Begini Rasanya Disalami Malaikat Jibril di Malam Lailatul Qadar
Sabtu, 16 Mei 2020 - 04:09 WIB
loading...
Malam tersebut ialah malam yang sangat mulia, kemuliaannya lebih baik dari malam 1000 bulan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JIKA badan Anda merinding, hati merasa tenang dan damai, serasa ingin menangis, dan keyakinan beriman kepada Allah SWT semakin mantap maka Anda sedang disalami Malaikat Jibril di malam Lailatul Qadar .
Inilah salah satu keajaiban yang tak terhingga di malam yang mulia dan agung dengan keutamaan lebih baik dari seribu bulan (83 tahun, 4 bulan). (Baca juga: Ciri dan Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar )
Pada malam itu, para malaikat turun ke bumi dipimpin langsung oleh Malaikat Jibril, atas izin Allah SWT untuk melihat siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dan menebar keselamatan di bumi sampai terbit fajar.
Demikian Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid), saat khataman bab Lailatul Qadar menjelaskan kitab Durtotunnasihin dalam ngaji rutin di Pesantren Skill Jakarta, Kamis (14/5/2020).
Lebih lanjut Gus Hayid menjelaskan bahwa dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan, terdapat tiga level penerimaan Lailatul Qadar. Level tersebut adalah level awam, khusus dan khususul khusus (sangat khusus).(Baca juga: 5 Amalan Utama pada 10 Hari Terakhir Ramadhan )
Bagi level awam, Lailatul Qadar adalah sebuah berkah, atau rahmat bagi orang awam. "Mereka hanya berharap pahala dari kemuliaan Lailatu Qadar, yang lebih utama dari seribu bulan," tutur dai program Cahaya Hati Indonesia ini seperti dikutip laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) Jumat (15/5/2020).
Sedangkan level orang khusus, meyakini jika beribadah di malam Lailatul Qadar, Allah SWT yang turun langsung untuk melihat ibadah hamba-Nya dengan miliaran malaikat mengiringi Allah untuk mengaminkan doa seorang hamba di malam itu dan memintakan ampunan kepada Allah bagi siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar.(Baca juga: Kencangkan Sarung, Berikut Tips 10 Malam Terakhir Ramadhan )
"Karena pada malam itu, para malaikat membawa perkara-perkara yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, yaitu nasib kita pada tahun ini hingga tahun yang akan datang, serta membawa dan membagikan rahmat dan keselamatan dari Allah SWT untuk orang-orang mukmin," imbuh pria yang juga pengurus MUI Pusat.
Pada malam Lailatul Qadar-lah rapot yang telah Allah catat pada malam Nisfu Sya’ban dari catatan besar di zaman azali, akan diperlihatkan kepada para malaikat untuk dilihat. (Baca juga: Doa dan Amalan di Malam Nishfu Sya'ban )
Pada malam Lailatul Qadar catatan itu akan tetap dan tak berubah jika seorang hamba tak berdoa di malam itu dan tidak memanfaatkan malam Lailatul dengan ibadah dan bermunajat kepada Allah.
Catatan ini akan diubah dengan doa-doa dan munajat serta taqarrub seorang hamba pada malam Lailatul Qadar.
"Golongan yang ketiga dari orang memahami malam Lailatul Qodar adalah yaitu orang-orang yang istimewa, memandang semua malam di bulan suci Ramadhan selayaknya malam Lailatul Qadar. Mereka bahkan bisa seolah 'melihat' rahmat Allah, melihat turunnya para malaikat. Dan kehadiran Allah SWT di malam itu. Kelas ini adalah kelasnya para Auliya dan Ambiya walmursalin," ungkapnya.(Baca juga: Ingin Dapat Pahala Lailatul Qadar? Amalkan Zikir Ini )
Tanda-tanda
Kapan malam Lailatul Qodar itu datang? (Baca juga: Soal Turunnya Al-Qur'an, Malam Lailatul Qodar Apa 17 Ramadhan? )
Banyak riwayat menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar ini disembunyikan oleh Allah agar para manusia bersemangat dan terus berlomba-lomba untuk beribadah dan mendapatkannya sejak malam pertama ramadhan hingga akhir Ramadhan.
Inilah salah satu keajaiban yang tak terhingga di malam yang mulia dan agung dengan keutamaan lebih baik dari seribu bulan (83 tahun, 4 bulan). (Baca juga: Ciri dan Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar )
Pada malam itu, para malaikat turun ke bumi dipimpin langsung oleh Malaikat Jibril, atas izin Allah SWT untuk melihat siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dan menebar keselamatan di bumi sampai terbit fajar.
Demikian Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid), saat khataman bab Lailatul Qadar menjelaskan kitab Durtotunnasihin dalam ngaji rutin di Pesantren Skill Jakarta, Kamis (14/5/2020).
Lebih lanjut Gus Hayid menjelaskan bahwa dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan, terdapat tiga level penerimaan Lailatul Qadar. Level tersebut adalah level awam, khusus dan khususul khusus (sangat khusus).(Baca juga: 5 Amalan Utama pada 10 Hari Terakhir Ramadhan )
Bagi level awam, Lailatul Qadar adalah sebuah berkah, atau rahmat bagi orang awam. "Mereka hanya berharap pahala dari kemuliaan Lailatu Qadar, yang lebih utama dari seribu bulan," tutur dai program Cahaya Hati Indonesia ini seperti dikutip laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) Jumat (15/5/2020).
Sedangkan level orang khusus, meyakini jika beribadah di malam Lailatul Qadar, Allah SWT yang turun langsung untuk melihat ibadah hamba-Nya dengan miliaran malaikat mengiringi Allah untuk mengaminkan doa seorang hamba di malam itu dan memintakan ampunan kepada Allah bagi siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar.(Baca juga: Kencangkan Sarung, Berikut Tips 10 Malam Terakhir Ramadhan )
"Karena pada malam itu, para malaikat membawa perkara-perkara yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, yaitu nasib kita pada tahun ini hingga tahun yang akan datang, serta membawa dan membagikan rahmat dan keselamatan dari Allah SWT untuk orang-orang mukmin," imbuh pria yang juga pengurus MUI Pusat.
Pada malam Lailatul Qadar-lah rapot yang telah Allah catat pada malam Nisfu Sya’ban dari catatan besar di zaman azali, akan diperlihatkan kepada para malaikat untuk dilihat. (Baca juga: Doa dan Amalan di Malam Nishfu Sya'ban )
Pada malam Lailatul Qadar catatan itu akan tetap dan tak berubah jika seorang hamba tak berdoa di malam itu dan tidak memanfaatkan malam Lailatul dengan ibadah dan bermunajat kepada Allah.
Catatan ini akan diubah dengan doa-doa dan munajat serta taqarrub seorang hamba pada malam Lailatul Qadar.
"Golongan yang ketiga dari orang memahami malam Lailatul Qodar adalah yaitu orang-orang yang istimewa, memandang semua malam di bulan suci Ramadhan selayaknya malam Lailatul Qadar. Mereka bahkan bisa seolah 'melihat' rahmat Allah, melihat turunnya para malaikat. Dan kehadiran Allah SWT di malam itu. Kelas ini adalah kelasnya para Auliya dan Ambiya walmursalin," ungkapnya.(Baca juga: Ingin Dapat Pahala Lailatul Qadar? Amalkan Zikir Ini )
Tanda-tanda
Kapan malam Lailatul Qodar itu datang? (Baca juga: Soal Turunnya Al-Qur'an, Malam Lailatul Qodar Apa 17 Ramadhan? )
Banyak riwayat menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar ini disembunyikan oleh Allah agar para manusia bersemangat dan terus berlomba-lomba untuk beribadah dan mendapatkannya sejak malam pertama ramadhan hingga akhir Ramadhan.
Lihat Juga :