Lailatul Qadar Kompensasi Usia Umat Nabi Muhammad yang Pendek

Sabtu, 16 Mei 2020 - 17:08 WIB
loading...
Lailatul Qadar Kompensasi...
Allah SWT memanggil Jibril as untuk turun ke bumi di setiap malam kemuliaan bersama dengan para malaikat yang menghuni Sidratul Muntaha. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) menceritakan tentang seorang lelaki (zaman dahulu) yang menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah SWT. Maka kaum muslimin merasa kagum dengan perihal lelaki yang berjihad tersebut.

Kemudian Allah SWT menurunkan firman-Nya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan”. (Al-Qadar : 1-3).

Maksudnya “bahwa malam kemuliaan itu” lebih baik daripada lelaki itu menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah. (HR. Abu Dawud).

Abdullah bin Mas’ud mengatakan bahwa dahulu dari kalangan ulama kaum Bani Israil (keturunan Ya'kub as) selalu melakukan salat malam hingga pagi hari, kemudian siang harinya ia berjihad di jalan Allah hingga petang hari, dia melakukannya selama seribu bulan, maka bersabda Rasulullah SAW, lalu turunlah surat Al-Qadar. Yakni melakukan salat malam dimalam Al-Qadar lebih baik daripada amalan orang Bani Israil yang beribadah dan berjihad tadi. (HR. Tirmidzi).

Baca juga: Berikut Ayat-Ayat Al-Qur'an yang Menyebut Nama Nabi Ya'kub

Suatu hari Rasulullah SAW menceritakan tentang kisah empat orang lelaki di zaman dahulu; mereka menyembah Allah selama delapan puluh tahun tanpa melakukan kedurhakaan kepada-Nya.

Beliau SAW menyebutkan nama mereka, yaitu Ayyub, Zakaria, Hizkil ibnul Ajuz, dan Yusya' ibnu Nun. Lalu para sahabat Rasulullah SAW merasa kagum dengan amalan mereka. Maka datanglah Jibril as kepada Nabi SAW dan berkata : “Hai Muhammad, umatmu merasa kagum dengan ibadah mereka selama delapan puluh tahun itu tanpa berbuat durhaka. Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan hal yang lebih baik daripada itu”. Kemudian malaikat Jibril as membacakan kepadanya firman Allah surat Al-Qadar : 1-3.

Baca juga: Nabi Ya'kub, Mengabdi 14 Tahun Agar Bisa Menyunting Sang Kekasih

Jibril berkata ini lebih baik daripada apa yang engkau dan umatmu kagumi. Maka bergembiralah karenanya Rasulullah SAW dan orang-orang yang bersamanya saat itu.

Imam Sufyan Assauri mengatakan bahwa amalan puasa, qiyamnya lebih baik daripada melakukan hal yang sama dalam seribu bulan bila dibandingkan dengan amalan ibadah di dalam bulan yang tidak terdapat malam Lailatul Qadarnya.
Di dalam hadis lain disebutkan:

عن أبى مصعب أحمد بن أبى بكر الزهرى حدثنا مالك أنه بلغه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أرى أعمار الناس قبله أو ماشاء الله من ذلك فكأنه تقاصر أعمار أمته أن لا يبلغوا من العجل الذى بلغ غيرهم فى طول العمر فأعطاء الله ليله القدر خيار من ألف شهر.

Abi Mas'ab yaitu Ahmad Ibnu Abi Bakar Azzuhri mengatakan dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah SAW diperlihatkan kepadanya usia-usia manusia yang sebelumnya dari kalangan umat terdahulu, atau sebagian dari hal tersebut menurut apa yang dikehendaki oleh Allah.

(Baca juga: Kapan Turunnya Lailatul Qadar? Ini Pesan Rasulullah SAW )

Maka Rasulullah SAW seakan-akan menganggap pendek usia umatnya bila dibandingkan dengan mereka yang berusia sedemikian panjangnya dalam hal beramal, dan beliau merasa khawatir bila amal umatnya tidak dapat mencapai tingkatan mereka. (Baca juga: Di Balik Umur Singkat Umat Nabi Muhammad SAW )

Maka Allah SWT memberinya Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan. Hadis ini telah disandarkan melalui jalur lain, dan apa yang dikatakan oleh Malik ini memberi pengertian bahwa Lailatul Qadar hanya dikhususkan bagi umat ini. Firman Allah SWT:

تَنَزَّلُ الْمَلٓئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ. سَلٰمٌ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ. (القدر : ٤-٥)

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS Al-Fajr : 4-5) Yakni banyak malaikat yang turun (ke muka bumi) di malam kemuliaan ini bersamaan dengan turunnya berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Mereka menjumpai orang-orang yang membaca Al-Qur’an, mengelilingi halaqah-halaqah zikir, serta meletakkan sayap mereka menaungi orang yang menuntut ilmu karena menghormatinya, mendatangi orang-orang yang ada di dalam masjid yang sedang salat sampai fajar terbit. (Baca juga: Begini Rasanya Disalami Malaikat Jibril di Malam Lailatul Qadar)

Jibril as tidak membiarkan sebuah rumah pun yang di dalamnya terdapat orang mukmin laki-laki atau perempuan, selain dia memasukinya dan mengucapkan salam kepadanya, seraya mengatakan, “Hai orang mukmin laki-laki atau hai orang mukmin perempuan, Allah mengucapkan salam kepadamu”.

Kecuali, terhadap orang yang suka minum khamar, orang yang memutuskan silaturahim dan pemakan daging babi.
Pada malam qadar itu Allah SWT menetapkan seluruh urusan yang dikehendaki-Nya seperti urusan kematian, azal, rejeki, dan sebagainya sampai tahun berikutnya.

Kemudian, Allah menyerahkannya kepada yang mengatur urusan-urusan itu. Mereka adalah Malaikat Israfil, Mikail, Izrail, dan Jibri Alaihimus Salam.

Turunnya malaikat-malaikat tadi dari Sidratul Muntaha dipimpin oleh Malaikat Jibril dan berdoa untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sebagaimana doa firman Allah SWT

{الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (7) رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (8) وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (9) }

(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar." (QS Al-Mu'min : 7-9)

Abu Dawud telah menceritakan kepada kami Imran Al-Qattan, dari Qatadah, dari Abu Maimunah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

انها ليلة سابعة او تاسعة وعشرين وإن الملائكة تلك الليلية فى الأرض أكثر من عدد الحصى.

“Sesungguhnya malam kemuliaan itu jatuh pada malam 27 atau 29 Ramadhan, dan sesungguhnya para malaikat di bumi pada malam itu jumlahnya lebih banyak daripada bilangan batu kerikil”.

(Baca juga: Soal Turunnya Al-Qur'an, Malam Lailatul Qodar Apa 17 Ramadhan? )

Malik ibnu Marsad ibnu Abdullah bertanya kepada Abu Dzar, “Apakah yang pernah engkau tanyakan kepada Rasulullah SAW tentang Lailatul Qadar? Abu Dzar menjawab, bahwa dirinyalah orang yang paling gencar menanyakan tentang Lailatul Qadar kepada Rasulullah SAW.

Aku bertanya “Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang Lailatul Qadar, apakah terdapat di bulan Ramadhan ataukah di bulan yang lain?” Rasulullah menjawab, “Tidak, bahkan ia terdapat didalam bulan Ramadhan”.

Aku bertanya lagi, “Apakah Lailatul Qadar itu hanya ada di masa nabi saja? Apabila mereka telah tiada, maka Lailatul Qadar dihapuskan, ataukah masih tetap ada sampai hari kiamat?”

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, bahkan Lailatul Qadar tetap ada sampai hari kiamat”.

Aku bertanya lagi, “Di bagian manakah Lailatul Qadar terdapat dalam bulan Ramadhan?” Rasulullah SAW menjawab, “Carilah di malam-malam sepuluh!”

(Baca juga: Lailatul Qadar: Ada Pendapat Turun Sekali Pada Era Nabi Saja )

Dari Abu Sa’id Al-Hudri ra ia berkata, “Kami beri'tikaf bersama-sama dengan Nabi SAW sepuluh hari pertengahan bulan Ramadhan, kemudian puasa pagi hari tanggal 20, beliau keluar lalu berhutbah kepada kami, “Sesungguhnya Lailatul Qadar telah diperlihatkan kepadaku, kemudian aku dilupakan, maka carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh terakhir dalam malam ganjil”. (HR. Bukhari).

(Baca juga: Imam Ghazali: Lailatul Qadar Ramadhan Tahun Ini Turun 20 Mei )

Ibnu Mas’ud pernah mengatakan bahwa barangsiapa yang melakukan salat malam sepanjang tahun, niscaya akan menjumpai Lailatul Qadar. Ubay ibnu Ka'ab menjawab, “Semoga Allah merohmatinya, sesungguhnya dia telah mengetahui bahwa malam kemuliaan itu terdapat didalam bulan Ramadhan dan tepatnya di malam 27”.

(Baca juga: 5 Amalan Utama pada 10 Hari Terakhir Ramadhan )

Kemudian Ubay ibnu Ka’ab bersumpah untuk menguatkan perkataannya. Dan aku (Abu Munzir) bertanya, “Bagaimanakah kamu mengetahuinya?” Ubay ibnu Ka’ab menjawab, “Melalui alamat atau tandanya yang telah diberitahukan kepada kami oleh Nabi SAW, bahwa pada siang harinya matahari terbit dipagi harinya, sedangkan cahayanya lemah”.

Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesungguhnya pertanda Lailatul Qadar ialah cuacanya bersih, lagi terang seakan-akan ada rembulannya, tenang, lagi hening; suhunya tidak dingin dan tidak pula panas, dan tiada suatu bintang pun yang dilemparkan pada malam itu sampai pagi hari. Dan sesungguhnya pertanda Lailatul Qadar itu dipagi harinya matahari terbit dalam keadaan sempurna, tetapi tidak bercahaya seperti biasanya melainkan seperti rembulan dimalam purnama”. (HR. Bukhari)

(Baca juga: Ciri dan Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar )

Tidak ditentukannya malam kemuliaan itu bagimu, karena sesungguhnya jika malam kemuliaan dimisterikan ketentuannya, maka orang-orang yang mencarinya akan mengejarnya dengan penuh kesungguhan guna mendapatkannya dalam seluruh bulan Ramadhan. Dengan demikian, berarti ibadah yang dilakukannya lebih banyak. Dan hal yang sangat disunatkan ialah memperbanyak doa berikut ini:

اَللّٰهُمَ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, suka memberi maaf maka maafkanlah daku”.

(Baca juga: Kencangkan Sarung, Berikut Tips 10 Malam Terakhir Ramadhan )

Allah SWT memanggil Jibril as untuk turun ke bumi di setiap malam kemuliaan bersama dengan para malaikat yang menghuni Sidratul Muntaha. Tiada seorang malaikat pun dari mereka melainkan telah dianugerahi rasa lembut dan kasih sayang kepada orang-orang mukmin. Maka turunlah mereka dibawah pimpinan Jibril as di malam kemuliaan sejak matahari terbenam. Tiada suatu tempatpun di bumi melainkan terisi oleh malaikat; ada yang sedang sujud, adapula yang sedang berdiri mendoakan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Mereka terus mendoakan sepanjang malam.

وجبريل لا يدع أحدا من المؤمنين إلا صافحه وعلامة ذلك من اقشعر جلده ورق قلبه ودمعت عيناه فان ذلك من مصافحة جبريل.

“Dan Jibril tidak sekali-kali mendoakan seseorang dari kaum mukmin melainkan ia menyalaminya dan sebagai pertandanya ialah bila seseorang yang sedang melakukan qiyam, bulunya merinding (berdiri) dan hatinya lembut serta matanya menangis, maka itu akibat salam Jibril kepadanya (jabat tangan Jibril kepadanya). Para malaikat itu terus menerus dalam keadaan demikian hingga fajar terbit.

(Baca juga: Ingin Dapat Pahala Lailatul Qadar? Amalkan Zikir Ini )

Setelah itu malaikat naik lagi ke langit berikut malaikat Jibril; manakala sampai di ufuk yang tinggi malaikat-malaikat tadi berkumpul untuk kembali, karenanya maka cahaya matahari kelihatan redup. Maka Sidratul Muntaha menyambut kedatangan mereka “Segala puji bagi Allah Yang Maha Penyayang”.

Urutan nilai bagi hamba yang mendapatkan Lailatul Qadar paling akhir ialah yang melaksanakan salat isya dan shalat subuh berjamaah pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar) tersebut. Imam ibnu Abi Hatim berkata dalam tafsirnya:

من صام رمضان وهو يحدث نفسه إذا أفطر رمضان أن لا يعصى الله دخل الجنة بغير مسئلة ولا حساب. آخر تفسير سورة ليلة القدر، والله الحمد والمنة.

"Barang siapa yang melakukan puasa Ramadhan, sedangkan dalam dirinya ia berbicara bahwa apabila ia berbuka (yakni telah selesai dari puasa Ramadhannya) ia bertekad untuk tidak akan berbuat durhaka kepada Allah SWT, niscaya orang itu masuk surga tanpa pertanyaan dan tanpa hisab”. (Baca juga: Lailatul Qadar: Bagaimana Datangnya, Apa Tiap Orang akan Mendapatkan? )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Malam Nuzulul...
Kisah Malam Nuzulul Quran : Malaikat Jibril Memeluk Nabi Muhammad SAW Hingga 3 Kali di Gua Hira
Kisah Sahabat Nabi SAW...
Kisah Sahabat Nabi SAW yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril
3 Doa yang Diajarkan...
3 Doa yang Diajarkan Malaikat Jibril untuk Umat Nabi Muhammad
Sebelum Perjalanan Isra...
Sebelum Perjalanan Isra Mikraj, Malaikat Jibril Membelah Dada dan Menyucikan Hati Nabi SAW
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Malaikat Jibril, Simak Penjelasannya di Sini!
6 Tugas Malaikat Jibril,...
6 Tugas Malaikat Jibril, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Penemuan Makam Mesir...
Penemuan Makam Mesir Kuno Ini Ungkap Keberadaan Sosok Wanita Tersuci
Teliti Mumi Menjerit,...
Teliti Mumi Menjerit, Ilmuwan Temukan Fakta Menakutkan
Ilisionis Sebut Lokasi...
Ilisionis Sebut Lokasi Tabut Perjanjian Suci yang Pernah Diburu Adolf Hitler
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Ini Daftar 21 Merek...
Ini Daftar 21 Merek Kurma Israel yang Diboikot Umat Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved