Penyebab Kaum Anshar Tak Kompak Dukung Rasulullah SAW dalam Perang Badar

Rabu, 03 Agustus 2022 - 18:30 WIB
loading...
A A A
Selain itu, beliau tidak perlu bersikeras mendengar pendapat dan sikap pihak Anshar mengenai bentrokan melawan kaum kafir Quraisy. Dapat dipastikan pula bahwa para sejarawan tidak akan menyebut-nyebut Bai'ah al-Aqabah, serta tidak akan dinukil riwayat kalau Sa'ad bin Mw'adz, pemimpin Aus, merujuk padanya dalam berpendapat mewakili kaum Anshar.

Baca juga: Perang Badar (2): Bukti Dahsyatnya Kekuatan Doa dan Keyakinan

Menurut Muhammad bin Fariz, sebagai penguat, turunlah ayat al-Quran menjelaskan kondisi psikologis itu dan sikap ragu-ragu sebagian mukminin karena takut menghadapi bentrokan dengan Quraisy.

Allah berfirman, “Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya. Mereka membantahmu tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau menuju kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu)” ( QS al-Anfal (8) : 5-6).

Sikap ragu-ragu sebagian mukminin ini bisa dimengerti karena mereka diperintah berangkat untuk menghadang kafilah dan menyita barang dagangan Quraisy. Mereka sama sekali tidak menduga akan menghadapi pertempuran dan memerangi musuh dalam waktu dekat, dan sebab itu pulalah Rasulullah memberitahu mereka kenyataannya: pasti terjadi bentrokan dengan Quraisy.

Lalu muncullah tanda-tanda kelemahan, ketakutan, dan keraguan dari sebagian mereka. Kondisi mereka digambarkan dalam ayat berikut, “Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya” ( QS al-Anfal (8) : 7).

Bagaimanapun juga, pada saat-saat darurat dan penting bagi Nabi Islam dan agamanya ini, kata Muhammad bin Fariz, kaum Anshar mengumumkan sikap baru mereka mengenai kondisi perang dan damai. Dan melalui mulut salah satu pemuka kaumnya, Sa'ad bin Mu'adz, mereka memberikan mandat penuh kepada Rasulullah dalam semua hal baik terkait urusan perang dan damai maupun dalam menjalin atau memutus hubungan dengan pihak mana pun.

Setelah kaum muslimin kembali dari Badar sebagai pemenang, sedangkan pihak Quraisy kalah telak, maka harus ada kesepakatan dan dokumen baru antara para penduduk Madinah, baik dari kaum muslimin, Muhajirin maupun Anshar, dan pihak-pihak lainnya.

Hal ini mengingat berbagai peristiwa yang terjadi susul-menyusul sudah melampaui kesepakatan pada Bai'ah al-Aqabah Kedua, terutama setelah kemenangan gemilang kaum muslimin di Perang Badar pada tahun 2 H itu.

Baca juga: Piagam Madinah: Bukan Sekadar Perjanjian dengan Kaum Yahudi
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Masjid Quba, Masjid...
Masjid Quba, Masjid Istimewa yang Dipuji Allah dalam Al-Qur'an
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
3 Kloter Pertama Jemaah...
3 Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Rekomendasi
Lebih Dulu Zigot atau...
Lebih Dulu Zigot atau Embrio? Perspektif Al-Quran dan Sains Modern
DNA Pertama Manusia...
DNA Pertama Manusia Purba dengan Kromosom X Ditemukan
Ombak Setinggi 6 Meter...
Ombak Setinggi 6 Meter Diprediksi Akan Menggulung Perairan Bali
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Trump Tak Khianati Ukraina...
Trump Tak Khianati Ukraina dalam Perang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved