Hukum Bercerai Saat Hamil Tidak Dilarang, Begini Penjelasannya
Selasa, 25 Januari 2022 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, dilakukan saat wanita sedang hamil. Kedua, dilakukan saat wanita berada dalam kondisi suci (tidak sedang haid atau nifas), sebelum disetubuhi.
Dalil yang mendasari ini adalah firman Allah ta’ala,
Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya. ( QS. At-Thalaq : 1)
Baca juga: Masa Iddah Meninggal Berapa Lama? Ini Dalil dan Aturannya
Allah memerintahkan jika memang cerai adalah pilihan tepat karena menimbang maslahat yang kuat, maka silahkan lakukan cerai itu saat wanita sedang berada dalam masa ‘iddah. Hamil adalah salah satu waktu iddah untuk wanita yang dicerai, berakhir saat wanita tersebut melahirkan. Menunjukkan, talak yang terjadi saat wanita hamil, adalah talak sunni.
Syekh Ibnu Baz mengatakan para ulama menerangkan, “Makna ayat (At-Thalaq ayat 1) adalah, lakukanlah cerai saat wanita sedang suci dan belum disetubuhi. Inilah makna mencerai wanita saat berada dalam masa iddah, yakni mencerai istri saat suci belum disetubuhi, atau mencerainya saat sedang hamil dan telah tampak kehamilannya. Inilah yang disebut talak sunni.
Adapun talak disebut bid’i, manakala dilakukan pada empat keadaan:
Pertama, saat wanita haid. Kedua, saat nifas. Ketiga, saat suci namun setelah disetubuhi. Keempat, cerai tiga sekaligus dengan sekali ucapan.
Kesimpulannya, mencerai saat istri sedang hamil, jika karena pertimbangan maslahat yang kuat, hukumnya boleh dan sah.
Baca juga: Hak dan Kewajiban Wanita dalam Masa Iddah
Dalil yang mendasari ini adalah firman Allah ta’ala,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ إِذَا طَلَّقۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ
Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya. ( QS. At-Thalaq : 1)
Baca juga: Masa Iddah Meninggal Berapa Lama? Ini Dalil dan Aturannya
Allah memerintahkan jika memang cerai adalah pilihan tepat karena menimbang maslahat yang kuat, maka silahkan lakukan cerai itu saat wanita sedang berada dalam masa ‘iddah. Hamil adalah salah satu waktu iddah untuk wanita yang dicerai, berakhir saat wanita tersebut melahirkan. Menunjukkan, talak yang terjadi saat wanita hamil, adalah talak sunni.
Syekh Ibnu Baz mengatakan para ulama menerangkan, “Makna ayat (At-Thalaq ayat 1) adalah, lakukanlah cerai saat wanita sedang suci dan belum disetubuhi. Inilah makna mencerai wanita saat berada dalam masa iddah, yakni mencerai istri saat suci belum disetubuhi, atau mencerainya saat sedang hamil dan telah tampak kehamilannya. Inilah yang disebut talak sunni.
Adapun talak disebut bid’i, manakala dilakukan pada empat keadaan:
Pertama, saat wanita haid. Kedua, saat nifas. Ketiga, saat suci namun setelah disetubuhi. Keempat, cerai tiga sekaligus dengan sekali ucapan.
Kesimpulannya, mencerai saat istri sedang hamil, jika karena pertimbangan maslahat yang kuat, hukumnya boleh dan sah.
Baca juga: Hak dan Kewajiban Wanita dalam Masa Iddah
(mhy)