Orang Gemuk dalam Pandangan Islam
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kisah di atas, Umar mengajak kepada kaum Muslimin untuk memperhatikan bentuk tubuh agar terhindar dari kegemukan. Karena badan yang gemuk dapat mendatangkan sifat malas dalam beribadah, mauoun bekerja, serta dapat mendatangkan berbagai penyakit.
Baca juga: Faedah Tolong Menolong, Tak Hanya Dibalas di Dunia Tetapi juga di Akhirat
Bentuk Fisik Rasulullah SAW
Ternyata Rasulullah Muhammad SAW adalah suri tauladan dari segala sisi, termasuk bentuk tubuh. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah sakit, kecuali hanya 2 kali dalam hidupnya. Bentuk tubuhnya juga sangat ideal, dada dan perutnya datar, tidak besar dan buncit perutnya.
Dari Al-Hasan, dari Hindi, ia berkata, “Rasulullah itu berdada lebar. Antara perut dan dada berukuran sama.” (HR. Ath-Thabarani dan Az-Zabidi)
Dari Ummu Hani, ia menuturkan, “Saya tidak melihat bentuk perut Rasulullah kecuali saya ingat lipatan kertas-kertas yang digulung antara satu dengan yang lain.” (HR. Ath-Thabarani) dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun”
Istilah “batu-batu yang tersusun” kalau pengertian kita sekarang adalah sispek dan atletis. Jelas dalam riwayat tersebut diketahui bahwa perut Rasulullah SAW pun tidak buncit.
Gemuk yang Tidak Tercela
Ustadz TB Syamsuri Halim menyebutkan, bagi Anda yang memiliki perut yang buncit, badan yang gemuk namun bukan karena banyak makan dan bermalas-malasan, tentu tidak termasuk gemuk yang tercela. Dia tetap menjadi kebaikan, pahlawan bagi umat, dan berusaha melakukan aktivitas yang bermanfaat. Sebagai bentuk kesyukuran karena diberikan badan yang kuat serta sehat.
Aisyah menceritakan,
“Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir 9 rakaat, setelah beliau mulai gemuk dan berdaging, beliau shalat 7 rakaat. Kemudian shalat 2 rakaat sambil duduk.” (HR. Ahmad 26651 dan Bukhari 4557)
Baca juga: Faedah Tolong Menolong, Tak Hanya Dibalas di Dunia Tetapi juga di Akhirat
Bentuk Fisik Rasulullah SAW
Ternyata Rasulullah Muhammad SAW adalah suri tauladan dari segala sisi, termasuk bentuk tubuh. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah sakit, kecuali hanya 2 kali dalam hidupnya. Bentuk tubuhnya juga sangat ideal, dada dan perutnya datar, tidak besar dan buncit perutnya.
Dari Al-Hasan, dari Hindi, ia berkata, “Rasulullah itu berdada lebar. Antara perut dan dada berukuran sama.” (HR. Ath-Thabarani dan Az-Zabidi)
Dari Ummu Hani, ia menuturkan, “Saya tidak melihat bentuk perut Rasulullah kecuali saya ingat lipatan kertas-kertas yang digulung antara satu dengan yang lain.” (HR. Ath-Thabarani) dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun”
Istilah “batu-batu yang tersusun” kalau pengertian kita sekarang adalah sispek dan atletis. Jelas dalam riwayat tersebut diketahui bahwa perut Rasulullah SAW pun tidak buncit.
Gemuk yang Tidak Tercela
Ustadz TB Syamsuri Halim menyebutkan, bagi Anda yang memiliki perut yang buncit, badan yang gemuk namun bukan karena banyak makan dan bermalas-malasan, tentu tidak termasuk gemuk yang tercela. Dia tetap menjadi kebaikan, pahlawan bagi umat, dan berusaha melakukan aktivitas yang bermanfaat. Sebagai bentuk kesyukuran karena diberikan badan yang kuat serta sehat.
Aisyah menceritakan,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُوتِرُ بِتِسْعِ رَكَعَاتٍ فَلَمَّا بَدَّنَ وَلَحُمَ صَلَّى سَبْعَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ
“Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir 9 rakaat, setelah beliau mulai gemuk dan berdaging, beliau shalat 7 rakaat. Kemudian shalat 2 rakaat sambil duduk.” (HR. Ahmad 26651 dan Bukhari 4557)
Lihat Juga :