Perlukah Ada Jeda Antara Shalat Wajib dan Rawatib?
Senin, 13 September 2021 - 18:44 WIB
loading...
A
A
A
Keutamaan Shalat Rawatib
Tentang keutamaan shalat rawatib , Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadis tentang keutamaan shalat sunnah rawatib. Ummu Habibah berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang shalat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“.
Baca juga: Tingkatan dan Tips Khusuk dalam Shalat
Setelah mendengarnya, Ummu Habibah berkata : saya tidak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib semenjak mendengar hadis tersebut. ‘Ansabah berkata: Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari Ummu Habibah. ‘
Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim).
Ummul mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadis tentang shalat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim).
Tentang jumlah shalat rawatib, ada hadis yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi, dan An-Nasa’i).
Baca juga: Ngeri, Pelaku Ghibah Diazab di Alam Kubur
Wallahu A'lam
Tentang keutamaan shalat rawatib , Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadis tentang keutamaan shalat sunnah rawatib. Ummu Habibah berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang shalat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“.
Baca juga: Tingkatan dan Tips Khusuk dalam Shalat
Setelah mendengarnya, Ummu Habibah berkata : saya tidak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib semenjak mendengar hadis tersebut. ‘Ansabah berkata: Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari Ummu Habibah. ‘
Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim).
Ummul mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadis tentang shalat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim).
Tentang jumlah shalat rawatib, ada hadis yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi, dan An-Nasa’i).
Baca juga: Ngeri, Pelaku Ghibah Diazab di Alam Kubur
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :