Kebenaran Surat Ar Rahman 19-20, Selat Gibraltar Salah Satu Bukti
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 14:22 WIB
loading...
Kebenaran Surat Ar Rahman 19-20 dibuktikan dengan peristiwa yang terjadi di Selat Gibraltar. Foto/Hidabrut.com
A
A
A
Kebenaran Surat Ar Rahman 19-20 dibuktikan dengan peristiwa yang terjadi di Selat Gibraltar yang berlokasi di antara Benua Eropa dan Afrika. Di sini terdapat dua air lautan yang tidak bercampur, meski saling bersanding.
Pengetahuan terbaru juga menemukan bahwa fenomena ini terjadi di Laut Madura dan juga di Danau Labuan Cermin, Kalimantan Timur beberapa hari. Begitulah fenomena pertemuan dua lautan.
Baca juga: Surat Al-Insyirah: Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
Fenomena tersebut dalam Islam bisa dipahami sebagai ayat kauniyah, atau tanda-tanda Allah pada alam semesta. Dan di dalam Al-Quran , fenomena bertemunya dua lautan telah diterangkan dalam Surat Ar-Rahman ayat 19-20 yang menyebutkan bahwa atas kuasa Allah, dua air laut bisa bertemu tanpa saling menyatu.
Adapun bunyi Surat Ar-Rahman ayat 19-20 adalah sebagai berikut:
مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يلْتَقِيَانِ . بينهُمَا برْزَخٌ لَّا يبْغِيَانِ
“Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”
Dalam Al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim Tanthawi Jauhari menafsirkan “maraj al-bahrain” aliran air yang bertemu. Dua air tersebut adalah air laut yang asin dan air laut yang tawar rasanya. Keduanya tidak tidak saling mempengaruhi satu sama lain.
Menurut Tantawi Jauhari, penyebab kedua lautan tersebut tidak saling bercampur satu sama lain dikarenakan adanya pembatas yang bersifat illahiyah.
Ibnu Asyur dalam kitab tafsirnya al-Tahrir wa al-Tanwir menguraikan pendapat bahwa yang dimaksud dengan al-bahrain adalah Sungai Eufrat di Irak dan teluk Persia di pantai Basrah serta di lokasi pantai Bahrain. Kemungkinan lain menurut Ibnu Asyur adalah dua laut yang dikenal ketika wahyu diturunkan, yaitu berlokasi di Laut Merah dan Laut Oman.
Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatihul Ghayb menafsirkan “marajal bahrain” sebagai dua air laut yang bertemu dan berdampingan. Karena pada dasarnya memang secara karakteristik air yang berdampingan pasti bercampur, hanya saja yang pencampuran tersebut dicegah oleh Allah.
Pengetahuan terbaru juga menemukan bahwa fenomena ini terjadi di Laut Madura dan juga di Danau Labuan Cermin, Kalimantan Timur beberapa hari. Begitulah fenomena pertemuan dua lautan.
Baca juga: Surat Al-Insyirah: Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
Fenomena tersebut dalam Islam bisa dipahami sebagai ayat kauniyah, atau tanda-tanda Allah pada alam semesta. Dan di dalam Al-Quran , fenomena bertemunya dua lautan telah diterangkan dalam Surat Ar-Rahman ayat 19-20 yang menyebutkan bahwa atas kuasa Allah, dua air laut bisa bertemu tanpa saling menyatu.
Adapun bunyi Surat Ar-Rahman ayat 19-20 adalah sebagai berikut:
مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يلْتَقِيَانِ . بينهُمَا برْزَخٌ لَّا يبْغِيَانِ
“Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”
Dalam Al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim Tanthawi Jauhari menafsirkan “maraj al-bahrain” aliran air yang bertemu. Dua air tersebut adalah air laut yang asin dan air laut yang tawar rasanya. Keduanya tidak tidak saling mempengaruhi satu sama lain.
Menurut Tantawi Jauhari, penyebab kedua lautan tersebut tidak saling bercampur satu sama lain dikarenakan adanya pembatas yang bersifat illahiyah.
Ibnu Asyur dalam kitab tafsirnya al-Tahrir wa al-Tanwir menguraikan pendapat bahwa yang dimaksud dengan al-bahrain adalah Sungai Eufrat di Irak dan teluk Persia di pantai Basrah serta di lokasi pantai Bahrain. Kemungkinan lain menurut Ibnu Asyur adalah dua laut yang dikenal ketika wahyu diturunkan, yaitu berlokasi di Laut Merah dan Laut Oman.
Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatihul Ghayb menafsirkan “marajal bahrain” sebagai dua air laut yang bertemu dan berdampingan. Karena pada dasarnya memang secara karakteristik air yang berdampingan pasti bercampur, hanya saja yang pencampuran tersebut dicegah oleh Allah.
Lihat Juga :