Begini Penggunaan Kata Masya Allah yang Membuat Doa Nabi Musa Terkabul

loading...
Begini Penggunaan Kata Masya Allah yang Membuat Doa Nabi Musa Terkabul
Ilustrasi/Ist
Suatu ketika Ustaz Adi Hidayat atau yang lebih dikenal dengan UAH, mencoba mendudukkan tentang penggunaan kata "Masya Allah" dan "Subhanallah". Ini kali kita bahas terlebih dahulu tentang penggunaan kata "Masya Allah". Menurut UAH, ungkapan “Masya Allah” diperuntukkan ketika seseorang menyaksikan sesuatu yang indah, menakjubkan, atau yang luar biasa, maka seseorang dianjurkan untuk mengucapkan “Masya Allah”.

Baca juga: Masya Allah, Inilah Makanan Pertama Penduduk Surga

Ini, menurut UAH, didasarkan kepada firman Allah dalam surah al-Kahfi:

وَلَوۡلَآ إِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَكَ قُلۡتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالٗا وَوَلَدٗا ٣٩

Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (QS Al-Kahfi: 39)



Ayat di atas memberikan gambaran bahwa ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan seperti kebun yang indah, maka ungkapan yang tepat adalah Masya Allah dengan “ma” untuk arti ta’ajjub, atau jika disederhanakan alangkah indahnya kehendak Allah.

Baca juga: Masya Allah! Begini Gambaran Telaga Al-Kautsar yang Dibanggakan Rasulullah

Imam al-Suyuthi, dalam al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir bi al-Ma’tsur juga merangkum beberapa penafsiran ulama mengenai firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 39 di atas. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa “masyaallah” sangat manjur digunakan ketika seseorang memiliki hajat.

Suatu ketika Nabi Musa AS , berdoa kepada Allah SWT. Doa tersebut tidak kunjung dikabulkan oleh Allah sejak lama, dan ketika Musa berdoa dengan menyebut “Masya Allah”, dan tiba-tiba doanya dikabulkan.

Lalu Musa bertanya: “Ya Rabb ana athlub hajati mundzu kadza wa kadza, wa a’thaitaniha al-aan? (wahai Tuhanku, aku meminta dikabulkan hajatku sejak saat itu dan Engkau mengabulkannya sekarang?)” kemudian Allah menjawab: “Tidakkah engkau ingat apa yang engkau katakan (yakni Masya Allah), kalimat itulah yang paling mempercepat dikabulkannya sebuah hajat.”

Disebutkan pula bahwa ketika imam Malik memasuki rumah, beliau mengucapkan Masya Allah, ketika ditanya beliau mengatakan bahwa yang dilakukannya sesuai dengan firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 39.
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَا تَقۡفُ مَا لَـيۡسَ لَـكَ بِهٖ عِلۡمٌ‌ ؕ اِنَّ السَّمۡعَ وَالۡبَصَرَ وَالۡفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤٮِٕكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔوۡلًا
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

(QS. Al-Isra:36)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video