Tetap Mempertahankan Spirit Ramadhan Pada Hari-Hari Biasa

Selasa, 26 Mei 2020 - 05:02 WIB
loading...
Tetap Mempertahankan...
Pada Ramadhan kita bermesraan dengan Al-Quran dan akan tetap begitu di luar Ramadhan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
KINI kita berada di bulan Syawal setelah selesai menjalani rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan . Semoga ibadah kita di bulan suci Ramadhan diterima oleh Allah dan menjadi pribadi yang muttaqin (orang baik) dan berharap bisa bertemu dengan bulan Ramadhan yang akan datang.

Bulan Syawal bisa merupakan bulan pembuktian apakah ibadah kita pada bulan Ramadhan berhasil atau tidak. Puasa yang merupakan tujuannya membentuk pribadi yang bertakwa, mampukah bertahan di bulan Syawal ini. Jika tujuan puasa itu tercapai, maka sudah bisa dipastikan kehidupan seorang muslim akan menjadi lebih baik. Lebih baik dalam menjaga hubungan dengan Allah (hablum min Allah) dan menjaga hubungan baik sesama manusia (hablum min an-nas).

Baca juga: Amalan di Bulan Syawal Berdasar Hadis Sahih, Dhaif, dan Palsu

Dua-duanya menjadi penting dalam menjalankan kehidupan ini, karena kalau salah satu yang dominan akan menjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan ini.

Selanjutnya alangkah baiknya jika tradisi selama Ramadhan kita lanjutkan pada hari-hari berikutnya. Pada saat Ramadhan setiap jiwa yang beriman terasa begitu ringan menjalankan ketaatan demi ketaatan. Ada rasa senang mengisi waktu yang tersedia dengan beragam ibadah dan amal saleh. Membaca Al-Qur’an pun bisa beberapa kali dalam sehari, indah dan nikmat.

Di sisi lain, kita juga merasakan, kala kumandang takbir tiba, salat Id dilaksanakan, perlahan namun pasti sebagian orang mulai masuk dalam suasana dan kondisi berbeda. Kondisi nilai-nilai religius yang beringsut berkurang.

Baca juga: Puasa Syawal, Pahalanya Seperti Puasa Setahun Penuh

Jika tak waspada, bukan semata ibadah yang menurun derajat kualitas dan kuantitasnya, orientasi hidup pun perlahan bergeser. Jika dibiarkan maka akan menjadikan jiwa benar-benar merana berpisah dengan Ramadhan.

Oleh karena itu sepatutnya kita tetap membiasakan diri menjalani spirit Ramadhan pada hari-hari di luar bulan suci itu.

Pertama, tetap jadi pencinta kebaikan. Ramadhan adalah bulan orang berlomba-lomba melakukan kebaikan. Banyak orang kesulitan secara ekonomi, tapi kala Ramadhan tiba, mereka tetap bisa makan, bisa tersenyum, dan bisa terbantu.

Tidak lain karena orang banyak yang berlomba mengamalkan perintah sedekah. Mereka yang berada tetap bersedekah walau jumlahnya menurun dari sisi nominal, namun semangat itu tak pernah padam.

Di sisi lain, kita bisa sama-sama saksikan bagaimana orang berlomba-lomba menjalankan salat tarawih, salat Tahajjud sepanjang Ramadhan.

Baca juga: Amalan Idul Fitri, Pahalanya Bisa Seperti Jihad Perang Badar

Nah, jika pada bulan Ramadhan kita bisa lari kencang, maka jangan sampai di luar Ramadhan semangat berlomba dalam kebaikan itu jalan mendadak berhenti bahkan mundur. Tetapkan berlomba-lomba dalam kebaikan.

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللّهُ جَمِيعاً إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan..” (QS: Al-Baqarah [2]: 148).

Kedua, tetap bermesraan dengan Al-Quran. Jika pada Ramadhan bisa khatam sekali bahkan hingga 3 dan 4 kali membaca Al-Quran, maka pada hari-hari biasa hal yang sama bisa dilakukan.

Bahkan, mereka yang tak sanggup menghatamkan Al-Qur’an dalam Ramadhan sekalipun, bukan berarti harus rendah diri lantas berpikir tidak mau menyentuh kalamullah itu. Justru harus dibangkitkan semangat itu.

Dan, sungguh Al-Qur’an itu pada hakikatnya adalah kitab yang selain harus dibaca, sejatinya ditekankan untuk bagaimana dipahami kemudian diamalkan. Sebagian ulama menegaskan mengenai hal ini.

نزل القرآن ليعمل به فاتخذوا تلاوته عملا

“Al-Qur’an itu diturunkan untuk diamalkan. Oleh karenanya, bacalah Al Qur’an untuk diamalkan.”

Kemudian Abdurrahman As-Sulami menggambarkan bagaimana sahabat Nabi bermesraan dengan Al-Qur’an.

حدثنا الذين كانوا يقرئوننا القرآن، كعثمان بن عفان وعبد الله بن مسعود وغيرهما أنهم كانوا إذا تعلَّموا من النبي -صلى الله عليه وسلم- عشر آيات لم يجاوزوها حتى يتعلموا ما فيها من العلم والعمل، قالوا: فتعلمنا القرآن والعلم والعمل جميعًا

“Telah menceritakan kepada kami orang-orang yang mengajarkan kepada kami Al-Qur`an, seperti Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas’ud dan selain keduanya bahwa ketika mereka belajar 10 ayat (Al-Qur`an) dari Nabi, mereka tidak menambah atau melewatinya hingga belajar ilmu dan amal di dalamnya. Mereka (para guru kami) bertutur, ‘Kami (dulu) belajar Al-Qur`an beserta ilmu dan amal sekaligus.”

Ketiga, tetap mengejar takwa. Sebagian orang kadang salah kaprah, terutama kaum hawa. Saat Ramadhan senang dan nyaman menggunakan hijab, lepas Ramadhan tanggal pula hijabnya. Seolah-olah target takwa yang salah satu manivestasinya menutup aurat hanya berlaku saat Ramadhan.

Tidaklah demikian, di luar Ramadhan, justru target takwa semakin harus dikejar, karena situasinya kian sulit. Termasuk di dalamnya menjaga lisan dan pandangan. Kala Ramadhan youtube yang dibuka kajian Islam, lepas Ramadhan jangan sampai kembali ke gosip dan beragam tontonan yang tidak mendidik.

Allah SWT berpesan kepada kita bahwa takwa itu harus diraih dan diupayakan dengan sebenar-benarnya, hingga ajal tiba. Dalam kata yang lain, di luar Ramadhan, takwa harus semakin ditingkatkan, dan diupayakan sebaik-baiknya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran [3]: 102).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Jumat: Amalan-amalan...
Khotbah Jumat: Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Doa dan Amalan agar...
Doa dan Amalan agar Disegerakan Ibadah Umrah dan Haji
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Inilah Amalan Malam...
Inilah Amalan Malam Nuzulul Quran, Sayang untuk Dilewatkan
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Rekomendasi
Arkeolog Ungkap Rahasia...
Arkeolog Ungkap Rahasia yang Terkubur di Pegunungan Rocky selama 6.000 Tahun
Sebagian Besar Kerak...
Sebagian Besar Kerak Bumi yang Hilang Ditemukan, di Sini Letaknya
Gigi Sapi Berusia 5.000...
Gigi Sapi Berusia 5.000 Tahun Jelaskan Bagaimana Stonehenge Dibangun
Artikel Terkini
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Infografis
5 Makanan yang Berbahaya...
5 Makanan yang Berbahaya jika Dikonsumsi pada Malam Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved