Shalat Hadiah Bagi Jenazah, Apa Maksudnya?

loading...
Shalat Hadiah Bagi Jenazah, Apa Maksudnya?
Kiriman doa termasuk shalat hadiah atau dikenal dengan nama shalat sunnah unsi, merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh jenazah di alam kubur untuk memperingan siksa dan azab kuburnya. Foto ilustrasi/ist
Kematian adalah sesuatu yang pasti bagi semua makhluk yang bernyawa . Dan alam kubur akan menjadi tempat berikutnya bagi mereka yang sudah meninggal. Di alam inilah, sang mayit akan menerima nikmat dan azab atau siksa kubur sesuai dengan amal perbuatannya selama di dunia.

Tentang azab dan siksa kubur, banyak diriwayatkan dalam hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melalui ummul mukminin Aisyah radhiyallahu'anha. Hadis tersebut di antaranya;

Baca juga: Hati-hati, 8 Perkara Ini Menjerumuskan Lisan ke Dalam Dosa Besar

Ketika Aisyah radhiyallahu'anha menanyakan mengenai azab kubur, Rasulullah memberi jawaban: "iya, azab kubur pasti ada.” (HR. Bukhari dalam Kitab Al-Janaiz)

Sayyidah Aisyah juga meriwayatkan bahwa Rasulullah berdoa dalam shalatnya, “Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari azab kubur,” (HR. Mutafaqun Alaih)

Diriwayatkan oleh Hannad ibnus-Sari dalam kitabnya Az-Zuhdu dari Waki’, dari Al-A’masy, dari Syaqiq, dari Aisyah radhiyallahu'anha berkata bahwa pernah ada seorang wanita Yahudi masuk menemuinya, lalu wanita Yahudi itu mengatakan, “Kami berlindung kepada Allah dari azab kubur.” Maka Aisyah menanyakan azab kubur itu kepada Rasulullah, dan beliau menjawab: Azab kubur itu adalah haq atau benar adanya. Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya mereka disiksa di kuburnya sampai binatang-binatang mendengar suara mereka. Aisyah ra mengatakan bahwa tidak sekali-kali ia melihat Rasulullah sesudah selesai dari shalatnya, melainkan memohon perlindungan dari azab kubur. (HR. Al-Bukhari)

Baca juga: Rumah Tangga, Tempat Awal Iblis Merusak Masyarakat

Dalam hadis Ibnu Abbas, Rasulullah pernah melewati dua kuburan. Kemudian beliau bersabda: “Kedua penghuni ini sungguh sedang mendapat azab. Dan tidaklah keduanya diazab karena melakukan dosa besar. Adapun salah satunya karena berbuat namimah (adu domba) dan yang kedua karena tidak membersihkan air kecingnya.” (H.R. Muslim)

Azab dan siksa kubur ini, sudah diingatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena itu, bagi mukmin hidup di dunia memang seperti di penjara, dikarenakan ia harus menahan diri dari berbagai nafsu syahwat yang telah diharamkan.

Orang-orang mukmin sabar dalam melakukan ketaatan sampai ajal menjemput. Ketika ia wafat, barulah ia merasakan dan benar-benar istirahat dari segala hal yang harus dilakukan itu (berupa ketaatan). Kemudian ia akan memperoleh balasan dari Allah sesuai dengan apa yang dijanjikan-Nya, dan dapat terbebas dari siksa dan azab kubur ini.
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-A’raf:96)
cover bottom ayah
preload video