Ulama Bicara soal Hubungan Intim: Bagaimana ketika Suami Orgasme Duluan?

Minggu, 21 November 2021 - 15:47 WIB
loading...
Ulama Bicara soal Hubungan...
Pendapat ulama mengenai hubungan intim antara suami dan istri menunjukkan bahwa para ulama dalam usaha mencari jalan baik tidak bersifat konservatif. (Ilustrasi/Ist)
A A A
Problem perkawinan seringkali terjadi karena persoalan hubungan intim . Seorang suami, begitu orgasme, ia langsung meninggalkan istrinya begitu saja. Suami lupa bahwa sebagaimana ia menginginkan, isteri pun mempunyai keinginan yang sama.

Baca juga: Ketika Istri Menolak Ajakan Hubungan Intim Suami

Sejumlah ulama berpendapat, suami hendaknya memiliki berkeinginan kuat untuk memberikan hak istrinya: menikmati hubungan intim dengan sempurna.

Suami hendaknya mencumbui istri, mencium dan yang selain itu, dari perkara-perkara yang dapat membangkitkan syahwatnya hingga dia dapat melampiaskan hajatnya bersama suami.

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughnii bisy Syarhil Kabiir berkata: “Dianjurkan mencumbui istrinya sebelum persetubuhan untuk membangkitkan syahwatnya, sehingga dia mendapatkan kenikmatan persetubuhan seperti yang diperoleh suaminya."

Ahli fikih Ibnul Qayyim juga mengatakan: "Sebaiknya sebelum bersetubuh hendaknya diajak bersenda-gurau dan menciumnya, sebagaimana Rasulullah SAW melakukannya."

Diriwayatkan dari ‘ Umar bin ‘Abdil ‘Aziz , bahwa dia mengatakan: ‘Jangan mencampurinya, kecuali setelah syahwatnya datang kepadanya, seperti yang datang kepadamu, agar engkau tidak mendahuluinya dengan orgasme.’

Hingga sampai perkataannya: ‘Ya, engkau mencium dan mencumbuinya. Jika engkau melihat bahwa syahwatnya telah datang seperti yang datang kepadamu, maka campurilah.’

Jika suami telah orgasme terlebih dahulu, dimakruhkan mencabut kemaluannya hingga isterinya mengalami orgasme, berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia mengatakan: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jika seseorang menyetubuhi isterinya, maka hendaklah ia menyengajanya. Kemudian jika telah menyelesaikan hajatnya, maka janganlah tergesa-gesa melepaskannya hingga ia menyelesaikan hajatnya.” Karena hal ini merugikan isteri dan menghalanginya untuk melampiaskan keinginannya.”

Baca juga: Kedekatan dan Interaksi Positif, Kunci Hubungan Suami Istri Tetap Langgeng

Pendapat Imam Ghazali
Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' mengenai adab bersetubuh, berkata: "Disunnahkan memulainya dengan membaca Bismillahirrahmaanir-rahiim dan berdoa, sebagaimana Nabi SAW mengatakan:

"Ya Allah, jauhkanlah aku dan setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau berikan kepadaku'."

Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, "Jika mendapat anak, maka tidak akan diganggu oleh setan."

Al-Ghazali juga berkata, "Dalam suasana ini (akan bersetubuh) hendaknya didahului dengan kata-kata manis, bermesra-mesraan dan sebagainya; dan menutup diri mereka dengan selimut, jangan telanjang menyerupai binatang. Suami harus memelihara suasana dan menyesuaikan diri, sehingga kedua pasangan sama-sama dapat menikmati dan merasa puas."

Baca juga: Oral Seks Hubungan Suami-Istri: Haram Apa Mubah?

Pendapat Ibnu Qayyim
Al-Imam Abu Abdullah Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaadul Ma'aad Fie Haadii Khainrul 'Ibaad, menjelaskan mengenai sunnah Nabi SAW dan keterangannya dalam cara bersetubuh. Selanjutnya Ibnul Qayyim berkata:

Tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu ialah:

Pertama dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah yang ditetapkan menurut takdir Allah.

Kedua, mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan jika ditahan terus.

Ketiga, mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana kelak di surga.

Ditambah lagi mengenai manfaatnya, yaitu: Menundukkan pandangan, menahan nafsu, menguatkan jiwa dan agar tidak berbuat serong bagi kedua pasangan.

Syaikh Yusuff Al-Qardhawi mengatakan pendapat ulama mengenai hubungan intim antara suami dan istri menunjukkan bahwa para ulama dalam usaha mencari jalan baik tidak bersifat konservatif, bahkan tidak kalah kemajuannya daripada penemuan-penemuan atau pendapat masa kini.

Baca juga: 7 Cara Ideal Hubungan Suami Istri Menurut Syariat
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Sebelum dan Sesudah...
Doa Sebelum dan Sesudah Berjimak, Suami-Istri Wajib Tahu!
Bolehkah Berhubungan...
Bolehkah Berhubungan Suami Istri saat Malam Nisfu Syaban?
Doa Sebelum Berhubungan...
Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri, Arab, Latin dan Terjemahan
Ghilah: Bersetubuh Sewaktu...
Ghilah: Bersetubuh Sewaktu Istri Masih Menyusui, Sempat Dilarang Rasulullah
Azl: Cara Mengatur Keturunan...
Azl: Cara Mengatur Keturunan Para Sahabat Nabi Muhammad SAW
Gaya Persetubuhan Menurut...
Gaya Persetubuhan Menurut Islam: Boleh dari Mana Saja, Asal Jangan di Dubur
Rekomendasi
Mobil Tiba-tiba Terbang...
Mobil Tiba-tiba Terbang Akibat Cuaca Panas Ekstrem di AS
Ilmuwan Ini Menjelaskan...
Ilmuwan Ini Menjelaskan Apa yang Sebenarnya Terjadi Ketika Manusia Mati
Laut Merah Terbelah...
Laut Merah Terbelah Dua Bisa Terulang Lagi! Ilmuwan Ungkap Fakta Ini
Artikel Terkini
Hukum Menikah di Bulan...
Hukum Menikah di Bulan Safar, Benarkah Membawa Sial? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved