Hari ke-15 Ramadhan, Sudahkah Puasa Kita Menjadi Benteng dari Berbuat Dosa?
Minggu, 17 April 2022 - 23:15 WIB
loading...
Pada pertengahan Ramadhan ini, umat muslim di Indonesia khususnya yang bermazhab Syafii mulai membaca doa Qunut ketika sholat witir. Membaca Qunut saat witir hukumnya sunnah. Foto/Ist
A
A
A
Kita baru saja menjalani hari ke-15 puasa Ramadhan 1443 Hijriyah. Sudahkah puasa kita menjadi benteng dari berbuat dosa dan maksiat?
Tak terasa kita sudah berada di pertengahan bulan suci Ramadhan . Sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan yang berkah ini, hendaknya umat muslim meningkatkan kualitas puasanya.
Baca Juga: Ramadhan Terdiri 5 Huruf, Ini Penjelasan Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Imam Al-Ghozali mengingatkan kita dalam Kitab Al-Bidayah-nya agar jangan mengira puasa itu hanya sebatas menahan diri dari makan, minum dan jimak saja. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
كم من صائم ليس له من صيامه إلا الجوع و العطش
Artinya: "Banyak orang yang berpuasa, ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga saja."
Pengajar Ponpes Al-Yusufiyah Tapanuli Selatan, Ustaz Hamdan Nasution Attantisy menjelaskan dalam satu kajiannya, puasa itu bisa memiliki derajat atau sampai ke level sempurna mesti mampu menahan seluruh anggota tubuh dari apa saja yang Allah benci. Bahkan wajib menjaga pandangan dari perkara-perkara haram.
"Sejatinya orang yang berpuasa menjaga lisan dari yang tidak berguna, menjaga pendengaran dari yang Allah haramkan," ajak Ustaz Hamdan.
Sebab pendengar dan pengucap sama saja mendapatkan dosa termasuk dalam kasus Ghibah. Mari menjaga seluruh anggota tubuh sebagaimana kita menjaga perut dan kemaluan.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyampaikan ada 5 macam yang dapat merusak ibadah puasa :
1. Berbohong
2. Ghibah
3. Mengadu domba (Namimah)
4. Sumpah palsu
5. Melihat dengan syahwat.
Tak terasa kita sudah berada di pertengahan bulan suci Ramadhan . Sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan yang berkah ini, hendaknya umat muslim meningkatkan kualitas puasanya.
Baca Juga: Ramadhan Terdiri 5 Huruf, Ini Penjelasan Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Imam Al-Ghozali mengingatkan kita dalam Kitab Al-Bidayah-nya agar jangan mengira puasa itu hanya sebatas menahan diri dari makan, minum dan jimak saja. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
كم من صائم ليس له من صيامه إلا الجوع و العطش
Artinya: "Banyak orang yang berpuasa, ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga saja."
Pengajar Ponpes Al-Yusufiyah Tapanuli Selatan, Ustaz Hamdan Nasution Attantisy menjelaskan dalam satu kajiannya, puasa itu bisa memiliki derajat atau sampai ke level sempurna mesti mampu menahan seluruh anggota tubuh dari apa saja yang Allah benci. Bahkan wajib menjaga pandangan dari perkara-perkara haram.
"Sejatinya orang yang berpuasa menjaga lisan dari yang tidak berguna, menjaga pendengaran dari yang Allah haramkan," ajak Ustaz Hamdan.
Sebab pendengar dan pengucap sama saja mendapatkan dosa termasuk dalam kasus Ghibah. Mari menjaga seluruh anggota tubuh sebagaimana kita menjaga perut dan kemaluan.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyampaikan ada 5 macam yang dapat merusak ibadah puasa :
1. Berbohong
2. Ghibah
3. Mengadu domba (Namimah)
4. Sumpah palsu
5. Melihat dengan syahwat.
Lihat Juga :