Akibat Enggan Menolong Ahlul Bait Rasulullah
Kamis, 11 Juni 2020 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
Engkau katakan cinta padaku, namun kau memusuhi anak dzuriat keturunanku. Engkau bela orang yang membela orang yang memusuhi anak cucuku. Tidak ada cinta bagi orang yang tak mencintai keturunanku!"
Sang ulama itu terbangun. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia sangat menyesal mengabaikan janda Syarifah miskin beserta anak-anaknya yang hanya sekedar meminta pertolongan. Esok harinya, ulama itu pergi mencarinya.
Berhari-hari ulama itu mencari sang Syarifah itu. Bertanya ke sana ke mari. Hingga, didapatlah kabar sekarang Syarifah itu telah mendapatkan tempat tinggal sementara di rumah seorang tokoh pemuka agama Yahudi.
Sang ulama mengatakan, "Serahkan Syarifah yang tinggal di rumahmu itu padaku, biar aku saja yang menampungnya".(Baca Juga: Kisah Cicit Rasulullah Sembuhkan Sakit Lumpuh Berkat Air Wudhu )
Namun, sang pemuka Yahudi itu menolak menyerahkan syarifah dan anak-anaknya. Bahkan, tokoh Yahudi itu telah memberikan separuh bagian rumahnya untuk ditinggali selamanya oleh Syarifah dan anak-anaknya.
Sang ulama terheran-heran mengapa pemuka Yahudi itu begitu keukeh mempertahankan syarifah itu. Apa untungnya baginya? Bukankah dia dan Syarifah itu berbeda agama? Pikir sang ulama itu.
Sang tokoh Yahudi mengatakan, "Wahai ulama, dulu aku tidak percaya pada Nabi kalian, Muhammad , tapi tadi malam ia datang menemuiku dan mengucapkan terima kasih atas bantuanku menolong anak cucunya yang sedang dalam kesusahan.
Beliau telah memberikan jatah istana indah di surga itu padaku. Maka saksikanlah aku berikrar: "Asyahadu alla ilahaillallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah". Aku bersaksi tiada ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah."
Hari ini banyak orang Islam mengaku cinta pada Rasulullah, namun mereka ikut mencela dan memusuhi terhadap cucu dzuriat Rasulullah . Semoga kita diselamatkan dari membenci keturunan Rasulillah SAW .
(Baca Juga: Ketinggian Adab Imam Syafi'i Terhadap Ahlul Bait Rasulullah )
Allahumma laa taj'alna minhum al-aduw wa adza wal syaqaawat ila dzuariat ahli baitir Rasulillah.
Sang ulama itu terbangun. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia sangat menyesal mengabaikan janda Syarifah miskin beserta anak-anaknya yang hanya sekedar meminta pertolongan. Esok harinya, ulama itu pergi mencarinya.
Berhari-hari ulama itu mencari sang Syarifah itu. Bertanya ke sana ke mari. Hingga, didapatlah kabar sekarang Syarifah itu telah mendapatkan tempat tinggal sementara di rumah seorang tokoh pemuka agama Yahudi.
Sang ulama mengatakan, "Serahkan Syarifah yang tinggal di rumahmu itu padaku, biar aku saja yang menampungnya".(Baca Juga: Kisah Cicit Rasulullah Sembuhkan Sakit Lumpuh Berkat Air Wudhu )
Namun, sang pemuka Yahudi itu menolak menyerahkan syarifah dan anak-anaknya. Bahkan, tokoh Yahudi itu telah memberikan separuh bagian rumahnya untuk ditinggali selamanya oleh Syarifah dan anak-anaknya.
Sang ulama terheran-heran mengapa pemuka Yahudi itu begitu keukeh mempertahankan syarifah itu. Apa untungnya baginya? Bukankah dia dan Syarifah itu berbeda agama? Pikir sang ulama itu.
Sang tokoh Yahudi mengatakan, "Wahai ulama, dulu aku tidak percaya pada Nabi kalian, Muhammad , tapi tadi malam ia datang menemuiku dan mengucapkan terima kasih atas bantuanku menolong anak cucunya yang sedang dalam kesusahan.
Beliau telah memberikan jatah istana indah di surga itu padaku. Maka saksikanlah aku berikrar: "Asyahadu alla ilahaillallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah". Aku bersaksi tiada ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah."
Hari ini banyak orang Islam mengaku cinta pada Rasulullah, namun mereka ikut mencela dan memusuhi terhadap cucu dzuriat Rasulullah . Semoga kita diselamatkan dari membenci keturunan Rasulillah SAW .
(Baca Juga: Ketinggian Adab Imam Syafi'i Terhadap Ahlul Bait Rasulullah )
Allahumma laa taj'alna minhum al-aduw wa adza wal syaqaawat ila dzuariat ahli baitir Rasulillah.
(rhs)
Lihat Juga :