Interfaith dan Islamophobia (4): Mengurangi Tensi Antarpemeluk Agama
Rabu, 09 Februari 2022 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
Mungkin dari sekian banyak inisiatif Interfaith saya di kancah internasional, ada dua hal yang paling menonjol.
Yang pertama adalah inisiasi Jewish-Muslim Dialogue di tahun 2005. Dari inisiatif ini terlahir ragam kegiatan seperti Salam-Shalom Sisterhood dan Twinning of Mosques and Synagogue. Kedua kegiatan ini telah menjadi sebuah gerakan internasional yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa, Australia, Afrika dan bahkan Timur Tengah.
Kunjungan pimpinan agama-agama samawi ke Indonesia, Jordan dan Jerusalem, termasuk Ramallah di tahun 2011 lalu. Kegiatan ini disponsori oleh KBRI Washington bekerjasama dengan beberapa Institusi Interfaith Amerika. Kegiatan ini sebenarnya menjadi langkah awal melibatkan tokoh-tokoh agama dalam proses Perdamaian Timur Tengah. Sayang setelah kunjungan pertama itu ternyata itu juga kunjungan terakhir.
Dan banyak lagi kegiatan interfaith lainnya pada tataran global. Kerja sama dengan NY Buddhist Council mengurangi tensi yang terjadi antara Komunitas Budha dan Muslim akibat kekerasan kepada masyarakat Muslim di Myanmar. Ketika itu sempat direncanakan kunjungan tokoh-tokoh Muslim dan Buddha Amerika ke Thailand untuk kunjungan kemanusiaan.
Demikian beberapa kegiatan interfaith di Gela gang internasional. Begitu banyak yang dilaksanakan termasuk di tahun-tahun terakhir. Tapi saya kira cukup saya menyebutkan beberapa contoh sekaligus menyebutkan "apresiasi" (penghargaan) agar dapat dipahami bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif.
Satu hal yang pasti adalah bahwa kegiatan Interfaith pada tatanan internasional telah memberikan kontribusi untuk mengurangi tensi antarpemeluk agama di saat ada kasus-kasus konflik yang melibatkan sentimen agama di mana saja. Dan bagi Dakwah di Amerika hal ini menjadi krusial. Karena betapa seringkali kasus kekerasan di dunia Islam berdampak besar dalam kerja-kerja Dakwah kita di US.
Lalu secara konkret apa saja manfaat dan hasil dari kegiatan interfaith ini? Apakah kegiatan interfaith ini dapat merusak nilai iman dan identitas keislaman umat?
(bersambung)!
New York, 8 Februari 2022
Baca Juga: Interfaith dan Islamophobia: Memahami Dialog Antaragama (Bagian 3)
Yang pertama adalah inisiasi Jewish-Muslim Dialogue di tahun 2005. Dari inisiatif ini terlahir ragam kegiatan seperti Salam-Shalom Sisterhood dan Twinning of Mosques and Synagogue. Kedua kegiatan ini telah menjadi sebuah gerakan internasional yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa, Australia, Afrika dan bahkan Timur Tengah.
Kunjungan pimpinan agama-agama samawi ke Indonesia, Jordan dan Jerusalem, termasuk Ramallah di tahun 2011 lalu. Kegiatan ini disponsori oleh KBRI Washington bekerjasama dengan beberapa Institusi Interfaith Amerika. Kegiatan ini sebenarnya menjadi langkah awal melibatkan tokoh-tokoh agama dalam proses Perdamaian Timur Tengah. Sayang setelah kunjungan pertama itu ternyata itu juga kunjungan terakhir.
Dan banyak lagi kegiatan interfaith lainnya pada tataran global. Kerja sama dengan NY Buddhist Council mengurangi tensi yang terjadi antara Komunitas Budha dan Muslim akibat kekerasan kepada masyarakat Muslim di Myanmar. Ketika itu sempat direncanakan kunjungan tokoh-tokoh Muslim dan Buddha Amerika ke Thailand untuk kunjungan kemanusiaan.
Demikian beberapa kegiatan interfaith di Gela gang internasional. Begitu banyak yang dilaksanakan termasuk di tahun-tahun terakhir. Tapi saya kira cukup saya menyebutkan beberapa contoh sekaligus menyebutkan "apresiasi" (penghargaan) agar dapat dipahami bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif.
Satu hal yang pasti adalah bahwa kegiatan Interfaith pada tatanan internasional telah memberikan kontribusi untuk mengurangi tensi antarpemeluk agama di saat ada kasus-kasus konflik yang melibatkan sentimen agama di mana saja. Dan bagi Dakwah di Amerika hal ini menjadi krusial. Karena betapa seringkali kasus kekerasan di dunia Islam berdampak besar dalam kerja-kerja Dakwah kita di US.
Lalu secara konkret apa saja manfaat dan hasil dari kegiatan interfaith ini? Apakah kegiatan interfaith ini dapat merusak nilai iman dan identitas keislaman umat?
(bersambung)!
New York, 8 Februari 2022
Baca Juga: Interfaith dan Islamophobia: Memahami Dialog Antaragama (Bagian 3)
(rhs)
Lihat Juga :