Kisah Palsu? Bersembunyi Bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar Tersengat Kalajengking

loading...
Kisah Palsu? Bersembunyi Bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar Tersengat Kalajengking
Gua Tsur. Benarkan Abu Bakar tersengat kalajengking di sini?/Foto/Ilustasi/Ist
Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam bukunya berjudul " Waspada Terhadap Kisah-Kisah Tak Nyata " mengatakan pengetahuan tentang kisah memang asyik lagi menarik. Tetapi sayang, pengetahuan yang mulia ini telah ternodai oleh goresan tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memutarbalikkan fakta sejarah yang sebenarnya, lalu menebarkan kisah-kisah yang tidak shahih.

Baca juga: Nabi Dawud Kepincut Isri Orang, Lalu Membunuh Suaminya dengan Cara Begini

Salah satu kisah itu yang dimaksud adalah kisah Abu Bakar al-Shiddiq tersengat kalajengking dalam peristiwa hijrah bersama Rasulullah SAW . Untuk menghindari kaum Quraish, Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur.

Sebelum Nabi memasuki gua, Abu Bakar masuk terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan gua itu, apakah aman untuk bersembunyi atau tidak. Dalam gua itu biasanya ditempati oleh binatang-binatang buas dan serangga berbisa.

Setelah Abu Bakar memeriksanya dan dianggap aman, baru memberitahu Nabi agar beliau masuk ke dalamnya. Dalam gua itu, karena sangat lelah, suatu saat Nabi tertidur, meletakkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar.

Kaki Nabi terlihat melepuh bengkak, karena beliau berjalan tanpa alas kaki. Waktu memangku Nabi yang sedang tidur itu, tiba-tiba Abu Bakar melihat di dekat jempol kakinya ada lubang yang luput dari pengamatannya.



Dari lubang itu akan keluar kalajengking besar yang siap menyengat. Abu Bakar segera menutup lubang itu dengan ibu jari kakinya.

Baca juga: Diragukan, Kebenaran Kisah Masyithoh Saat Rasulullah Isra' Mi'raj

Segera setelah itu dirasakan olehnya sengatan kalajengking yang sangat menyakitkan, sehingga sengatan itu seolah-olah dirasakan sampai keulu hati. Menahan sakit yang luar biasa itu mengakibatkan badan Abu Bakar menggigil dan seluruh tubuhnya gemetar, sehingga Nabi terjaga dari tidurnya.

Baru Nabi mengetahui apa yang terjadi. Dengan cepat beliau berusaha mengeluarkan bisa dari ibu jari kaki Abu Bakar serta kemudian mengobatinya dan berdo’a, sehingga Abu Bakar sembuh.

Syaikh Shafiyurr Rohman Al-Mubarokfury dalam kitabnya “Ar-Rahiqul Mahtum” menceritakan sesampai di mulut gua, Abu Bakar berkata: “Demi Allah, janganlah engkau masuk ke dalamnya sebelum aku masuk terlebih dahulu. Jika di dalam ada sesuatu yang tidak beres, biarlah aku yang terkena, asal tidak mengenai engkau”.

Lalu Abu Bakar memasuki gua dengan menyisih kan kotoran yang menghalangi. Di sebelahnya dia mendapatkan lubang. Dia merobek mantelnya menjadi dua bagian dan mengikatnya ke lubang itu. Sobekan satunya lagi dia balutkan ke kakinya.

Setelah itu Abu Bakar berkata kepada beliau: “Masuklah!”

Maka beliaupun masuk ke dalam gua. Setelah mengambil tempat di dalam gua, beliau merebahkan kepala di atas pangkuan Abu Bakar dan tertidur. Tiba-tiba Abu Bakar disengat hewan dari lubangnya. Namun dia tidak berani bergerak, karena takut mengganggu tidur Rasulullah.

Dengan menahan rasa sakit, air matanya menetes ke wajah beliau.”Apa yang terjadi denganmu wahai Abu Bakar?“ tanya beliau.

Abu Bakar menjawab, “Demi ayah dan ibuku menjadi jaminanmu, aku digigit binatang.”

Rasulullah meludahi bagian yang digigit sehingga hilang rasa sakitnya”.

Baca juga: Setelah Diusir dari Surga, Nabi Adam dan Siti Hawa Berbuat Syirik?

Takhrij Kisah
Kisah ini sangat masyhur sekali dalam buku-buku siroh. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Dalail Nubuwwah (2/476-477) dari jalan Abu Husain Ali bin Muhammad bin Abdullah bin Bisyran dari Ahmad bin Salman An-Najjar dari Yahya bin Ja’far dari Abdur Rahman bin Ibrahim Ar-Rasiby dari Furat bin Saib dari Maimun bin Mihran dari Dhabbah bin Mihshan Al-‘Anazy dari Umar bin Khattab.

Kisah ini juga dicantumkan oleh At-Tibrizy dalam Misykah Mashabih (3/1700) tahqiq Syaikh Al-Albani.
halaman ke-1
cover top ayah
وَاِذَاۤ اَنۡعَمۡنَا عَلَى الۡاِنۡسَانِ اَعۡرَضَ وَنَاٰ بِجَانِبِهٖ‌ۚ وَاِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُوۡ دُعَآءٍ عَرِيۡضٍ
Dan apabila Kami berikan nikmat kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong, tetapi apabila ditimpa malapetaka, ia banyak berdoa.

(QS. Fussilat:51)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!