Di Dunia Amalnya Segunung, di Akhirat Seperti Debu Beterbangan

loading...
Di Dunia Amalnya Segunung, di Akhirat Seperti Debu Beterbangan
Amal saleh yang paling dicintai Allah setelah menunaikan kewajiban adalah menjaga hati agar tidak menyakiti orang lain. Foto/Ist
Ulama besar Tarim Yaman Al-Habib Umar bin Hafizh mengatakan dalam satu tausiyahnya, ada manusia yang amalnya seperti gunung di dunia, akan tetapi di akhirat umpama debu yang berterbangan. Apa sebabnya?

Manusia memang diperintahkan untuk beramal saleh di dunia sebagai bekal untuk hari Akhirat. Ada di antara orang-orang yang beramal begitu banyak, bahkan dikenal sebagai ahli ibadah. Namun, ia mengalami kebangkrutan di hari akhirat. Amalnya seperti debu berterbangan.

Baca Juga: Jadilah Manusia yang Tidak Akan Merugi di Akhirat

Ternyata sebabnya karena hatinya. Kedengkian sesama muslim itu adalah penyakit. Hendaknya seorang menjadi da'i, itu mengajak, bukan seorang qadi yang menghukum.

Semua para wali Allah itu diangkat derajatnya oleh Allah, karena hatinya bersih, tidak sombong, tidak dengki, dan selalu merendah diri. Sebagai tanda jika Allah ingin menutupi kejahatan seseorang, maka Allah akan jadikan ia senang menutupi aib orang lain.



Dan ketika Allah membuka aib seseorang, Allah jadikan pula ia suka mencari-cari aib atau kekurangan orang lain. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang tawadhu dan tidak suka mencari cari aib orang lain.

Dalam satu riwayat disebutkan ciri-ciri orang yang bangkrut di Akhirat. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bertanya kepada para sahabat: "Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?"

Para sahabat menjawab: 'Menurut kami, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.'

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari Kkiamat datang dengan sholatnya, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain.

Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka." (HR Muslim No 4678)

Baca Juga: Apakah Amal Bisa Mengubah Takdir?

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
لَاۤ اِكۡرَاهَ فِى الدِّيۡنِ‌ۙ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشۡدُ مِنَ الۡغَىِّ‌ۚ فَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِالطَّاغُوۡتِ وَيُؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسۡتَمۡسَكَ بِالۡعُرۡوَةِ الۡوُثۡقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا‌‌ ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah:256)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!