Kisah Palsu? Bersembunyi Bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar Tersengat Kalajengking
Jum'at, 26 Februari 2021 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Imam adz-Dzahabi berkata: “Abdur Rahman bin Ibrahim Ar Rasiby dari Malik. Dia tertuduh dalam kasus meriwayatkan khabar batil yang panjang. Dia juga meriwayatkan dari Furat bin Saib dari Maimun bin Mihran dari Dhabbah bin Mihshan dari Abu Musa tentang kisah di gua.
Kisahnya persis seperti buatan orang-orang thariqat”. [lihat Mizanul I’tidal (2/545)].
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyetujui perkataan adz-Dzahabi tentang kisah gua di atas yaitu persis seperti buatan orang-orang thariqat.
Begitu juga Furat bin Saib Imam Dzahabi berkata: “Furat bin Saib dari Maimun bin Mihran: Bukhari berkata: Munkarul hadits. Ibnu Ma’in berkata: Lemah. Daruqutni berkata: Matruk (ditinggalkan)”.
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyetujui perkataan Dzahabi di atas lalu menambahkan: Abu Hatim berkata: Lemah haditsnya, munkarul hadits.
As-Saji berkata: Para ulama meninggalkannya. Nasa’i berkata: Matrukul Hadits”.
Baca juga: Bukan Kisah Nyata? Dua Malaikat Minum Khamr, Berzina, Lalu Membunuh Bayi
Setelah kita mengetahui keadaan Furat bin Saib di atas maka semakin gamblang bagi kita perkataan Imam Ibnu Hibban: “Furat bin Saib Al-Jazary meriwayatkan dari Maimun bin Mihran, dia meriwayatkan hadis-hadis maudhu’ (palsu) dari orang-orang tsiqah (terpercaya), tidak boleh berhujjah dengannya, meriwayat kan darinya dan menulis haditsnya melainkan hanya untuk me ngetes saja”.
Kisahnya persis seperti buatan orang-orang thariqat”. [lihat Mizanul I’tidal (2/545)].
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyetujui perkataan adz-Dzahabi tentang kisah gua di atas yaitu persis seperti buatan orang-orang thariqat.
Begitu juga Furat bin Saib Imam Dzahabi berkata: “Furat bin Saib dari Maimun bin Mihran: Bukhari berkata: Munkarul hadits. Ibnu Ma’in berkata: Lemah. Daruqutni berkata: Matruk (ditinggalkan)”.
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyetujui perkataan Dzahabi di atas lalu menambahkan: Abu Hatim berkata: Lemah haditsnya, munkarul hadits.
As-Saji berkata: Para ulama meninggalkannya. Nasa’i berkata: Matrukul Hadits”.
Baca juga: Bukan Kisah Nyata? Dua Malaikat Minum Khamr, Berzina, Lalu Membunuh Bayi
Setelah kita mengetahui keadaan Furat bin Saib di atas maka semakin gamblang bagi kita perkataan Imam Ibnu Hibban: “Furat bin Saib Al-Jazary meriwayatkan dari Maimun bin Mihran, dia meriwayatkan hadis-hadis maudhu’ (palsu) dari orang-orang tsiqah (terpercaya), tidak boleh berhujjah dengannya, meriwayat kan darinya dan menulis haditsnya melainkan hanya untuk me ngetes saja”.
(mhy)
Lihat Juga :