Ceramah Gus Baha Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Rabu, 27 April 2022 - 03:30 WIB
loading...
Ceramah Gus Baha mendapatkan malam Lailatul Qadar menarik untuk disimak. Foto/dok NU
A
A
A
Ceramah Gus Baha mendapatkan Lailatul Qadar menarik untuk kita simak. Ulama ahli tafsir Al-Qur'an asal Rembang ini membeberkan hikmah Lailatul Qadar dan cara mencarinya.
Dalam satu kajiannya dilansir dari Channel Youtube NU Online, Gus Baha menerangkan bahwa Lailatul Qadar, Nuzulul Qur'an itu malam tanggal (17) Ramadhan. Artinya, kalau itu memang disepakati ulama berarti itu sudah selesai. Tapi Rasululah SAW memerintahkan agar Lailatul Qadar itu dicari pada malam 10 terakhir Ramadhan.
Mari kita simak ceramah Gus Baha berikut:
Ada ulama yang mengatakan 10+10. Berarti mulai malam tanggal 11. Tapi keyakinan saya pokoknya dicari, yang penting yakin dapat.
Saya punya kitab hadis yang kredibel. Ini kitab orang dahulu. Kitab itu menyebutkan, Nabi Muhammad SAW sedang cerita tentang umur Nabi Nuh itu 1000 kurang 50, berarti usianya 950 tahun. Nabi Ibrahim ratusan tahun.
Kemudian Nabi Muhammad resah. "Kalau umatku umurnya pendek-pendek terus bagaimana?" Allah pun merespons keresehan Kanjeng Nabi dengan memberi bonus Lailatul Qadar. "Lailatul Ummatan yang usianya pendek itu Aku memberi Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan 1000 bulan (83 tahun 4 bulan)."
Artinya, umat Nabi kalau pas di bulan Ramadhan kalau sholat menghadap kiblat dan tidak bermaksiat, maka dapat Lailatul Qadar.
Hal itu karena memang keresahan Nabi yang dijawab Allah: "Meskipun umatmu umurnya pendek, Aku beri ibadah Lailatul Qadar." Memang idealnya dicari tanggal berapa? Kalau saya biasa (malam) 11, kalau di sini 21, 23? Di desa saya, malam 17 itu yang ke mushalla hanya saya. Yang lain itu 21, 23. Jadi, saya ini minoritas. Kalau malam 21, 23 orang ibadah itu banyak.
Ada orang yang bertanya, "Tidak ibadah, Gus?" "Aku sudah kelewat. Tapi, sisanya masih punyamu." Karena minoritas, (Lailatul Qadar) sudah kelewat. (hehehe)
Menurut saya, menghargai hadis dan menghargai Al-Qur'an itu tengah-tengah saja. Ada keterangan di Al-Qur'an itu tanpa tanggal, yakni di ayat berikut:
Dalam satu kajiannya dilansir dari Channel Youtube NU Online, Gus Baha menerangkan bahwa Lailatul Qadar, Nuzulul Qur'an itu malam tanggal (17) Ramadhan. Artinya, kalau itu memang disepakati ulama berarti itu sudah selesai. Tapi Rasululah SAW memerintahkan agar Lailatul Qadar itu dicari pada malam 10 terakhir Ramadhan.
Mari kita simak ceramah Gus Baha berikut:
Ada ulama yang mengatakan 10+10. Berarti mulai malam tanggal 11. Tapi keyakinan saya pokoknya dicari, yang penting yakin dapat.
Saya punya kitab hadis yang kredibel. Ini kitab orang dahulu. Kitab itu menyebutkan, Nabi Muhammad SAW sedang cerita tentang umur Nabi Nuh itu 1000 kurang 50, berarti usianya 950 tahun. Nabi Ibrahim ratusan tahun.
Kemudian Nabi Muhammad resah. "Kalau umatku umurnya pendek-pendek terus bagaimana?" Allah pun merespons keresehan Kanjeng Nabi dengan memberi bonus Lailatul Qadar. "Lailatul Ummatan yang usianya pendek itu Aku memberi Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan 1000 bulan (83 tahun 4 bulan)."
Artinya, umat Nabi kalau pas di bulan Ramadhan kalau sholat menghadap kiblat dan tidak bermaksiat, maka dapat Lailatul Qadar.
Hal itu karena memang keresahan Nabi yang dijawab Allah: "Meskipun umatmu umurnya pendek, Aku beri ibadah Lailatul Qadar." Memang idealnya dicari tanggal berapa? Kalau saya biasa (malam) 11, kalau di sini 21, 23? Di desa saya, malam 17 itu yang ke mushalla hanya saya. Yang lain itu 21, 23. Jadi, saya ini minoritas. Kalau malam 21, 23 orang ibadah itu banyak.
Ada orang yang bertanya, "Tidak ibadah, Gus?" "Aku sudah kelewat. Tapi, sisanya masih punyamu." Karena minoritas, (Lailatul Qadar) sudah kelewat. (hehehe)
Menurut saya, menghargai hadis dan menghargai Al-Qur'an itu tengah-tengah saja. Ada keterangan di Al-Qur'an itu tanpa tanggal, yakni di ayat berikut:
Lihat Juga :