الإشارة إلى أول البناء ووضع أساس المسجد وليس إبراهيم أول من بنى الكعبة ولا سليمان أول من بنى بيت المقدس، فقد روينا أن أول من بنى الكعبة آدم ثم انتشر ولده في الأرض، فجائز أن يكون بعضهم قد وضع بيت المقدس ثم بنى إبراهيم الكعبة بنص القرآن
"Jawabannya adalah bahwa isyaratnya menunjukkan yang dibangun adalah fondasinya masjid , Nabi Ibrahim bukanlah yang pertama membangun Kakbah , dan Nabi Sulaiman bukanlah yang pertama kali membangun Baitul Maqdis. Kami telah meriwayatkan bahwa yang pertama kali membangun Kakbah adalah Nabi Adam, kemudian anak-anaknya menyebar di muka bumi. Maka, boleh jadi sebagian mereka membangun Baitul Maqdis, kemudian Ibrahim yang membangun Ka’bah menurut Nash Al Quran." (Ibid)
Lihat Juga :