Dosen Uhamka: Merawat Kebhinekaan di Tengah Gempuran Modernisasi dan Globalisasi

Sabtu, 08 Mei 2021 - 23:27 WIB
loading...
Dosen Uhamka: Merawat...
Dosen Uhamka Jakarta Ai Fatimah Nur Fuad, MA., Ph.D dalam diskusi yang bertajuk Inspirasi Walisongo; Merawat Kebhinekaan Sabtu (8/5). Foto/BKN PDIP
A A A
JAKARTA - Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, dengan budaya yang beragam, bahasa, ras, suku, dan tradisi serta adat istiadat lokal yang juga berbeda-beda. Namun perbedaan itu bukanlah pemisah satu sama lain, melainkan justru pemersatu dan tetap menjadi satu kesatuan dalam rumah yang sama yaitu bangsa Indonesia .

Salah satu identitas Indonesia yang paling dominan dari dulu hingga sekarang adalah keragaman, atau kebhinekaan . Identitas tersebut tidak terbentuk dalam waktu yang singkat, namun hasil dialog sejarah panjang dari generasi ke generasi, dan senantiasa eksis dari dahulu hingga sekarang ini.

Baca juga: Ulama NU Ini Ingatkan Para Dai Belajar Cara Dakwah Islam dari Sunan Ampel

Hal ini disampaikan Ai Fatimah Nur Fuad, MA., Ph.D yang merupakan Dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Uhamka Jakarta , dalam diskusi yang bertajuk “Inspirasi Walisongo; Merawat Kebhinekaan” yang ditayangkan melalui kanal YouTube BKNP PDI-P pada Sabtu (8/5/2021).

"Bhineka unggal ika yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu itu merupakan semboyan bangsa Indonesia saat ini, dan yang akan datang, juga sudah terbukti dimasa-masa sebelumnya," Jelas Ai Fatimah

Kehidupan manusia dengan asfek sosial yang berbeda perlu di kaji ulang. Untuk kembali di revitalisasi dan reorientasi sesuai petunjuk Al-Quran. Manusia mutlak memerlukan bimbingan dan petunjuk, dan petunjuk itu telah turun berada di tengah-tengah kita saat ini, yaitu Al-Quranul karim.

Baca juga: KH Ahmad Baso: Nasionalisme Merupakah Strategi Jitu Walisongo Merangkul Semua Kalangan

Berdasarkan petunjuk Al-Quran pluralisme (keragaman) sangat penting artinya terutama dalam semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Keragaman merupakan potensi strategis untuk mewujudkan pembangunan dan sekaligus sebagai rahmad Allah swt. Keragaman merupakan kekuatan atau energi untuk membangun kebersamaan.

"Dalam Al-Qur'an juga disebutkan, bahwa perbedaan bangsa, budaya dan seterusnya, itu sebetulnya merupakan jalan untuk bagaimana kita bisa mengenali satu sama lain, lalu kemudian menghormati, saling menghargai, lalu akan tumbuh potensi-potensi terbaik dalam menghargani kebhinekaan dan kebersamaan dalam berbangsa," lanjut Ai Fatimah

Prinsip yang diajarkan Al-Quran sangat jelas bagi kita bahwa keragaman (plural) merupakan sunnatullah dan anugerah Yang Maha Kuasa. Pluralisme masyarakat adalah salah satu ciri utama dari masyarakat multikultural seperti Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Toleransi Antar Agama...
Toleransi Antar Agama dalam Pandangan Islam, Simak di Sini!
Merawat Kebhinekaan...
Merawat Kebhinekaan dan Toleransi Jadi Wujud Syukur kepada Allah
Selama Ramadhan, Ponpes...
Selama Ramadhan, Ponpes An Nahdlah Kembangkan Tradisi Menulis bagi Santri-Mahasiswa
Agar Menunaikan Puasa...
Agar Menunaikan Puasa Ramadhan Lebih Maksimal, Ini Agenda yang Perlu Disiapkan
Sejarah Kue Apem: Apa...
Sejarah Kue Apem: Apa Hubungannya dengan Sunan Gunung Jati?
6 Macam Orang yang Bahagia...
6 Macam Orang yang Bahagia Menurut Al-Qur’an
Rekomendasi
Dikaitkan dengan Kehidupan...
Dikaitkan dengan Kehidupan di Mars, Fosil Air Berusia 6 Juta Tahun Ditemukan di Italia
Al Tusi, Ahli Matematika...
Al Tusi, Ahli Matematika dan Filsafat Pelopor Pendirian Observatorium Astronomi Terbesar di Dunia
Jawaban Menakutkan Mengapa...
Jawaban Menakutkan Mengapa Sungai Colorado Tidak Lagi Mencapai Laut Terkuak
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Tips Mengasuh dan Merawat...
Tips Mengasuh dan Merawat Bayi di Masa Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved