Kisah Bijak Para Sufi: Penyusunan Tradisi

Senin, 15 Juni 2020 - 12:50 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Kedua sisi kota itu akhirnya kosong ditinggalkan oleh penghuninya. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
KONON, ada sebuah kota yang memiliki dua jalan yang sejajar. Seorang darwis berjalan melewati salah satu jalan itu, dan ketika ia sampai di jalan kedua, orang-orang melihat matanya berlinang air mata. "Ada orang meninggal di jalan sebelah itu!" teriak seseorang, dan segera saja semua anak di sekitar daerah itu mendengar teriakan tersebut. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen )

Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa darwis itu telah mengupas bawang.

Dalam sekejap, teriakan itu telah mencapai jalan pertama; dan orang-orang dewasa di kedua jalan itu menjadi sangat tertekan dan khawatir (sebab masyarakat di kedua jalan itu saling berhubungan) sehingga mereka takut menyelidiki lebih lanjut sebab musabab kehebohan itu. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Gerbang Surga )

Lalu, datanglah seorang bijaksana mencoba bertanya-jawab dengan orang-orang di kedua jalan itu, menanyakan mengapa mereka tidak saling bertukar informasi tentang kehebohan tersebut. Dalam keadaan bingung hingga tak tahu apa yang dikatakannya sendiri, beberapa orang berkata: "Yang kami tahu ada wabah mematikan di jalan sebelah."

Baca juga
: Kisah Bijak Para Sufi: Empat Harta Ajaib

Selentingan ini pun menyebar laksana jilatan api sehingga orang-orang di jalan yang ini berpikir bahwa orang-orang di jalan sana tertimpa bencana; demikian pula sebaliknya.

Bahkan ketika keadaan sudah sedikit lebih tenang, orang-orang di kedua jalan tersebut tetap memutuskan untuk pindah saja demi keselamatan. Demikianlah, kedua sisi kota itu akhirnya kosong ditinggalkan oleh penghuninya.

Baca juga: Hikayat-Hikayat Mistis: Burung Hoopoe dan Burung Hantu

Kini, berabad kemudian, kota itu sunyi; dan tidak jauh dari sana terdapat dua desa. Tiap desa itu mempunyai cerita sendiri tentang bagaimana pada masa lampau leluhur mereka pindah dari sebuah kota yang tertimpa bencana dan berhasil melarikan diri dari malapetaka tak dikenal.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Warisan

===

Dalam ajaran kejiwaannya, para sufi menganggap bahwa penyampaian pengetahuan secara biasa niscaya rentan terhadap penyimpangan dan kekeliruan oleh sebab adanya penyuntingan dan salah ingat; cara semacam itu tidak bisa dipakai sebagai pengganti persepsi langsung atas kenyataan.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Api

Kisah 'Penyusunan Tradisi' yang menggambarkan subjektivitas otak manusia ini dikutip dari kitab ajaran Asrar-I-Khilwatia (Rahasia Para Pertapa) karya Syeh Qolandar Shah, anggota tarekat Suhrawardi, yang wafat tahun 1832. Makamnya di Lahore, Pakistan.

Dinukil dari Idries Shah "Tales of The Dervishes" diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Pasir )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Gempa Besar Guncang...
Gempa Besar Guncang Jepang, Ahli Prediksi yang Lebih Dahsyat Akan Terjadi
Teliti Bencana Kebakaran...
Teliti Bencana Kebakaran Hutan, Ilmuwan Temukan Keajaiban pada Pohon
Semburan Lumpur dan...
Semburan Lumpur dan Gas di Kawah Kesongo Blora Gemparkan Media Sosial
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved