Selamat Datang 10 Hari Terakhir Ramadhan, Waktunya Mengencangkan Sarung

loading...
Selamat Datang 10 Hari Terakhir Ramadhan, Waktunya Mengencangkan Sarung
Fase 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah momentum yang ditunggu-tunggu umat Islam untuk berburu Lailatul Qadar. Foto/Ist
Alhamdulillah, nanti malam kita akan memasuki malam pertama 10 hari terakhir Ramadhan. Fase 10 hari terakhir ini merupakan momentum terbaik memperbanyak ibadah demi meraih ridha Allah Ta'ala.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila memasuki 10 hari terakhir Ramadhan ini, beliau mengencangkan ikatan sarung (memperbanyak ibadah). Nabi memerintahkan umatnya agar berusaha mendapatkan Lailatul Qadar.

Baca Juga: Kencangkan Sarung, Berikut Tips 10 Malam Terakhir Ramadhan

Perintah memburu Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir Ramadhan disebutkan dalam hadis berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَيَقُولُ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ



Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beriktikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan dan bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan". (HR Al-Bukhari No 1880, Hadis Sahih)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga menegaskan dalam sabadanya:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

"Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR Al-Bukhari)

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan umat Islam

1. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh beriktikaf pada 10 malam terakhir dari Ramadhan untuk memburu Lailatul Qadar.

2. Bersungguh-sungguh beramal pada 10 malam terakhir Ramadhan untuk memperoleh Lailatul Qadar karena ganjaran amalan pada malam itu lebih baik dari 1000 bulan yaitu 83 tahun 4 bulan.

3. Mulailah dengan niat yang tulus. Jika sampai hari ini ibadah kita belum maksimal, sekaranglah meomentum untuk memaksimalkannya. Hari ini, bacalah tafsir Surah Al-Qadr, dan pahami maknanya.

4. Sepatutnya kita tidak memilih malam-malam tertentu untuk memperbanyak ibadah. Jangan menunggu hingga malam ke 27 saja karena waktu Lailatul Qadar dirahasiakan Allah untuk menjadi penyemangat kita beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

4. Bangunkan ahli keluarga kita untuk bersama merebut peluang bertemu Lailatul Qadar.

5. Perbanyakkan iktikaf, pelihara sholat fardhu berjamaah di masjid, tingkatkan tilawah Al-Qur'an, perbanyakkan doa dan permohonan ampun kepada Allah.

6. Bayangkan seolah-olah inilah Ramadhan terakhir kita dan mungkin ini peluang terakhir untuk bertemu Lailatul Qadar.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Keutamaan Itikaf di Bulan Ramadhan, Begini Tata Caranya
(rhs)
cover top ayah
اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ وَّزِيۡنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ‌ؕ كَمَثَلِ غَيۡثٍ اَعۡجَبَ الۡكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيۡجُ فَتَرٰٮهُ مُصۡفَرًّا ثُمَّ يَكُوۡنُ حُطٰمًا‌ؕ وَفِى الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ۙ وَّمَغۡفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَانٌ‌ؕ وَمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الۡغُرُوۡرِ
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

(QS. Al-Hadid:20)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!