Perempuan yang Namanya Diabadikan dalam Al-Quran, Siapa Saja Mereka?
Selasa, 02 Februari 2021 - 20:06 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JUMLAH wanita yang disebutkan dalam Al-Quran diperkirakan 24 orang. Allah SWT berbicara tentang wanita salehah yang mengabdikan hidup mereka kepada tuhannya dan tunduk kepadanya dengan sepenuh hati.
Baca juga: Nabi Muhammad, Manusia yang Nasabnya Diabadikan Sampai ke Nabi Adam
Di antara para wanita yang namanya diabadikan dalam Al-Quran adalah istri para nabi. Kisah kehidupan mereka merupakan cerita nyata seperti tercantum pada Surat Yusuf ayat 111.
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmar bagi kaum yang beriman.”
Al-Qur'an mengungkap bahwa penciptaan Nabi Adam AS bersamaan dengan ibu Hawa, yang berfungsi sebagai istri dan kawan hidup beliau.
Dalam Al-Quran, Allah SWT tidak hanya menunjukkan wanita yang beriman, tetapi yang menderita nasib buruk. Yang menarik untuk dicatat di sini adalah bahwa kedua wanita ini adalah istri para Nabi.
Istri-istri Nabi Luth AS dan Nabi Nuh AS menolak untuk percaya pada keyakinan Agama Islam, meskipun diberkati dengan suami Nabi, kedua wanita ini gagal melihat kebenaran dan memilih untuk mengkhianati suaminya, pada gilirannya mengkhianati Allah SWT. Itu disebutkan dalam Al-Quran:
“Allah membuat Istri Nuh dan Istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami: lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing). Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya), masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (Jahannam).” (QS At-Tahrim Ayat 10).
Perempuan terhormat
Di era Fir'aun ada Umm-e-Musa, Ibu Nabi Musa AS. Fir’aun memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki Yahudi di Negeri itu. Ibu Nabi Musa AS disapa oleh Allah SWT melalui ‘Wahi’ (pesan langsung dari Allah SWT). Dia diperintahkan untuk memiliki iman dan melemparkannya ke sungai sehingga Nabi Musa AS dapat hidup.
“Dan kamu ilhamkan kepada Ibu Musa: Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya (salah seorang) dari pada Rasul.” (Surat Al-Qasas Ayat 7)
Kita mengetahui kisah istri Fir'aun, yang dapat mencegah Fir'aun dalam niatnya untuk membunuh Nabi Musa AS, Sebagaimana tercantum dalam firman Allah SWT:
"Dan berkatalah istri Fir'aun, '(Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut menjadi anak, sedangkan mereka tidak menyadari." (QS Al-Qashash: 9).
Kita simak kisah di mana ada dua wanita di kota Madyan, keduanya putri Asy-Syekh Al-Kabir, yang diberi air minum oleh Nabi Musa AS . Kemudian kedua wanita tersebut mengusulkan kepada ayahnya, supaya memberi pekerjaan kepada Nabi Musa AS karena beliau memiliki amanat (dapat dipercaya) dan fisiknya kuat. Sebagaimana yang tertera dalam firman Allah SWT.:
Baca juga: Nabi Muhammad, Manusia yang Nasabnya Diabadikan Sampai ke Nabi Adam
Di antara para wanita yang namanya diabadikan dalam Al-Quran adalah istri para nabi. Kisah kehidupan mereka merupakan cerita nyata seperti tercantum pada Surat Yusuf ayat 111.
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmar bagi kaum yang beriman.”
Al-Qur'an mengungkap bahwa penciptaan Nabi Adam AS bersamaan dengan ibu Hawa, yang berfungsi sebagai istri dan kawan hidup beliau.
Dalam Al-Quran, Allah SWT tidak hanya menunjukkan wanita yang beriman, tetapi yang menderita nasib buruk. Yang menarik untuk dicatat di sini adalah bahwa kedua wanita ini adalah istri para Nabi.
Istri-istri Nabi Luth AS dan Nabi Nuh AS menolak untuk percaya pada keyakinan Agama Islam, meskipun diberkati dengan suami Nabi, kedua wanita ini gagal melihat kebenaran dan memilih untuk mengkhianati suaminya, pada gilirannya mengkhianati Allah SWT. Itu disebutkan dalam Al-Quran:
“Allah membuat Istri Nuh dan Istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami: lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing). Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya), masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (Jahannam).” (QS At-Tahrim Ayat 10).
Perempuan terhormat
Di era Fir'aun ada Umm-e-Musa, Ibu Nabi Musa AS. Fir’aun memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki Yahudi di Negeri itu. Ibu Nabi Musa AS disapa oleh Allah SWT melalui ‘Wahi’ (pesan langsung dari Allah SWT). Dia diperintahkan untuk memiliki iman dan melemparkannya ke sungai sehingga Nabi Musa AS dapat hidup.
“Dan kamu ilhamkan kepada Ibu Musa: Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya (salah seorang) dari pada Rasul.” (Surat Al-Qasas Ayat 7)
Kita mengetahui kisah istri Fir'aun, yang dapat mencegah Fir'aun dalam niatnya untuk membunuh Nabi Musa AS, Sebagaimana tercantum dalam firman Allah SWT:
"Dan berkatalah istri Fir'aun, '(Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut menjadi anak, sedangkan mereka tidak menyadari." (QS Al-Qashash: 9).
Kita simak kisah di mana ada dua wanita di kota Madyan, keduanya putri Asy-Syekh Al-Kabir, yang diberi air minum oleh Nabi Musa AS . Kemudian kedua wanita tersebut mengusulkan kepada ayahnya, supaya memberi pekerjaan kepada Nabi Musa AS karena beliau memiliki amanat (dapat dipercaya) dan fisiknya kuat. Sebagaimana yang tertera dalam firman Allah SWT.:
Lihat Juga :